Survei: 38 persen perusahaan Singapura perkirakan iklim bisnis memburuk pada 2019

Singapura (ANTARA News) – Sentimen bisnis di Singapura telah melemah di tengah ketidakpastian ekonomi global pada 2019 dengan 38 persen perusahaan lokal memperkirakan kondisinya memburuk tahun ini atau 21 persen lebih tinggi dari angka survei tahun lalu, menurut survei terbaru.

Singapore Business Federation (SBF) meluncurkan Survei Bisnis Nasional Tahunan 2018/2019 pada Kamis, yang dilaksanakan dari 19 September hingga 7 Desember tahun lalu, yang mengumpulkan tanggapan dari lebih 700 perusahaan di semua industri besar di Singapura.

Menurut survei, prospek pada dasarnya netral karena sekitar 45 persen perusahaan Singapura percaya iklim bisnis di negara itu akan tetap tidak berubah tahun ini.

Tantangan yang paling dikhawatirkan dari bisnis lokal termasuk kenaikan suku bunga dan ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung, masing-masing mewakili 65 persen dan 61 persen responden.

Hanya 18 persen perusahaan Singapura yang menyatakan puas dengan iklim bisnis global saat ini.

Survei menunjukkan bahwa inovasi telah menjadi prioritas bagi perusahaan lokal untuk mengatasi tantangan global yang berat, dengan 56 persen perusahaan menerapkan inovasi pada 2018.

Sekitar 39 persen bisnis lokal memandang kemampuan digital sebagai prioritas untuk 2019.

Baca juga: Bank Dunia proyeksikan pertumbuhan ekonomi global melambat tahun ini
 

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokowi dijadwalkan meninjau jalur kereta api garut-cibatu

Garut, 17/1 (ANTARA News) – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan meninjau langsung program reaktivasi jalur kereta api Stasiun Cibatu-Garut di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1).

Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus, kepada wartawan, Kamis, membenarkan agenda kunjungan Presiden Indonesia bersama rombongan kepresidenan dan sejumlah menteri menggunakan transportasi kereta api dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Cibatu, Garut.

“Beliau berangkat dari Stasiun Bandung sekitar pukul 09.10 WIB,” kata Joni.

Kunjungan Presiden yang akrab disapa Jokowi itu, kata dia, bukan peresmian rel kereta api, tetapi hanya sekadar meninjau langsung program jalur Stasiun Garut-Cibatu yang sudah puluhan tahun tidak aktif.

“Bukan peresmian, tapi meninjau progres jalur Cibatu-Garut,” katanya.

Sejumlah petugas di Stasiun Cibatu sudah tampak melakukan persiapan dengan membersihkan lingkungan sekitar, bahkan sejumlah aparat kepolisian dan TNI sudah banyak terlihat meninjau langsung kondisi Stasiun Cibatu.

Sedangkan rel kereta api untuk menghubungkan Stasiun Garut-Cibatu sudah terlihat terpasang beberapa meter di sekitar Stasiun Cibatu. Bahkan, sebagian rumah penduduk yang terdampak pengaktifan rel sudah dibongkar.

Seorang warga Kampung Cibodas, Kecamatan Cibatu, Dede Nurhayati (38) mengatakan, rumah yang berdiri di lahan PTKAI sejak 15 tahun lalu itu sudah dibongkar sejak Desember 2018, dan sudah mendapatkan uang bongkar sebesar Rp43 juta.

Sementara, lanjut dia, tinggal di rumah saudara, sampai akhirnya mendapatkan rumah baru dengan modal dana pemberian dari PTKAI tersebut, dan memanfaatkan material bangunan yang masih bisa dipakai.

Dede mengaku tidak keberatan dengan adanya pengaktifan kembali kereta api, karena lahan yang ditempatinya merupakan milik PTKAI sehingga harus menerima ketika PTKAI akan menggunakannya kembali.

“Saya sadar soalnya rumah dibangun di tanah PT KAI, jadi ya saya terima,” katanya.

