China-AS akhiri perundingan dagang terbaru dengan kemajuan substansial

Kemajuan substansial telah dibuat pada masalah-masalah spesifik seperti transfer teknologi, perlindungan hak kekayaan intelektual, hambatan nontarif, industri jasa-jasa, pertanian, dan nilai tukar

Washington (ANTARA News) – Pemerintah China dan Amerika Serikat mencapai kemajuan substansial tentang masalah-masalah spesifik pada putaran terakhir perundingan ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi kedua negara tersebut di Washington, delegasi China mengatakan Minggu (24/2/2019).

Selama pembicaraan 21-24 Februari 2019 atau putaran ketujuh sejak Februari tahun lalu, negosiator China dan Amerika Serikat selanjutnya menerapkan konsensus penting yang dicapai oleh presiden kedua negara selama pertemuan Desember mereka di Argentina, dan memfokuskan pembicaraan mereka pada teks sebuah persetujuan.

Delegasi China mengatakan bahwa kemajuan substansial telah dibuat pada masalah-masalah spesifik seperti transfer teknologi, perlindungan hak kekayaan intelektual, hambatan nontarif, industri jasa-jasa, pertanian, dan nilai tukar.

Atas dasar kemajuan terakhir, kedua belah pihak akan melanjutkan pekerjaan mereka untuk tahap berikutnya sesuai dengan instruksi dari kepala negara kedua negara, tambah delegasi China, dikutip dari Xinhua.

Tim China dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Liu He, yang juga datang sebagai utusan khusus Presiden Tiongkok Xi Jinping, dan tim Amerika Serikat dipimpin oleh Perwakilan Dagang Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.

Baca juga: Putaran baru perundingan dagang AS-China bakal dimulai di Washington
Baca juga: China-AS mulai lagi rundingkan perdagangan

 

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yuan China menguat jadi 6,7131 terhadap dolar AS

Beijing (ANTARA News) – Kurs tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan menguat 20 basis poin menjadi 6,7131 terhadap dolar AS pada Senin, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, sebut Xinhua, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

Baca juga: Dolar AS di Tokyo diperdagangkan di paruh atas 110 yen
 

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dolar AS di Tokyo diperdagangkan di paruh atas 110 yen

Tokyo (ANTARA News) – Kurs dolar AS berpindah tangan di kisaran paruh atas 110 yen dalam transaksi awal di Tokyo pada Senin pagi, menguat moderat dari levelnya di New York akhir pekan lalu.

Ketika pasar dibuka, dolar dikutip pada 110,78-79 yen dibandingkan dengan 110,63-73 yen di New York dan 110,74-75 yen di Tokyo pada Jumat (22/2) pukul 17.00 waktu setempat.

Sementara, menurut Xinhua, euro diambil di 1,1340-1341 dolar dan 125,63-67 yen terhadap 1,1327-1337 dolar dan 125,33-43 yen di New York , serta 1,1346-1347 dolar dan 125,65-69 yen di perdagangan Jumat (22/2) sore di Tokyo.

Baca juga: Melemah, dolar AS diperdagangkan di paruh atas 110 yen
 

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga Bolakme Papua nikmati BBM satu harga

(Antara)- Warga Distrik Bolakme Kabupaten Jayawijaya, Papua,  akhirnya bisa menikmati BBM 1 Harga.  Sebelumnya warga setempat harus membeli BBM  dengan harga berkisar Rp.  20.000 hingga Rp. 25.000 perliter. Kini mereka bisa mendapatkan BBM di SPBU Kompak yang baru di bangun Pertamina di Kampung Lani Timur,  Distrik Bolakme,  Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Akademisi nilai keputusan tahan BI rate untuk stabilisasi rupiah

Suku bunga belum bisa diturunkan, karena nilai tukar rupiah memang masih perlu dijaga kestabilannya

Jakarta (ANTARA News) – Rektor Perbanas Institute Hermanto Siregar menilai keputusan bank sentral untuk menahan suku bunga acuan sebesar enam persen bertujuan guna menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Suku bunga belum bisa diturunkan, karena nilai tukar rupiah memang masih perlu dijaga kestabilannya,” kata Hermanto saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.

Hermanto mengatakan keputusan tersebut adalah tepat dalam situasi Bank Sentral AS (The Fed) belum akan menyesuaikan suku bunga acuan. Terkait kebijakan untuk melonggarkan likuiditas, ia menambahkan, Bank Indonesia (BI) bisa memulai upaya untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan.

Ia juga memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan akan membaik pada semester I-2019 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi diatas lima persen. “Kalaupun GWM tidak diturunkan, kredit perbankan saya perkirakan akan meningkat di penghujung kuartal satu maupun pada kuartal dua,” kata Hermanto.

Sebelumnya, BI untuk keempat-kalinya secara berturut-turut mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen, berdasarkan hasil rapat dewan gubernur periode 20-21 Februari 2019.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kembali dipertahankannya suku bunga acuan pada Februari 2019 ini untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dan mempertahankan daya tarik instrumen keuangan domestik.

Dengan suku bunga acuan yang tetap, suku bunga simpanan fasilitas deposit bank di BI (depocit facility) tetap 5,25 persen, dan fasilitas penyediaan likuiditas bagi bank (lending facility) tetap 6,75 persen.

Sebagai catatan, pada 2019, BI memiliki “pekerjaan rumah” yang cukup besar untuk menurunkan defisit transaksi berjalan hingga 2,5 persen dari PDB, dari defisit transaksi berjalan di 2018 yang sebesar 2,98 persen PDB.

Penurunan defisit transaksi berjalan memerlukan upaya keras mengingat tengah masih tingginya laju impor, termasuk impor untuk memenuhi permintaan minyak dan gas.

Baca juga: Pengusaha antisipasi dampak kenaikan suku bunga acuan BI
Baca juga: Menkeu sebut psikologis pasar pengaruhi arus modal masuk

 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenkeu pastikan THR bagi ASN dan pensiunan dibayarkan Mei 2019

Mengingat jadwal libur untuk hari raya Idul Fitri pada 2019 mulai sejak 1 sampai dengan 7 Juni 2019 maka hari efektif kerja untuk pembayaran THR adalah bulan Mei.

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Keuangan memastikan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pensiunan akan dibayarkan sesuai jadwal pada Mei 2019.

“Pembayaran THR tahun 2019 diharapkan dapat dilaksanakan tepat waktu yaitu pada bulan Mei sebelum hari raya Idul Fitri,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Nufransa Wira Sakti dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Nufransa menjelaskan pemberian THR ini telah diamanatkan sebagai salah satu kebijakan dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) yang tertuang pada Nota Keuangan dan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2019. 

Sebelum pembayaran dilaksanakan, tambah dia, diperlukan proses penyusunan dasar pembayaran yang dimulai dari penetapan Peraturan Pemerintah (PP) yang diinisiasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Selanjutnya, menurut dia, penetapan ini ditegaskan melalui peraturan pelaksanaan dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Penetapan PP maupun PMK itu diupayakan paling lambat selesai pada April agar proses pembayaran THR tahun 2019 dapat dilaksanakan sebelum hari raya Idul Fitri. 

“Mengingat jadwal libur untuk hari raya Idul Fitri pada 2019 mulai sejak 1 sampai dengan 7 Juni 2019 maka hari efektif kerja untuk pembayaran THR adalah bulan Mei,” ujar Nufransa. 

Terkait penerbitan Surat Dirjen Perbendaharaan Nomor: S-78/PB/2019 tanggal 27 Januari 2019, Kementerian Keuangan memastikan hal itu dimaksudkan sebagai bentuk koordinasi dengan Kementerian PAN-RB selaku inisiator penyusunan PP.

Koordinasi diupayakan agar penetapan PP dapat dilaksanakan dengan cepat agar tersedia waktu yang cukup untuk proses administrasi selanjutnya hingga terlaksananya pembayaran. 

