Rupiah Senin sore kembali terkoreksi

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore, masih melanjutkan koreksi yang terjadi selama empat hari berturut-turut.

Nilai tukar rupiah melemah 10 poin menjadi Rp14.130 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.120 per dolar AS.

Analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto mengatakan, penguatan dolar AS dan sentimen global menekan rupiah pada hari ini.

“Market masih menunggu kejelasan dari US-China trade deals. Dari dalam juga karena sepertinya permintaan valas dolar masih cukup besar, terlihat dari adanya arus modal asing yang keluar dari pasar saham beberapa hari terakhir,” ujar Rully.

Selain itu, dari domestik, defisit neraca perdagangan yang masih besar juga menjadi sentimen negatif bagi nilai tukar. Ia memprediksi neraca perdagangan Februari masih akan mengalami defisit.

“Kami perkirakan masih akan terjadi defisit perdagangan. Rupiah masih akan cenderung melemah,” kata Rully.

Nilai tukar (kurs) rupiah pada pagi dibuka melemah Rp14.138 dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.115 per dolar AS hingga Rp14.155 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin, menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.149 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.111 per dolar AS.
 

Pewarta:
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019