Baca juga: Reaktivasi jalur kereta api Jabar dongkrak pariwisata

Baca juga: Ini jalur kereta api Jabar akan direaktivasi

Pewarta:
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kementan katakan fokus utama KUR peternakan untuk klaster sapi

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Pertanian mengatakan salah satu fokus utama penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sektor peternakan rayat adalah klaster sapi potong dan perah.

“Khususnya sapi potong dan perah,” kata Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Fini Murfiani seusai mengikuti rapat koordinasi di Jakarta, Kamis.

Fini memastikan perbankan akan mulai menyalurkan KUR khusus kepada klaster sapi ini terutama yang sudah mempunyai pembeli (offtaker).

“Kalau sapi potong sudah terklaster, dia akan tahu pasarnya dimana saja, dan mempunyai divisi penjualan sendiri, sehingga bisa membangun kemitraan dengan offtaker,” ujarnya.

Ia menambahkan penguatan KUR peternakan rakyat ini dilakukan agar kerja para peternak sapi dapat lebih efisien untuk mendorong produksi.

“Klaster yang diharapkan nanti seperti korporasi petani. Jadi, lebih efisien jika berada dalam satu lokasi yang sama, tidak individual lagi,” katanya.

Fini juga memastikan KUR peternakan rakyat untuk klaster sapi ini akan diluncurkan dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.

Dalam kesempatan ini, Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang menegaskan kesiapan menyalurkan KUR kepada sektor peternakan.

Ia juga mengatakan sebenarnya tidak ada hal yang baru dari penugasan itu karena selama ini korporasi sudah menyalurkan KUR kepada para peternak sapi.

“Kami disuruh untuk mendukung kredit untuk peternak sapi, tapi kita sudah lama mendukung mereka,” katanya.

Donsuwan menambahkan jenis pembiayaan kepada peternak ini terus berkembang sehingga tidak menutup kemungkinan akan berlaku kepada jenis ternak lainnya.

“Pokoknya semua jenis usaha kita biayai, semua jenis usaha di sektor pengusaha mikro,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan akan memberikan KUR khusus kepada tiga sektor utama yaitu peternakan rakyat, perikanan rakyat dan perkebunan rakyat.

Tujuan dari pemberian KUR peternakan rakyat adalah penggemukan ternak potong dan ternak perah di kawasan potensial.

Sedangkan, penyaluran KUR perkebunan rakyat untuk peremajaan komoditas seperti sawit, karet, cengkih, kelapa, kakao, kopi, teh, pala, lada, tebu dan tembakau.

Untuk KUR perikanan rakyat belum ada tujuan spesifik dari penyaluran karena masih dirumuskan oleh kementerian atau lembaga teknis.

Penyaluran KUR khusus ini akan bersinergi dengan KUR mikro, KUR kecil dan KUR penempatan tenaga kerja Indonesia sesuai dengan Permenko Perekonomian Nomor 11 Tahun 2017.

Baca juga: Kemenko: realisasi penyaluran KUR 2018 capai Rp120 triliun
Baca juga: Bappenas: jaga penduduk rentan miskin agar tidak jatuh miskin

 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rupiah melemah karena ketidakpastian sentimen dari eksternal

Jakarta (ANTARA News) – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore ini melemah sebesar 57 poin ke posisi Rp14.180 dibandingkan sebelumnya Rp14.123 per dolar AS.

Analis PT Valbury Asia Futures, Lukman Leong d Jakarta, Kamis mengatakan pelaku pasar sedang berada dalam posisi wait and see menyusul belum adanya kepastian sentimen dari eksternal diantaranya Brexit dan negosiasi dagang Amerika Serikat dan China.

“Di tengah minimnya sentimen positif, faktor teknikal dijadikan kesempatan bagi pelaku pasar untuk ambil untung mengingat dalam beberapa hari terakhir ini rupiah telah mengalami apresiasi hingga sempat di bawah level Rp14.000 per dolar AS,” ujarnya.