Dalam melaksanakan tugas pengelolaan keuangan negara, Kementerian Keuangan selalu menjunjung nilai profesionalisme dan sinergi termasuk dengan kementerian lain untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Baca juga: Presiden: THR diberikan jelang Lebaran
Baca juga: Gaji ke-13 dan THR pensiunan dijanjikan tetap ada
Baca juga: Menaker: Pengaduan THR 2018 menurun

Pewarta: Satyagraha
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga minyak dunia naik, sentuh tingkat tertinggi 2019

Harga minyak, serta pasar saham telah meningkat…

New York (ANTARA News) –  Harga minyak dunia menyentuh tingkat tertinggi sejak pertengahan November pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dan membukukan kenaikan mingguan untuk pekan kedua berturut-turut, didorong oleh harapan bahwa perundingan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China akan segera menghasilkan kesepakatan, meskipun rekor baru pasokan minyak AS membatasi kenaikan lebih lanjut.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April, naik 0,30 dolar AS menjadi menetap pada 57,26 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, setelah mencapai 57,81 dolar AS pada Jumat sebelumnya (15/2), juga tertinggi untuk tahun ini.

WTI mencatat kenaikan mingguan 3,00 persen dan mencapai harga penyelesaian terkuat di 2019.

Sementara itu, patokan internasional minyak mentah Brent untuk pengiriman April, naik 0,05 dolar AS menjadi ditutup pada 67,12 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, setelah sempat mencapai 67,73 dolar AS per barel, tertinggi mereka 2019. Minyak mentah Brent naik 1,2 persen dalam seminggu.

Para perunding utama AS dan China bertemu pada Jumat (22/2) untuk mengakhiri pembicaraan satu minggu yang telah membuat kedua belah pihak berjuang untuk mencapai kesepakatan sebelum batas waktu 1 Maret.

Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He di Kantor Oval pada Jumat (22/2).

“Harga minyak, serta pasar saham telah meningkat dengan antisipasi bahwa China dan AS akan menyetujui perjanjian perdagangan,” kata Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, di Houston. “Selain itu, kami melihat pengetatan pasokan minyak di seluruh dunia hasil dari berkurangnya produksi OPEC dan non-OPEC.”

Kedua harga acuan minyak telah meningkat tahun ini, setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, termasuk Rusia, mulai memangkas produksi untuk mencegah pasokan berlimpah.

Namun di sisi lain, lonjakan produksi minyak mentah AS sebagian mengimbangi pemotongan produksi OPEC.

Produksi minyak mentah AS minggu lalu naik ke rekor 12 juta barel per hari, karena persediaan meningkat untuk minggu kelima berturut-turut ke level tertinggi sejak Oktober 2017 dan ekspor mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan Kamis (21/2).

“Kami melihat total produksi minyak mentah AS mencapai 13 juta barel per hari pada akhir tahun ini, dengan 2019 rata-rata 12,5 juta barel per hari,” kata bank AS, A.Citi setelah rilis laporan EIA.

Namun, perusahaan-perusahaan energi AS mengurangi empat rig pengeboran minyak yang beroperasi minggu ini, setelah tiga minggu menambah rig, kata perusahaan jasa energi General Electric Co. Baker Hughes dalam sebuah laporan Jumat (22/2).

Sementara itu, persediaan minyak mentah di Texas Barat turun ke level terendah dalam empat bulan setelah pipa tambahan mulai mengangkut minyak mentah dari ladang serpih AS terbesar ke Gulf Coast, sebagian besar untuk ekspor, data dari penyedia intelijen pasar Genscape menunjukkan.

Dengan melonjaknya pasokan AS, Goldman Sachs mengatakan pihaknya memperkirakan pasokan non-OPEC akan tumbuh sebesar 1,9 juta barel per hari tahun ini, lebih dari mengimbangi pemotongan produksi OPEC.

Itu berarti banyak tergantung pada permintaan, yang, menurut Goldman, diperkirakan akan tumbuh sebesar 1,4 juta barel per hari pada 2019. Goldman mengatakan memperkirakan harga Brent rata-rata 60-65 dolar per barel pada 2019 dan 2020.

Manajer-manajer uang memangkas posisi-posisi net long dan option (opsi) minyak mentah AS minggu ini hingga 5 Maret, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengatakan pada Jumat (22/2) seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Dolar AS melemah, pasar cerna data ekonomi negatif

Baca juga: Harga emas naik didukung pelemahan dolar

Baca juga: Analis perkirakan rupiah melemah pasca-BI tahan suku bunga

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dolar AS melemah, pasar cerna data ekonomi negatif

New York (ANTARA News) – Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena pasar terus mencerna data manufaktur negatif dan investor telah didukung oleh harapan atas perdagangan global.

Optimisme perdagangan terus menopang sentimen penghambilan risiko (risk-on) para investor, karena mereka mengawasi dengan cermat konsultasi ekonomi dan perdagangan minggu ini antara China dan Amerika Serikat (AS) di Washington.

Dolar Australia, yang secara luas dipandang sebagai barometer mood risiko global, naik menjadi 0,7133 dolar AS dari 0,7080 dolar AS pada Jumat (22/2).

Di sisi ekonomi, pesanan baru untuk barang-barang modal inti AS secara tidak terduga merosot 0,7 persen, menurut Biro Sensus AS pada Kamis (21/2).

Angka itu terseret turun oleh permintaan yang semakin berkurang untuk mesin, komputer, dan peralatan komunikasi, yang semuanya merupakan pusat kelompok barang-barang modal.

Terlebih lagi, indeks aktivitas manufaktur Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed)  Philadelphia turun menjadi minus 4,1 pada Februari, merosot tajam dari 17,0 pada Januari, yang berubah menjadi negatif untuk pertama kalinya sejak Mei 2016, menurut survei manufaktur The Fed Philadelphia pada Kamis (21/2) seperti dikutip Xinhua.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1338 dolar AS dari 1,1336 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3060 dolar AS dari 1,3039 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik ke 0,7133 dolar AS dari 0,7080 dolar AS.

Dolar AS dibeli 110,69 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,66 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0001 franc Swiss dari 1,0013 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3138 dolar Kanada dari 1,3224 dolar Kanada.

Baca juga: Harga emas naik didukung pelemahan dolar

Baca juga: Rupiah akhir pekan menguat dipicu perlambatan data ekonomi AS

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rupiah akhir pekan menguat dipicu perlambatan data ekonomi AS

Ternyata perundingan tidak selamanya berjalan mulus. Washington dan Beijing masih belum sepakat mengenai detil MoU tersebut

Jakarta (ANTARA News) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan menguat 13 poin menjadi Rp14.058 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.071 per dolar dipicu perlambatan data ekonomi Amerika Serikat.

“Memang di awal rupiah sempat melemah karena hasil dialog AS-China yang kemungkinan besar ada permasalahan. Namun kemudian rupiah menguat karena rilis data ekonomi AS yang negatif,” kata analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Rilis data ekonomi AS yang melambat ditunjukkan dengan pemesanan barang modal inti yang turun 0,7 persen dan Indeks  Bisnis Federal Reserve Philadelphia anjlok ke level negatif 4,1 pada Februari.

Sementara itu, terkait pertemuan perdagangan AS-China, memang sudah tersiar kabar bahwa kedua pihak menyepakati nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang secara garis besar mencakup perlindungan terhadap kekayaan intelektual, perluasan investasi sektor jasa, transfer teknologi, pertanian, nilai tukar, dan halangan non-tarif (non-tariff barrier) di bidang perdagangan. 

“Ternyata perundingan tidak selamanya berjalan mulus. Washington dan Beijing masih belum sepakat mengenai detil MoU tersebut,” katanya.

Sedangkan dari internal, sentimen penggerak rupiah yaitu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di angka 6 persen, sama seperti ekspektasi pasar. 

Namun, lanjut Ibrahim, sepertinya pasar mencermati komentar-komentar mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Dalam pernyataannya Kamis (22/2) lalu, bank sentral menyebutkan, keputusan mempertahankan suku bunga acuan tersebut tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas eksternal, khususnya untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.