Menurut dia, sentimen Brexit dan negosiasi dagang menjadi perhatian pelaku pasar karena cukup mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia.

“Brexit terlihat belum jelas, perang dagang juga sepertinya masih akan akan buntu. Jika ini terus berlangsung maka dampaknya bisa negatif bagi rupiah,’ katanya.

Ia mengharapkan kebijakan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen dipandang positif pasar sehingga instrumen keuangan di dalam negeri tetap menarik.

“Secara keseluruhan, sebenarnya dolar AS kurang menarik karena sikap dovish the Fed dan penutupan pemerintahan AS. jadi pelemahan rupiah saat ini cenderung faktor teknikal saja,” katanya.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (17/1), tercatat mata uang rupiah melemah menjadi Rp14.158 dibanding sebelumnya (16/1) di posisi Rp14.154 per dolar AS. 

Baca juga: Analis: Rupiah bakal melemah terbatas dipengaruhi sentimen Brexit dan China
Baca juga: Kurs rupiah melemah tipis, di atas Rp14.100

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Soal defisit perdagangan, Wapres sebut akibat impor migas terlalu besar

Jakarta (ANTARA News) – Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan salah satu penyebab defisit neraca perdagangan Indonesia adalah impor migas yang terlalu besar.

Oleh karena itu, Wapres menyatakan perlu didorong peningkatan kapasitas produksi energi dalam negeri.

“Ada dua hal yang menyebabkan perdagangan kita defisit yakni impor migas yang terlalu besar, kemudian juga ekspor kita naik, tapi tidak sebesar (nilai) impor kita. Artinya, adalah kita harus lebih meningkatkan kapasitas dalam bidang energi,” kata JK saat memberikan kuliah umum Indonesia and the World: Future Trajectory Opportunities and Challenges di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Kamis.

Wapres mengatakan upaya pertama yang harus dilakukan untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan tersebut adalah dengan meningkatkan nilai tambah produksi dalam negeri.

“Dalam menghadapi tersebut tentu masalah-masalah yang kita hadapi ialah bagaimana meningkatkan nilai tambah daripada negeri kita. Itu tentu menjadi bagian pertama yang harus kita lakukan untuk memperbaiki neraca perdagangan,” jelasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada 2018 mengalami defisit terbesar sejak 1975, yakni mencapai 8,57 miliar dolar AS.

“Kalau kita lihat penyebabnya adalah lebih karena defisit migas yakni 12,4 miliar dolar AS. Sementara nonmigasnya kita masih surplus 4,8 miliar dolar AS,” kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Rabu (15/1/2019).

Ia menyampaikan defisit neraca perdagangan pada 2014 tercatat sebesar 2,20 miliar dolar AS, pada 2013 sebesar 4,08 miliar dolar AS, dan pada 1975 sebesar 391 juta dolar AS.

Ia menambahkan selama 2018 perdagangan Indonesia dengan beberapa negara mengalami surplus, di antaranya dengan India surplus sebesar 8,76 miliar dolar AS, Amerika Serikat surplus hingga 8,56 miliar dolar AS dan Belanda surplus 2,6 miliar dolar AS.

Sementara, perdagangan mengalami defisit, di antaranya dengan Tiongkok 20,8 miliar dolar AS, Thailand 5,1 miliar dolar AS dan Australia 2,9 miliar dolar AS.

Baca juga: Wapres harap peserta debat saling adu argumen
Baca juga: BPS: Neraca perdagangan 2018 alami defisit terbesar

 

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Bappenas: manfaatkan peluang ekonomi dari inovasi digital

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menilai Indonesia harus bisa memanfaatkan peluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari inovasi digital yang terus berkembang.  

“Inovasi digital akan meningkatkan produktivitas ekonomi dan membuka kesempatan baru. Jadi kita harus mengambil peluang dari inovasi digital ini. Tapi memang ada beberapa tantangan,” ujar Bambang di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis.

Bambang menuturkan, salah satu tantangan untuk dapat mengoptimalkan inovasi digital bagi ekonomi domestik saat ini adalah ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, terutama di bidang teknologi komunikasi.

“Empat unicorns di Indonesia saat ini saja masih menggunakan pakar IT asing agar tetap bisa kompetitif. Kita memang masih kekurangan sumber daya manusia di bidang ini,” ujar Bambang.
Unicorn adalah sebutan bagi perusahaan rintisan (startup) yang bernilai di atas satu miliar dolar AS. Empat unicorn di Indonesia antara lain Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak.

Berdasarkan data Temasek and Google Report 2015, Indonesia diperkirakan akan menjadi pangsa pasar terbesar perdagangan elektronik atau e-commerce di Asia Tenggara yaitu 52 persen pada 2025, didorong oleh pertumbuhan kelompok kelas menengah dan peningkatan akses terhadap infrastruktur digital.

Tantangan lainnya, lanjut Bambang, adalah pengembangan pasar finansial terutama dalam hal akses terhadap pembiayaan. Menurut Bambang, perusahaan rintisan saat ini masih relatif sulit mendapatkan pembiayaan dari bank.

“Perusahaan startup mereka tidak punya kolateral, tidak punya prospek, sehingga bank tidak bisa menilai risiko sehingga tidak mendapatkan pembiayaan. Oleh karena itu, perlu dicari suatu model pinjaman yang tepat bagi mereka,” kata Bambang.

Ia menambahkan, tantangan berikutnya yaitu infrastruktur digital yang berkualitas dan iklim bisnis serta regulasi yang mendukung pengembangan inovasi. 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI pastikan likuiditas memadai untuk mencapai pertumbuhan kredit 12 persen

Jakarta (ANTARA News)  – Bank Indonesia menjamin akan menjaga kecukupan likuiditas agar pertumbuhan kredit industri perbankan mencapai target 10-12 persen (year on year/yoy) di tengah potensi pengetatan likuiditas yang masih membayangi pada 2019.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, Kamis, mengatakan Bank Sentral akan terus mencermati pergerakan likuiditas di pasar dan menjaga kecukupannya agar tidak terjadi perlombaan penghimpunan dana yang tidak kondusif.

“Terkait likuiditas, BI sejak November atau Desember 2018, kami terus melakukan lelang reverse repo. Kami juga beberapa kali di bulan Januari 2019 melakukan lelang ekspansi namanya term repo, di situlah instrumen BI melakukan,” ujar Mirza.

Adapun kondisi likuiditas di Tanah Air 2019 masih dibayangi tekanan jika melihat rasio kredit terhadap pendanaan (Loan To Deposit Ratio/LDR) sebesar 93 persen di akhir 2018.

LDR mengindikasikan ketersediaan dana (likuiditas) bank untuk memenuhi penyaluran kreditnya. Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 17/11/PBI/2015 tanggal 25 Juni 2015, mengatur bahwa batas bawah LDR sebesar 78 persen, sedangkan batas atasnya menjadi sebesar 92 persen.

Namun, menurut Mirza, LDR atau likuiditas akan membaik dalam beberapa bulan ke depan. Beberapa penyebabnya adalah pertumbuhan kredit yang membaik akan memancing aliran investasi masuk. Aliran investasi tersebut akan turut memicu kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sehingga melonggarkan likuiditas perbankan.

Tahun ini, BI menargetkan DPK Perbankan akan naik di rentang 8-10 persen (yoy) untuk membantu pertumbuhan kredit ke 10-12 persen (yoy).

“Pemulihan pertumbuhan kredit itu memang nanti akan ada aliran modal masuk lanjut pertumbuhan deposit akan mulai meningkat lagi,” ujar dia.

Di tempat yang sama, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan selain likuiditas rupiah, Bank Sentral juga memperdalam pasar keuangan untuk mencukupi kebutuhan likuiditas valas.