“Untuk bulan ini, BI sudah benar-benar meninggalkan kata “hawkish” dalam keterangan tertulis maupun pernyataan dalam konferensi pers,” kata Ibrahim.

Nilai tukar (kurs) rupiah sendiri pada pagi hari dibuka melemah Rp14.078 dolar AS. Menjelang tengah hari, rupiah berbalik menguat hingga sore hari.  Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.053 per dolar AS hingga Rp14.085 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.079 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.057 per dolar AS

Baca juga: Rupiah Jumat pagi melemah, dekati angka Rp14.100
Baca juga: Analis perkirakan rupiah melemah pasca-BI tahan suku bunga

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga pangan-BBM turun, BI perkirakan Februari deflasi 0,07 persen

Inflasi akhir tahun ini insya Allah kita perkirakan akan lebih rendah dari 3,5 persen

Jakarta (ANTARA News) – Bank Indonesia (BI) memperkirakan indeks pergerakkan harga akan berbalik menjadi deflasi pada Februari 2019 yakni sebesar 0,07 persen secara bulanan (month to month/mtm) karena penurunan beberapa harga komoditas pangan dan bahan bakar minyak nonsubsidi.

Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat, mengungkapkan hal tersebut berdasarkan survei pemantauan harga (SPH) yang dilakukan 46 kantor perwakilan BI hingga pekan ketiga Februari 2019.

“Sebagaimana kita ketahui, bulan Januari inflasi 0,32 persen, bulan ini kita bakalan deflasi 0,07 persen,” ujar Perry.

Jika perkiraaan Bank Sentral tepat, maka pada bulan kedua tahun ini, inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) akan berkisar di 2,58 persen atau mendekati batas bawah sasaran target inflasi 2,5-4,5 persen (yoy).

Beberapa komoditas pangan penyumbang deflasi, ujar Perry, adalah cabai merah yang deflasi 0,07 persen, bawang merah 0,06 persen, telur ayam ras 0,05 persen, dan cabai rawit 0,02 persen.

Penurunan harga komoditas pangan tersebut ditambah penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti jenis Pertamax pada 10 Februari 2019 dengan variasi penurunan hingga Rp800 per liter.

“Dengan demikian, ini mengonfirmasi bahwa inflasi akhir tahun ini insya Allah kita perkirakan akan lebih rendah dari 3,5 persen,” kata dia.

Pada Januari 2019, menurut perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi rata-rata kenaikan harga dengan inflasi 0,32 persen (mtm).

Beberapa komoditas yang dominan memberi sumbangan inflasi di bulan pertama 2019 adalah ikan segar dengan inflasi 0,06 persen, beras 0,04 persen, tomat 0,03 persen, dan bawang merah 0,02 persen.

Baca juga: BI perkirakan inflasi Februari 0,07 persen
Baca juga: Presiden: Pertumbuhan 5,17 inflasi 3,13 persen patut disyukuri

 

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lahan sawit mengubah kehidupan warga transmigran Rio Pakava

Palu (ANTARA News) – Keberhasilan warga 14 desa di Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, dalam bercocok tanam sawit tidak lepas dari ketahanan warga menghadapi lika-liku hidup dan pembangunan di kecamatan terluas dan terpencil di Sulawesi Tengah itu.

Tahun 1991 saat kawasan seluas 17.014,14 kilometer persegi itu ditetapkan sebagai daerah transmigrasi yang dihuni oleh sebagian besar warga asal Jawa, Bali dan Bugis, Rio Pakava hanyalah sebuah kawasan lahan rawa.

“Di sini dulu rawa-rawa semua mas. Kalau mau menyeberang ke desa lainnya atau ke Kota Donggala dan Palu, kami harus berenang atau naik perahu dulu ke Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat,” kata I Ketut Putra Widarsa saat sejumlah jurnalis berkunjung ke rumahnya di Desa Polanto Jaya, Kecamatan Rio Pakava, Selasa (19/2) sore.

Saat itu, kata Widarsa, kondisi perekonomian warga di kecamatan yang dulunya bernama Lalundu tersebut sangat memprihatinkan. Hasil bercocok tanam yang dilakukan hanya cukup untuk makan dan minum.

Bahkan Widarsa mengaku bahwa ia dan warga lainnya sudah putus asa hidup di daerah tersebut dan berniat meninggalkan kawasan yang rawan banjir tersebut karena sulitnya memperoleh uang di sana. Namun beberapa warga lainnya menahan dan menyatakan agar bersabar.

Awalnya, kata Widarsa, hampir semua warga menggantungkan hidup dengan usaha bercocok tanam kakao, jeruk, langsat, durian dan sawah. Saat itu sawit masih terdengar asing di telinga mereka.

“Waktu itu belum ada sawit. Kami menanam kakao. Ada juga yang bersawah tapi semua rugi. Pohon kakao mati dan sawah gagal panen karena tanahnya berair sekali. Tanahnya lembek sekali kalau diinjak,” cerita Widarsa yang telah belasan tahun bertani sawit.

Bahkan saking lembeknya tekstur tanah saat itu, warga dapat mengetahui keberadaan seseorang dari jarak beberapa ratus meter dari rumah panggung mereka. Sebab saat berjalan di atas permukaan tanah tersebut , tanah di sekitarnya juga akan ikut bergoyang termasuk rumah-rumah panggung juga ikut bergoyang.

“Makanya kalau rumah dulu goyang-goyang seperti gempa berarti ada orang berjalan di sekitar sini,” lanjut Widarsa.

Mengenal sawit

Widarsa dan ribuan warga baru mulai mengenal sawit pada 1997. Kala itu PT. Mamuang, anak perusahaan Astra Agro Lestari Group mengajak warga di sana agar beralih menanam sawit karena pohon sawit sangat cocok ditanam di sana.

Perusahaan yang mengembangkan ribuan hektare kebun inti sawit ini kemudian membangun sistem drainase sehingga tanah-tanah yang berawa bisa mengering dan cocok ditanami sawit serta tanaman lainnya bahkan untuk pembangunan rumah permanen dan jalan raya.

Sejak awal tahun 2000-an setelah betul-betul merasa yakin, barulah Widarsa dan warga lainnya mulai menamam sawit dan ternyata keputusan yang mereka ambil itu tidak salah karena kini mereka telah menikmati hasilnya.

“Kalau dulu, pak. Orang yang punya sepeda motor itu masih bisa dihitung dengan jari tangan. Hanya satu dua orang saja. Sekarang satu orang satu motor. Saya juga sudah bisa sekolahkan anak-anak hingga kuliah dari hasil sawit ini,” jelas Widarsa.

Hal yang sama diceritakan Mansur, petani sekaligus ketua kelompok petani sawit di Desa Karya Mukti, Kecamatan Rio Pakava.

Awalnya Mansur enggan untuk beralih menanam sawit meski pihak perusahaan telah melakukan berbagai cara untuk membujuk dan meyakinkannya sebab saat itu sawit di matanya tidak punya nilai apa-apa.

“Waktu itu saya anggap sawit itu apa juga. Tidak ada gunanya kalau saya tanam. Namun karena pihak PT. Mamuang selalu mengajak dan meyakinkan saya, saya dan teman-teman warga di sini memutuskan mencoba mentanam sawit dan ternyata pohonnya cocok ditanam di sini,” ucap Mansur.

Kini Mansur memiliki 25 hektare lahan sawit yang hasil bersihnya setiap bulan rata-rata Rp25 juta. Bahkan Mansur telah mempekejakan beberapa orang di lahan sawit miliknya sebagai buruh lepas. Mereka dipekerjakan untuk menjaga dan merawat agar pohon-pohon sawit di sana bebas dari serangan hama.

Bila masa panen tiba, warga yang dipekerjakan untuk memanen buah sawit juga semakin banyak sehingga pengangguran di 14 desa di kecamatan tersebut boleh dikata tidak ada.

“Alhamdulillah dari hasil menanam sawit ini saya sudah bangun lima gedung sarang walet,” ujar Mansur bersyukur.

Mobil mewah

Cerita yang sama juga disampaikan I Ketut Sumatera, petani sawit dari Desa Polando Jaya yang kini hidup berkecukupan berkat hasil kebun sawit.

Menurut Sumatera, tidak sedikit warga di daerah tersebut yang kini mampu membeli mobil mewah, membangun rumah mewah, dan menyekolahkan anak-anaknya hingga bangku kuliah.

“Saya sendiri sudah punya satu mobil pribadi, satu mobil truk pengangkut buah sawit. Keuntungan yang bisa saya dapat sekitat Rp20 juta setiap bulan,” ucap Sumatera.

Community Development Officer (CDO) PT. Mamuang Teguh Ali menjelaskan bentuk kerja sama yang dibangun PT. Mamuang dengan para petani di Kecamatan Rio Pakava yaitu membeli buah sawit milik mereka.

PT. Mamuang tidak pernah menolak buah sawit yang mereka jual kecuali kualitasnya tidak memenuhi kriteria seperti busuk.

“Kami juga membentuk kelompok tani sawit yang beranggotakan petani sawit di sana. Melalui 11 kelompok tani sawit yang ada mereka kita beri pelatihan seputar sawit seperti cara meningkatkan produksi buah sawit dan menjaga agar pohoh sawit tidak terserang hama,” jelas Teguh.

Selain itu pihak perusahaan juga selalu memberi pendampingan kepada para petani dan mencarikan solusi terhadap setiap permasalahan yang dialami petani berkaitan dengan sawit.

“Perusahaan juga sudah membangun infrastruktur jalan di sini. Bayangkan saat pemerintah Kabupaten Donggala belum sanggup mambangun jalan dari Rio Pakava menuju Donggala, kami sudah membangunkan mereka jalan lewat Pasangkayu,” kata Teguh.

Selain PT. Mamuang, sejumlah anak perusahaan Astra Agro Lestari Group yang menjalin kemitraan dengan petani sawit di Kecamatan Rio Pakava adalah PT. Letawa, PT. Pasangkayu dan PT. Lestari Tani Teladan.

Perusahaan-perusahaan ini tak hanya bergerak di perkebunan tetapi juga pabrik pengolahan minyak sawit yang produksinya dikapalkan langsung ke berbagai negara dan kota di Indonesia melalui pelabuhan klhusus di Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Perusahaan-perusahaan ini juga mengeluarkan dana miliaran rupiah setiap tahun untuk kegiatan sosial kemasyarakatan dengan fokus utama yakni sektor pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup.

Baca juga: WWF dampingi petani swadaya kelola sawit berkelanjutan
Baca juga: WWF dampingi petani sawit sertifikasi RSPO

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Melemah, dolar AS diperdagangkan di paruh atas 110 yen

Tokyo (ANTARA News) –  Kurs dolar AS berpindah tangan di zona paruh atas 110 yen dalam transaksi awal di Tokyo pada Jumat pagi, sebagian besar sejalan dengan levelnya di New York semalam (Kamis).

Ketika pasar dibuka, dolar dikutip pada 110,70-71 yen dibandingkan dengan 110,66-76 yen di New York dan 110,76-77 yen di Tokyo pada Kamis (21/2) pukul 17.00 waktu setempat.

Sementara euro diambil di 1,1339-1340 dolar dan 125,54-58 yen terhadap 1,1328-1338 dolar dan 125,42-52 yen di New York, serta 1,1334-1335 dolar dan 125,54-58 yen pada perdagangan Kamis (21/2) sore di Tokyo. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Rupiah Jumat pagi melemah, dekati angka Rp14.100

Baca juga: Analis perkirakan rupiah melemah pasca-BI tahan suku bunga

Baca juga: Dolar AS menguat, pulih dari kerugian akibat data ekonomi AS

Baca juga: Yuan menguat 69 basis poin terhadap dolar AS

Baca juga: Harga emas turun tajam pasca-rilis risalah Bank Sentral AS

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yuan menguat 69 basis poin terhadap dolar AS

Beijing (ANTARA News) – Kurs tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan menguat 69 basis poin menjadi 6,7151 terhadap dolar AS pada Jumat, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja. Demikian laporan yang dikutip Xinhua.

Baca juga: Rupiah Jumat pagi melemah, dekati angka Rp14.100

Baca juga: Analis perkirakan rupiah melemah pasca-BI tahan suku bunga

Baca juga: Dolar AS menguat, pulih dari kerugian akibat data ekonomi AS

Baca juga: Bursa China melemah, Indeks Komposit Shanghai dibuka turun 0,09 persen

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Analis perkirakan rupiah melemah pasca-BI tahan suku bunga

Turunnya suku bunga ini indikasi fokus perbankan yang cenderung memperbesar kredit konsumsi

Jakarta (ANTARA News) – Nilai tukar rupiah pada Jumat diperkirakan melemah seiring ditahannya suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) oleh Bank Indonesia.

“BI telah menaikkan kebijakan suku bunganya sejak Mei 2018 lalu mencapai 175 bps dari 4,25 persen menjadi 6 persen. Kendati demikian kenaikan tersebut belum direspons oleh perbankan dengan menaikkan suku bunga kreditnya secara signifikan,” kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Jumat.

Untuk suku bunga kredit modal kerja, lanjut Lana, naik tipis 0,08 persen sejak Mei hingga Desember 2018, bahkan untuk suku bunga kredit konsumsi turun 0,67 persen, dan suku bunga investasi turun 0,19 persen.

“Turunnya suku bunga ini indikasi fokus perbankan yang cenderung memperbesar kredit konsumsi,” katanya. 

Dengan kondisi tersebut, kemungkinan BI bisa mempertahankan suku bunganya di 6 persen hingga akhir 2019. 

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Kamis (21/2) lalu kememutuskan suku bunga acuan 7DRR tetap di level 6 persen. Begitupun untuk suku bunga Deposit Facility tetap 5,25 persen dan suku bunga Lending Facility tetap 6,75 persen. 
 
BI menyatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan upaya penguatan stabilitas eksternal khususnya untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik. 

Lana memperkirakan pada hari ini rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.080 per dolar AS hingga Rp.14.100 per dolar AS.

Hingga pukul 10.17 WIB, nilai tukar rupiah masih bergerak melemah 6 poin menjadi Rp14.077 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.071 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.079 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.057 per dolar AS.

Baca juga: Analis: Akhir pekan IHSG diprediksi menguat, sentimen eksternal “bersahabat”

Baca juga: Dolar AS menguat, pulih dari kerugian akibat data ekonomi AS

Baca juga: Harga emas turun tajam pasca-rilis risalah Bank Sentral AS

Baca juga: Harga minyak jatuh, stok AS meningkat

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rupiah Jumat pagi melemah, dekati angka Rp14.100

Jakarta (ANTARA News) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi, bergerak melemah 12 poin menjadi Rp14.083 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.071 per dolar AS.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dolar AS menguat, pulih dari kerugian akibat data ekonomi AS

Kami memiliki data AS yang lemah sebelumnya, yang mendorong dolar AS lebih rendah, tetapi sekarang langkah itu berakhir

New York (ANTARA News) – Kurs dolar AS menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), pulih dari kerugian awal yang dipicu data ekonomi AS lemah, karena investor mengkonsolidasikan posisi dan mencari insentif baru di tengah negosiasi perdagangan AS dan China serta pembicaraan terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Greenback sebelumnya turun, terpukul oleh data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan, yang menegaskan ekspektasi bahwa Bank Sentra Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed) akan mempertahankan suku bunga tahun ini stabil.

“Kami memiliki data AS yang lemah sebelumnya, yang mendorong dolar AS lebih rendah, tetapi sekarang langkah itu berakhir,” kata Wakil Presiden Transaksi dan Perdagangan Tempus Inc, John Doyle, di Washington.

“Saat ini kami agak terjebak dalam rentang yang membosankan dan ketat. Kami agak berharap beberapa peristiwa dapat melepaskan banyak hal, tetapi itu tidak benar-benar terjadi dan kami sedang mencari penggerak berikutnya,” tambahnya.