“Kalau likuiditas valas, seperti biasa kita reguler swap (barter) valas dan lelang NDF Domestik itu. Kami memberikan signal likuiditas valas juga cukup dan bisa dukung stabilitas nilai tukar rupiah,” ujar dia.
Baca juga: BI yakin pasar tidak “wait and see” jelang pemilu
Baca juga: BI pertahankan bunga acuan enam persen

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menaker sebut 70 persen anggaran dialokasikan untuk pelatihan vokasi

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Tenaga Kerja akan mengalokasikan sekitar 70 persen dari anggarannya sebesar Rp5,7 triliun untuk pelatihan vokasi memgingat pada 2019 merupakan tahun pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Sekitar 70 persen dari anggaran (Rp5,7 triliun) itu, kita larikan untuk vokasi. Jadi, kita genjot itu,” tutur Menteri Tenaga Kerja (Menaker) M Hanif Dhakiri di lokasi proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated Km 25, Jawa Barat, Kamis.

Dia menjelaskan bahwa Kemenaker akan terus memperbesar investasi SDM lewat pelatihan vokasi.

Tahun ini, pihaknya akan melatih setidaknya 526 ribu orang di berbagai sektor untuk membekali mereka dengan keahlian (skill).

Selain itu, menurut Hanif, Kemenaker juga membuat kebijakan bernama triple skilling, yang bersifat inklusif tanpa memandang usia, latar pendidikan, dan asal tempat calon peserta pelatihan.

“Pokoknya, tahun ini tahun pembangunan SDM, kita harus perkuat SDM kita. Kita harus manfaatkan teknologi, kita harus inovatif, kita harus kolaboratif, dengan itu saya percaya bahwa daya saing kita akan menjadi lebih baik,” tutur Menaker setelah menghadiri Peringatan Bulan K3 Tahun 2019 yang digelar PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Dalam kesempatan tersebut, Menaker memberikan apresiasi berupa penghargaan Innovation System Award kepada manajer proyek Jakarta-Cikampek II Elevated dari Waskita dan penghargaan Pekerja Terbaik.

Di samping itu, Menaker bersama Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra melakukan ramah tamah dengan para pekerja konstruksi Waskita Karya. Tampak Hanif juga bernyanyi dan berjoget bersama mereka.

Selain Menaker, turut hadir Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemenaker Sugeng Priyanto.

Baca juga: Pemerintah sempurnakan peta jalan pendidikan vokasi
Baca juga: Waskita Karya targetkan pendapatan usaha 2019 Rp54,13 triliun

 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI yakin pasar tidak “wait and see” jelang pemilu

Jakarta (ANTARA News) – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo meyakini dunia usaha dan investor tidak akan ragu dan memilih menunggu (wait and see) untuk mengeksekusi kegiatan bisnis, meskipun di dalam negeri sedang diramaikan dinamika politik menuju Pemilihan Legislator dan Presiden 2019.

“Kami melihat bahwa kepercayaan diri investor baik di dalam maupun luar negeri itu terus tumbuh dan sejumlah indikator itu telah menunjukkan hal itu,” kata Perry dalam jumpa pers Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Kamis.

Dinamika politik terkait Pemilu sudah membayangi pasar domestik sejak 2018. Namun, kata Perry, investasi dan konsumsi domestik terus membaik. Misalnya, pertumbuhan investasi riil yang membentuk Produk Domestik Bruto terus menggeliat.

Di kuartal III 2018, investasi bisa tumbuh 6,9 persen, dan menurut Perry, pertumbuhan itu akan berlanjut di kisaran yang sama di kuartal IV 2018, alias tidak terjadi perlambatan.

“Secara keseluruhan di 2018, investasi itu tumbuh hampir tujuh persen,” ujar dia.

Menurut perkiraan Bank Sentral, di kuartal I 2019, investasi akan terus terkerek permintaan domestik, baik untuk sektor bangunan maupun non bangunan.