Doyle mencatat bahwa penggerak-penggerak itu mungkin sangat terkait dengan perkembangan pembicaraan perdagangan AS dan China serta negosiasi Brexit.

Data AS datang sehari setelah risalah dari pertemuan kebijakan moneter The Fed bulan lalu mengatakan kesabaran diperlukan ketika pihaknya datang ke pengetatan suku bunga, mencatat jeda dalam kenaikan suku bunga memberinya waktu untuk mengamati efek kenaikan di masa lalu di tengah perlambatan ekonomi global.

Pesanan baru untuk barang-barang modal buatan AS, khususnya, secara tak terduga turun pada Desember, data menunjukkan pada Kamis (21/2), di tengah penurunan permintaan untuk mesin dan logam primer, menunjuk pada belanja bisnis yang lambat pada peralatan, yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Secara keseluruhan, data barang-barang tahan lama memberikan alasan lebih lanjut untuk berpikir bahwa pertumbuhan ekonomi akan segera melambat di bawah laju potensial 2,0 persennya, yang akan menahan The Fed sepanjang tahun ini,” kata Ekonom Senior AS di Capital Economics, Andrew Hunter, di London, seperti dikutip Reuters.

Data Kamis (21/2) juga menunjukkan bahwa indeks aktivitas manufaktur Fed Philadelphia turun menjadi -4,1 bulan ini dari 17,0 pada Januari. Itu adalah angka negatif pertama sejak Mei 2016.

Dalam perdagangan sore, indeks dolar AS, ukuran nilainya terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,2 persen pada 96,611.

Namun demikian, dolar AS turun 0,2 persen terhadap yen menjadi 110,69 yen, meluncur untuk pertama kalinya dalam lima hari. Tetapi greenback menguat terhadap franc dan sterling Swiss.

Euro, sementara itu, sedikit berubah terhadap dolar AS, pada 1,1343 dolar AS, sebelumnya naik setelah survei menunjukkan aktivitas bisnis secara mengejutkan menguat pada Februari, terutama di Prancis.

Aktivitas bisnis Prancis naik lebih dari yang diharapkan, meskipun angka PMI Jerman lebih dari bervariasi.

Sejumlah data yang lemah sejak Januari telah merusak dukungan untuk euro, mendorong investor merevisi turun ekspektasi inflasi mereka untuk beberapa bulan mendatang, dan menarik imbal hasil obligasi inti lebih rendah.

Baca juga: Harga emas turun tajam pasca-rilis risalah Bank Sentral AS

Baca juga: Harga minyak jatuh, stok AS meningkat

Baca juga: Wall Street hentikan kenaikan beruntun karena data ekonomi mengecewakan

Indeks kejutan ekonomi Citibank menunjukkan indikator zona euro masih berkubang di dekat posisi terendah enam bulan yang dicapai bulan lalu.

(UU.A026/A/A026/A026) 22-02-2019 03:48:42

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga minyak jatuh, stok AS meningkat

Penurunan tajam produksi minyak dari Iran dan Venezuela akan semakin memicu sentimen bullish di pasar

New York (ANTARA News) – Harga minyak turun di bawah tertinggi 2019 pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah data pemerintah AS menunjukkan peningkatan mingguan kelima dalam persediaan minyak mentah dan rekor produksi, sementara kekhawatiran tentang melambatnya pertumbuhan ekonomi global membebani pasar.

Namun demikian penurunan lebih lanjut dibatasi oleh pemangkasan pasokan yang dipimpin OPEC serta sanksi-sanksi AS terhadap Venezuela dan Iran. Kemajuan dalam diskusi kesepakatan perdagangan Washington-Beijing juga mendukung harga minyak.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 0,20 dolar AS menjadi menetap pada 56,96 dolar AS per barel, setelah menyentuh tertinggi 2019 di 57,55 dolar AS pada hari sebelumnya.

Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April turun 0,09 dolar AS menjadi 66,99 dolar AS per barel, setelah menyentuh tertinggi 2019 pada Rabu (20/2) di 67,38 dolar AS.

Stok minyak mentah AS naik selama lima minggu berturut-turut ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun, karena produksi mencapai rekor tertinggi dan pemeliharaan musiman mempertahankan tingkat pemurnian rendah minggu lalu, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan.

Stok minyak mentah AS naik 3,7 juta barel dalam sepekan yang berakhir 15 Februari menjadi 454,5 juta barel, tertinggi sejak Oktober 2017, sekalipun ketika ekspor minyak mentah melonjak 1,2 juta barel per hari ke rekor 3,6 juta barel per hari.

“Secara keseluruhan laporan ini bearish, khususnya kenaikan kuat dalam stok minyak mentah,”  kata Analis Commerzbank, Cartsen Fritsch, di Frankfurt, seperti dikutip Reuters.

Produksi di Amerika Serikat, yang tahun lalu menjadi produsen minyak mentah utama dunia, naik ke rekor tertinggi di 12 juta barel per hari, yang juga dapat meredam sentimen, kata Fritsch.

Namun, pengetatan pasokan secara global membantu mengurangi kerugian lebih lanjut.

Harga minyak telah naik tahun ini setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu produsen seperti Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, sepakat untuk memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari (bph) untuk mencegah peningkatan pasokan.

Anggota OPEC Nigeria memberi isyarat pada Rabu (20/2) bahwa mereka akan membatasi produksi setelah produksinya naik pada Januari.

“Kesediaan kelompok OPEC+ untuk mematuhi perjanjian pemangkasan produksi akan tetap mendukung harga minyak menjelang pertemuan mereka yang dijadwalkan April,” kata Analis Energi Senior Interfax Energy, Abhishek Kumar, di London.

“Penurunan tajam produksi minyak dari Iran dan Venezuela akan semakin memicu sentimen bullish di pasar.”

Sanksi-sanksi AS telah memukul ekspor minyak mentah Iran dan Venezuela, sementara kerusuhan telah membatasi produksi Libya.

Pembicaraan antara Amerika Serikat dan China untuk menyelesaikan sengketa perdagangan yang telah menghambat pertumbuhan global, mungkin mengalami kemajuan, membantu mengangkat harga minyak mentah.

Kedua belah pihak telah mulai menguraikan komitmen-komitmen dasar pada poin-poin utama pertikaian, sumber-sumber yang akrab dengan negosiasi mengatakan kepada Reuters.

Namun, para analis mengatakan bahwa perlambatan ekonomi global – tanda-tanda yang muncul akhir tahun lalu – akan mencegah harga minyak melonjak melampaui level tertinggi yang dicapai minggu ini.

Baca juga: Harga emas turun tajam pasca-rilis risalah Bank Sentral AS

Baca juga: Bursa Prancis ditutup hampir datar, Indeks CAC 40 naik 0,16 poin

Baca juga: Bursa Inggris melemah, Indeks FTSE 100 ditutup turun 61,23 poin

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI akan atur pertukaran data antara bank dan fintech

pertukaran data antara bank dan fintech dimungkinkan dan praktik tersebut di berbagai negara juga sudah dilakukan.

Jakarta (ANTARA News) – Bank Indonesia (BI) menyatakan akan mengatur pertukaran data antara bank dan perusahaan teknologi finansial (financial technology/fintech) agar kolaborasi keduanya dapat seimbang namun juga tetap melindungi konsumen.
   
Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Susiati Dewi di Jakarta, Kamis, mengatakan, saat ini sejumlah bank juga sudah banyak yang bekerja sama dengan perusahaan fintech termasuk untuk pertukaran data, namun konteksnya masih bilateral.
   
“Sebagai regulator, kami perannya di tengah. Terhadap konsumen kami juga harus memberikan proteksi, sehingga apapun yang dilakukan, baik kerjasama atau lainnya, misalnya kontraknya, kemudian formatnya atau istilahnya di open banking itu ada API, Application Programming Interface, standarisasinya harus dibikin. Kemudian kita kategorikan apa yang bisa di-share,” ujar Susiati di Jakarta, Kamis.
   