“Indikator lain, neraca modal di 2018 (neraca pembayaran) yang surplus,” kata dia. Di kuartal IV, neraca transaksi modal dan finansial diperkirakan 4,2 miliar dolar AS.

Selain itu, indeks pengeluaran yang terlihat dari konsumsi rumah tangga masih bertumbuh. Di kuartal III 2018, konsumsi rumah tangga naik 5,2 persen, dan diperkirakan akan berlanjut tumbuh melebihi angka tersebut di kuartal IV 2018.

“Secara keseluruhan pertumbuhan konsumsi rumah tangga tinggi di atas lima persen itu menunjukkan kuatnya daya beli. Itu tentu saja didukung oleh peningkatan pendapatan dan terkendalinya inflasi  yang terkait dengan pertumbuhan konsumsi,” ujar dia.

Pada 2019, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5-5,4 persen (yoy).

Adapun Tanah Air sedang menuju tahapan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden pada 17 April 2019. Masa Kampanye Pemilu sudah dimuali sejak Oktober 2018 dan saat ini sedang memasuki tahap debat antara kandidat Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden.

Baca juga: BI pertahankan bunga acuan enam persen

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI pertahankan bunga acuan enam persen

Jakarta (ANTARA News) – Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen pada rapat dewan gubernur periode 16-17 Januari 2019 di tengah terjaganya stabilitas perekonomian terutama nilai tukar, sekaligus Bank Sentral ingin menjaga daya tarik instrumen keuangan di pasar domestik.

“Kami juga terus berupaya mendorong penurunan defisit neraca transaksi berjalan ke target 2,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) tahun ini,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Pada 2018, defisit transaksi berjalan diperkirakan mencapai tiga persen dari PDB.

Meski, kembali mempertahankan suku bunga acuan, BI masih mempertahankan posisi kebijakan yang antisipatif terutama terkait dinamika perekonomian global.

Perry mengatakan sikap Bank Sentral AS The Federal Reserve yang mulai melunak seperti terungkap pada Rapat Komite Pasar Terbuka (FOMC) per akhir 2018 turut mempengaruhi posisi kebijakan suku bunga Bank Indonesia.

Kenaikan suku bunga The Federal Reserve diperkirakan hanya dilakukan dua kali dari perkiraan sebelumnya sebanyak tiga kali.

Baca juga: Ekonom perkirakan tekanan BI naikkan suku bunga berkurang
Baca juga: BI pertahankan bunga acuan enam persen Desember 2018

 

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Analis: Rupiah bakal melemah terbatas dipengaruhi sentimen Brexit dan China

Jakarta (ANTARA News) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah sebesar 42 poin ke posisi Rp14.170 per dolar AS dibandingkan sebelumnya Rp14.128 per dolar AS dan cenderung melemah terbatas akibat sentimen global seperti Brexit dan perlambatan ekonomi China, kata analis pasar uang.

Analis Pasar Uang PT Bank Mandiri Tbk Rully Arya Wisnubroto di Jakarta, Kamis, mengatakan, terkoreksinya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS banyak dipengaruhi sentimen global.

“Rupiah kemungkinan melemah karena lebih banyak faktor global yang dominan seperti Brexit, China slow down,” ujar Rully kepada Antaranews.
 
Kekalahan Theresa May pada pemungutan suara di hadapan Parlemen Inggris yang menolak draf  Brexit dengan perbedaan jumlah suara sebanyak 230 suara, ditambah lagi dengan tuntutan pimpinan partai oposisi yang menginginkan voting atas ketidakpercayaan terhadap kepemimpinan May.

Sementara itu, data ekspor China turun paling banyak dalam dua tahun terakhir pada Desember 2018 lalu, sedangkan impor China mengalami kontraksi.

Rully memperkirakan nilai tukar Rupiah pada hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.090 per dolar AS hingga Rp14.170 per dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji  Gusta juga mengungkapkan hal senada, faktor Brexit memang memengaruhi pergerakan rupiah yang melemah pagi ini.