Ia menuturkan, pertukaran data antara bank dan fintech dimungkinkan dan praktik tersebut di berbagai negara juga sudah dilakukan. Di Eropa, lanjutnya, ada directive payment system yang di dalamnya juga mengatur mutualisme antara bank dan fintech.
   
BI selaku otoritas sistem pembayaran pun akan memfasilitasi hal tersebut untuk mendukung semakin berkembangkan ekonomi digital di Tanah Air. “Ini bukan wacana, ini suatu hal yang terus kita pikirkan untuk nanti kita terjemahkan dalam berbagai kebijakan atau regulasi,” kata Susiati.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) Rico Usthavia Frans mengatakan, kolaborasi antara bank dan fintech harus berimbang alias saling menguntungkan keduanya. 
   
“Kita harus imbang saja lah. Terkait pertukaran data antara fintech dan bank, sebagian ada sebagian memang tidak. Mengenai bagaimana standarisasi, interoperability-nya musti diatur,” ujar Frans.
   
Sementara itu, CEO DANA Vincent Iswara mengatakan, pertukaran data antara fintech dengan bank akan membantu bank untuk membuat produk-produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.
   
“Dengan teknologi, kita bisa bantu melihat transaksi yang sebelumnya tidak kelihatan dan kita bisa bantu dalam pembuatan produk yang lebih relevan untuk konsumen,” ujar Vincent.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Malaysia pun punya diplomasi durian

Dewasa ini orang berdiplomasi tidak saja melalui cara-cara yang sifatnya konvensional, namun menerapkan berbagai macam hal, termasuk diplomasi buah lokal yang khas dan tumbuh di negara asal buah tersebut.

Kalau Indonesia punya diplomasi kopi yang ditawarkan utamanya kepada orang asing di sela-sela pertemuan formal ataupun informal, Malaysia kini mulai memperkenalkan diplomasi buah durian untuk lebih mempromosikan negeri jiran itu kepada tamu-tamu yang berkunjung dari negara lain.

Pada 18-20 Februari 2019, sedikitnya 15 pimpinan redaksi dari berbagai media di Indonesia bertandang ke Malaysia dalam rangka memenuhi undangan Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohammad di kantornya di pusat pemerintahan Putra Jaya.

Sebagai bagian dari acara pertemuan dengan perdana menteri Malaysia tersebut, panitia melakukan berbagai jamuan termasuk hiburan dan yang menarik adalah suguhan makan durian khas negara tersebut.

Sebelumnya para pemimpin media di Indonesia tersebut diajak tur menikmati panorama alam yang indah serta bangunan-bangunan modern di kawasan Putra Jaya, panita mengajak mereka singgah di satu lapak penjual durian.

Di lapak yang terletak di daerah Kajang tersebut, penjual menawarkan berbagai jenis durian di antaranya adalah jenis musang king (durio zibethinus), udang merah (durio graveolens) dan durian hitam (durio sp).

Para jawara media itu tampak sangat menikmati durian-durian tersebut dan baru beberapa menit saja sekitar sepuluh butir telah habis disantap oleh mereka seraya meminta lagi jenis-jenis durian yang mereka sukai.

“Tolong minta lagi durian musang king-nya ya,” kata seorang pemimpin redaksi dari Indonesia yang diikuti oleh permintaan dari pimpinan redaksi yang lain.

“Wah musang king-nya sudah habis pak. Kalau yang lain masih ada nih. Udang merah masih ada,” kata seorang pedagang seraya menjajikan durian udang merah yang juga cukup banyak diminati oleh pembeli.

Diplomasi durian

Menurut Direktur Hubungan Antar-Bangsa pada Kantor Perdana Menteri Malaysia, Aminuddin Yahya yang mendampingi para pimpinan media dari Indonedia itu, durian jenis musang king adalah yang paling banyak disukai oleh pembeli.

Durian musang king itu paling lezat serta daging buahnya tebal dan bijinya kecil, kata Aminuddin seraya menambahkan, durian udang merah adalah jenis yang paling digemari setelah musang king.

Dengan kekhasan jenis-jenis buah durian Malaysia tersebut yang cita rasanya istimewa, maka menurut Aminuddin buah tersebut dapat dijadikan sebagai sarana diplomasi untuk mengangkat citra negara tersebut dan menyebutnya sebagai diplomasi durian.

Saat ini Thailand masih menguasai pasaran durian atau yang dikenal dengan raja buah itu. Dengan potensi yang dimiliki musang king dan peluang yang masih luas, Malaysia berharap dapat menguasai pasar dunia durian mengalahkan negeri gajah putih tersebut.

Sementara itu salah seorang pegawai di Kantor Perdana Menteri, Zamri mengatakan, selama ini orang mengenal durian yang baik dari Thailand, tapi durian Malaysia ternyata lebih lezat.

“Memang durian Thailand tidak beraroma menyengat kalau dibandingkan dengan durian Malaysia, tapi durian Malaysia lebih lezat,” kata Zamri yang juga turut mendampingi para pimpinan media Indonesia menikmati durian selepas pertemuan dengan perdana menteri Malaysia itu.

Menurut Zamri, petani durian di Malaysia dapat memanen durian setahun rata-rata dua hingga tiga kali dan hasilnya dapat dijual di pasar dalam negeri maupun diekspor ke luar negeri antara lain ke
China, Singapura dan Indonesia.

Harga satu kilogram buah durian musang king sekitar 30 ringgit hingga 50 ringgit dan durian udang merah seharga kurang lebih 15-20 ringgit (1 ringgit = sekitar 3.500 rupiah), kata seorang pedagang yang membuka lapak di Kajang, sekira 30 menit berkendara dari Kuala Lumpur, ibu kota negara Malaysia.

Para petani buah durian di Malaysia juga mengolah durian untuk berbagai macam makanan kecil (camilan) antara lain dalam bentuk keripik durian, kata Zamri.

Selain keripik, raja buah tersebut dapat diolah menjadi dodol durian, ketan durian, es krim durian, bubur kacang ijo durian, sop durian, srikaya durian dan masih banyak lagi.

Ciri-ciri durian musang king adalah warna dagingnya kuning, tebal, lembut, tak berserat, manis legit sedikit pahit dengan biji yang tipis (mengempis) dan kecil.

Sementara itu, durian udang merah berciri daging buahnya berwarna merah seperti kulit udang, tebal, tak berserat, manis legit, tidak pahit dan berbiji lebih besar.

Sementara di Indonesia juga tidak kalah, di berbagai daerah memiliki berbagai jenis durian dan berbagai buah khas lainnya yang tidak kalah dibandingkan di Malaysia.

Untuk buah durian saja, tidak kurang dari 10 jenis yang sudah dikenal masyarakat luas, tersebar di berbagai daerah, seperti di Pulau Jawa, Sumatera hingga Kalimantan.

Dari buah durian yang bijinya kecil yang terkenal di Banten/Jawa Barat, jenis durian yang daging buahnya tebal, hingga jenis durian yang rasanya legit seperti di Jawa Timur.

Akankah Indonesia juga menerapkan diplomasi durian dan jenis buah lainnya, selain diplomasi menggunakan kekayaan seni dan budaya yang sudah biasa diterapkan oleh para diplomat dari dan di negeri ini?

Baca juga: Durian Indonesia kalah bersaing dengan Malaysia
Baca juga: Durian Pelangi Manokwari unggulan Indonesia diincar Malaysia, Thailand

 

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI proyeksikan kenaikan bunga The Fed hanya satu kali

Bacaan kami terakhir, The Fed hanya akan menaikkan suku bunga acuan satu kali. Namun dari sisi lain, begitu juga di ‘balance sheet’-nya

Jakarta (ANTARA News) – Bank Indonesia memproyeksikan arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS The Federal Reserve akan lebih melunak pada tahun ini, dengan kenaikan bunga acuan hanya satu kali di 2019 dari ekspetasi sebelumnya sebanyak dua kali.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis, mengatakan, berdasarkan pernyataan terakhir The Fed sinyalemen menguat untuk kenaikan suku bunga acuan yang lebih rendah dibanding ekspetasi frekuensi kenaikan suku bunga acuan sebelumnya.

Selain itu, BI dalam simpulan Rapat Dewan Gubernur periode Februari 2019 ini juga meyakini pengurangan neraca bank sentral (balance sheet) The Fed akan menjadi lebih kecil dari rencana sebelumnya.

“Bacaan kami terakhir, The Fed hanya akan menaikkan suku bunga acuan satu kali. Namun dari sisi lain, begitu juga di ‘balance sheet’-nya,” ujar Perry.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, berdasarkan notulensi (minutes of meeting) rapat The Fed, sikap Bank Sentral AS semakin menunjukkan “kesabaran” untuk kenaikan suku bunga.

“The Fed mulai ‘dovish’ (melunak) terlihat dari ‘minustes of meeting’ yang terakhir,” ujar dia.

Sebelumnya, di akhir 2018 pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunganya sebanyak tiga kali pada 2019. Kemudian, proyeksi tersebut berkurang menjadi dua kali seiring dengan sinyalemen yang bernada melunak (dovish) dari para pejabat The Fed.

Perubahan substansi dari komunikasi yang dilancarkan The Fed diduga karena laju pertumbuhan ekonomi AS yang melambat imbas dari terbatasnya stimulus fiskal, permasalahan struktural tenaga kerja, dan juga menurunnya keyakinan pelaku usaha.

Meski demikian, Perry tetap meyakini The Fed akan tetap menjaga gaya komunikasi kebijakan moneter yang efektif, terutama untuk mencegah imbas gejolak arus modal di negara-negara berkembang.

“Kami lihat komitmen The Fed untuk secara baik mengkomunikasikan arah kebijakannya dan bagaiamana ‘forward guidance’ (petunjuk ke depan) akan dilakukan terus untuk ditangkap oleh pasar,” ujar dia.

Baca juga: Rupiah ditutup melemah dipicu kemungkinan kenaikan bunga The Fed
Baca juga: Analis perkirakan rupiah menguat pasca-rilis risalah Bank Sentral AS

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rupiah ditutup melemah dipicu kemungkinan kenaikan bunga The Fed

Jakarta (ANTARA News) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore, melemah 27 poin menjadi Rp14.071 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.044 per dolar dipicu kemungkinan kenaikan suku bunga bank sentral AS, The Fed.
   
Analis sekaligus Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim di Jakarta, Kamis, mengatakan The Fed dalam risalahnya mengatakan ekonomi AS dan pasar tenaga kerjanya tetap kuat, sehingga mendorong beberapa harapan setidaknya satu lagi kenaikan suku bunga tahun ini.
   
“Dolar menguat karena risalah tampaknya telah menenangkan pasar yang berpegang teguh pada pandangan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini,” ujar Ibrahim.
   
Selain itu, lanjut Ibrahim, pelemahan rupiah juga dipicu naiknya harga minyak sehingga akan berdampak terhadap neraca perdagangan Indonesia kembali defisit.
   
Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi mengatakan The Fed memang masih akan menahan suku bunganya namun bank sentral juga optimistis terhadap perekonomian AS. Jika perekonomian AS membaik, The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya satu kali lagi tahun ini.
   
“Makanya untuk ke depan rilis data-data ekonomi Amerika bakal sangat diantisipasi. Kalau data-datanya bagus, probabilitas kenaikan suku bunga tahun ini kemungkinan naik. Kalau tidak, The Fed masih akan menahan suku bunga,” ujar Dini.
   
Nilai tukar (kurs) rupiah sendiri pada pagi hari dibuka melemah Rp14.049 per dolar AS. Rupiah sempat menguat sebentar di siang hari, namun kemudian kembali bergerak melemah.  Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.041 per dolar AS hingga Rp14.075 per dolar AS.
 
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.057 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.055 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah Kamis pagi melemah, dekati Rp14.100

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI jamin akan longgarkan likuiditas dan kebijakan makroprudensial

Untuk suku bunga kita fokuskan untuk stabilitas eksternal. Sedangkan untuk likuiditas, kita akan kendorkan, makroprudensial kita akan kendorkan, unuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, dan pembiayan ekonomi

Jakarta (ANTARA News) – Bank Indonesia (BI) menjamin kondisi likuiditas yang longgar bagi perbankan dan juga akan memberikan stimulus makroprudensial sebagai kompensasi dari posisi kebijakan suku bunga acuan yang tetap diarahkan untuk menopang stabilitas ekonomi dari tekanan eksternal pada 2019.

Di tengah-tengah situasi pasar keuangan yang memaknai sikap melunak (dovish) Bank Sentral AS, The Federal Reserve, Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, menegaskan posisi kebijakan suku bunga acuan Indonesia tetap untuk menjaga stabiliitas perekonomian, dengan upaya menurunkan defisit transaksi berjalan dan mampu menarik modal asing.

Tercatat hingga Februari 2019, BI sudah empat kali secara beruntun mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen sejak November 2018.

Setelah menahan suku bunga acuan di enam persen, Perry berjanji kontribusi Bank Sentral terhadap perekonomian domestik tidak akan berkurang. Momentum pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung akan dijaga dengan memadainya sumber-sumber pembiayaan ekonomi.

“Untuk suku bunga kita fokuskan untuk stabilitas eksternal. Sedangkan untuk likuiditas, kita akan kendorkan, makroprudensial kita akan kendorkan, unuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, dan pembiayan ekonomi,” kata Perry.

Dengan suku bunga acuan yang tetap pada Februari 2019 ini, suku bunga simpanan fasilitas deposit bank di BI (depocit facility) juga tetap 5,25 persen, dan fasilitas penyediaan likuiditas bagi bank (lending facility) tetap 6,75 persen.

Perry masih enggan mengungkapkan kebijakan untuk melonggarkan makroprudensial. Dia memberi kisi-kisi bahwa pelonggaran makroprudensial akan menyasar sektor pariwisata, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta sektor-sektor yang berorientasi ekspor.

“BI juga akan memperkuat kebijakan sistem pembayaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” tambah Perry terkait stimulus dari ranah sistem pembayaran.

Pada 2019, BI dan pemerintah memiliki “pekerjaan rumah” yang cukup besar untuk menurunkan defisit transaksi berjalan hingga 2,5 persen dari PDB, dari defisit transaksi berjalan pada  2018 yang sebesar 2,98 persen PDB.

Penurunan defisit transaksi berjalan memerlukan upaya keras mengingat masih tingginya laju impor, termasuk impor untuk memenuhi permintaan minyak dan gas. Penurunan impor harus dilakukan berbarengan dengan meningkatkan kinerja eskpor. Maka dari itu pelonggaran kebijakan makroprundesial juga akan menyasar motor-motor pendorong ekspor.

Sementara itu, lubang defisit transaksi berjalan harus ditambal dengan aliran modal asing yang masuk agar pembiayaan tercukupi.

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 akan berada di kisaran 5,0-5,4 persen, setelah pada 2018, ekonomi tumbuh 5,17 persen.

Baca juga: BI kembali tahan suku bunga acuan enam persen
 

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI kembali tahan suku bunga acuan enam persen

Dengan melihat perkembangan ekonomi global, ekonomi nasional, dan ekonomi daerah, Rapat Dewan Gubernur memutuskan untuk mempertahankan ‘BI-7 Day Reverse Repo Rate’ sebesar enam persen.

Jakarta (ANTARA News) – Bank Indonesia (BI) untuk keempat-kalinya secara berturut-turut mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen, berdasarkan hasil rapat dewan gubernur periode 20-21 Februari 2019.

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, mengatakan kembali dipertahankannya suku bunga acuan pada Februari 2019 ini  untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dan mempertahankan daya tarik instrumen keuangan domestik.