“Terkoreksinya rupiah lebih karena sentimen eksternal yaitu Brexit. Tapi walaupun terkoreksi, rupiah cenderung akan relatif stabil di kisaran Rp14.100,” ujar Nafan.

Dari domestik, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI 7-Days Reverse Repo Rate di level 6 persen seiring dengan pernyataan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) yang cenderung dovish.

Ia memprediksi rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp14.060 per dolar AS hingga Rp14.225 per dolar AS.

Baca juga: Dolar sedikit menguat, pasar khawatir pertumbuhan ekonomi Eropa

Baca juga: Yuan kembali menguat 23 basis poin terhadap dolar

Baca juga: Melemah, dolar diperdagangkan di paruh bawah 109 yen

Baca juga: Wall Street menguat, saham perbankan melonjak tembus delapan persen

Baca juga: Harga minyak naik, OPEC kurangi pasokan

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yuan kembali menguat 23 basis poin terhadap dolar

Beijing (ANTARA News) –  Kurs tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan menguat 23 basis poin menjadi 6,7592 terhadap dolar AS pada Kamis, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja. Demikian laporan yang dikutip Xinhua.

Baca juga: Kurs rupiah melemah tipis, di atas Rp14.100

Baca juga: Dolar sedikit menguat, pasar khawatir pertumbuhan ekonomi Eropa

Baca juga: Melemah, dolar diperdagangkan di paruh bawah 109 yen

Baca juga: Harga minyak naik, OPEC kurangi pasokan

Baca juga: Wall Street menguat, saham perbankan melonjak tembus delapan persen

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kurs rupiah melemah tipis, di atas Rp14.100

Jakarta (ANTARA News) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah sebesar 7 poin ke posisi Rp14.135 per dolar AS dibandingkan sebelumnya Rp14.128 per dolar AS.

Baca juga: Dolar sedikit menguat, pasar khawatir pertumbuhan ekonomi Eropa

Baca juga: Melemah, dolar diperdagangkan di paruh bawah 109 yen

Baca juga: Wall Street menguat, saham perbankan melonjak tembus delapan persen

Baca juga: Harga minyak naik, OPEC kurangi pasokan

Baca juga: Fed: Pasar tenaga kerja ketat, prospek ekonomi AS masih positif

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ekonom Tony Prasetiantono meninggal dunia

Jakarta (ANTARA News) – Tony Prasetiantono, Ekonom yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), meninggal dunia pada Rabu (16/1) pukul 23.30 WIB di Jakarta.

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani, saat dihubungi Antara dari Jakarta, Kamis, membenarkan informasi tersebut.

“Kabar tersebut benar, Pak Tony meninggal di Jakarta dan akan segera diterbangkan ke Yogyakarta,” kata Iva.

Iva belum mengetahui penyebab meninggalnya Tony. Pada Rabu (17/1) siang kemarin, Tony masih menjadi pembicara dalam sebuah diskusi bertema “Menanti Asa Perekonomian Dua Calon Pasangan Pemimpin Indonesia”.

“Belum tahu penyebabnya, karena selama ini Pak Tony sehat-sehat saja. Keluarga Pak Tony sedang mengurus kepulangan jenazah Pak Tony dari Jakarta ke Yogyakarta,” ujarnya.

Tony meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 1986, gelar Master of Science dari University of Pennsylvania, Philadelphia, Amerika Serikat pada tahun 1991 dan gelar PhD dari Australian National University, Canberra pada tahun 2005.

Di luar karier akademik, Tony juga tercatat menduduki komisaris di sejumlah perusahaan. Salah satunya adalah sebagai komisaris di Bank Mandiri (2003-2005). Setelahnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Ekonom BNI.

Dia juga pernah menjabat Komisaris Independen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dari 2003 hingga 2005, dan dipercaya sebagai Kepala Ekonom Bank BNI. Tony juga pernah menjadi Komisaris Independen PT Bank Permata Tbk.

Baca juga: Pendapat Tony Prasetiantono soal nilai tukar rupiah

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019