“Dengan melihat perkembangan ekonomi global, ekonomi nasional, dan ekonomi daerah, Rapat Dewan Gubernur memutuskan untuk mempertahankan ‘BI-7 Day Reverse Repo Rate’ sebesar enam persen,” kata Perry.

Dengan suku bunga acuan yang tetap, suku bunga simpanan fasilitas deposit bank di BI (depocit facility) tetap 5,25 persen, dan fasilitas penyediaan likuiditas bagi bank (lending facility) tetap 6,75 persen.

Sebagai catatan, pada 2019, BI memiliki “pekerjaan rumah” yang cukup besar untuk menurunkan defisit transaksi berjalan hingga 2,5 persen dari PDB, dari defisit transaksi berjalan di 2018 yang sebesar 2,98 persen PDB.

Penurunan defisit transaksi berjalan memerlukan upaya keras mengingat tengah masih tingginya laju impor, termasuk impor untuk memenuhi permintaan minyak dan gas.

Baca juga: BI perkirakan neraca pembayaran triwulan IV-2018 surplus 5 miliar dolar
Baca juga: BI: Dampak ekonomi penyesuaian suku bunga butuh enam kuartal

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mewujudkan mimpi NTB menjadi daerah industri

Memiliki kawasan industri agaknya menjadi impian bagi setiap daerah karena akan mendorong peningkatan perekonomian dan mampu memacu perkembangan suatu daerah yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kawasan industri pada umumnya akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak dan menjadi magnet investasi. Daerah yang memikliki kawasan industri akan berkembang lebih cepat, sebagai contoh di Pulau Jawa dan bberapa daerah lainnya di luar Jawa.

Menurut data Kementerian Perindustrian pada 2017, jumlah kawasan industri mencapai 87 dengan luas areal yang digunakan 59.700 hektar. Lebih dari 40 persen peningkatan jumlah dan luas kawasan industri tersebut terjadi di luar Pulau Jawa.

Karena itu keinginan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk membangun sebuah kawasan industri agaknya bukan sekedar mimpi di siang bolong tetapi obsesi itu bisa diwujudkan, karena di “Bumi Gora” masih tersedia lahan cukup luas dan potensi bahan baku cukup melimpah.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah belum lama ini mengutarakan keinginannya agar NTB bisa menjadi daerah industri untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Bang Zul (sapaan akrab Zulkiflimansyah) menyebut industrialisasi merupakan salah satu yang menjadi obsesinya selama memimpin NTB lima tahun ke depan.

Ia mengakui banyak orang yang skeptis, karenanya industrialisasi ini jangan sampai omongan saja yang besar, tetapi kenyataannya tidak ada. Terbuka peluang untuk merelisasikan NTB sebagai kawasan industri.

Industrialisasi yang dimaksud, menurut Zul, tidak harus identik dengan pabrik-pabrik besar dengan menggunakan teknologi canggih, apalagi industri 4.0 yang tengah menjadi “trending topik” sekarang ini.

Namun, menurut dia, sebenarnya inti dari industrialisasi itu adalah pendalaman struktur industri, karena sesungguhnya industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi.

Bang Zul menyontohkan kalau tadinya hanya bisa mengirim jagung, dengan industrialisasi sebisa mungkin pengolah dilakukan di NTB. Kalau tadinya hanya bisa kirim sapi ke luar, sebisa mungkin dengan industrialisasi pemotongan dilakukan di NTB, sehingga yang dikirim sudah menjadi daging. Begitu juga dengan hasil tambang, laut dan lain-lain.

Bagi Bang Zul memaknai industrialisasi tidak harus semua berskala besar, ada juga yang kecil dan bahkan ada yang hanya berupa ide atau gagasan, namun tidak punya modal dan lahan sebagai lokasi usaha.

Karena itu untuk mewujudkan gagasan-gagsan itu Pemerintah Provinsi NTB telah menyediakan tempat yang disebut “Science Technology and Industrial Park” (STIP)

Untuk itu, Gubernur berharap keberadaan STIP akan dijadikan sebagai wahana untuk melingkupi pembisnis yang kekurangan modal yang tidak mampu membeli fasilitas dan untuk mempermudah mereka untuk menjadi pengusaha andal pada masa yang akan datang, alatnya, bantuan keuangan dan lain-lain disediakan dalam STIP.

STIP Banyumulek, di Kabupaten Lombok Barat sudah mulai beroperasi dan akan dijadikan inkubator bisnis. Keberadaan lembaga ini akan cuku membantu mengembangkan suatu bisnis.

Inkubator bisnis adalah perusahaan atau lembaga yang memberikan suatu program yang didesain untuk membina dan mempercepat keberhasilan pengembangan bisnis melalui rangkaian program permodalan yang diikuti oleh dukungan kemitraan/pembinaan elemen bisnis lainnya dengan tujuan menjadikan usaha tersebut menjadi sebuah perusahaan.

Dalam kaitan itu kalau ada sebuah industri yang ingin mengemas produk, kalau ada industri yang ingin mengolah daging menjadi produk yang memiliki nilai tabah karena belum miliki mesin dan butuh modal besar, maka pemerintah harus hadiri di situ.

Sejatinya upaya mempercepat hadirnya industrialisasi merupakan salah satu langkah strategis dalam ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju “NTB Gemilang”.

Penghasil bahan baku

NTB merupakan salah satu provinsi di tanah air yang menjadi penghasil berbagai macam bahan baku yang selama ini hanya dikirim dan dilakukan pengolahan di daerah lain.

Ini tidak mendatangkan dampak dan keuntungan cukup besar dalam menunjang kemajuan daerah.

STIP Banyumulek akan dijadikan inkubator bisnis. Tahun 2019 Pemprov NTB akan menambah fasilitas atau sarana prasarana yang dibutuhkan guna mendukung STIP Banyumulek menjadi inkubator bisnis di NTB.

Keberadaan STIP Banyumulek yang menjadi inkubator bisnis dihajatkan agar anak-anak muda NTB mau menjadi pengusaha. Mereka akan dilatih di STIP sambil diperkenalkan dengan perbankan.

Untuk melengkapi sarana dan prasarana STIP Banyumulek, kata Zul, memang pada tahap awal memerlukan biaya yang cukup besar. Karena menyangkut pembangunan infrastruktur fisik.

Menurut Zul, tidak mungkin pemerintah melatih anak-anak muda tanpa didukung fasilitas yang memadai sehingga Pemprov NTB akan berinvestasi atau mengalokasikan anggaran tahun 2019 mendatang untuk pengadaan mesin dan lainnya.

STIP Banyumulek sebelumnya bernama Techno Park Banyumulek. Pengembangannya dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Proyek Techno Park Banyumulek dibangun di atas lahan seluas 29 hektare disiapkan khusus sebagai kawasan untuk mengembangkan dan mengimplementasikaan inovasi IPTEK.

Melalui upaya peningkatan produksi menjadi produk komersil skala besar/industri, sehingga kemanfaatannya bagi masyarakat akan lebih terasa.

Potensi sumber daya alam di NTB selama ini dilirik banyak pemodal dari berbagai negara baik untuk sektor pariwisata maupun industi pengolahan.

Sejumlah sejumlah investor asal Selangor, Malaysia berminat untuk berinvestasi di NTB.

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Investasi Komoditas Potensial dengan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Peradaban Malaysia dan Warisan, Negara Bagian Selangor, Malaysia, Datuk Abdul Rashid Asari di Kuta, Mandalika, Lombok Tengah belum lama in.

Sitti Rohmi menyampaikan agar para investor untuk tidak ragu berinvestasi di Lombok dan Sumbawa, terutama di bidang pariwisata dan ada, khususnya di bidang pabrik olahan.

Provinsi NTB itu terdiri dari dua pulau besar yaitu Lombok dan Sumbawa. Keduanya memiliki potensi pariwisata dan industri yang sama besarnya. Mulai dari wisata pantai/laut, gunung hingga desa wisata dengan beragam seni budaya.

Ia mengatakan untuk agroindustri dan pengolahan, potensi-potensi pertanian, peternakan dan perikanan di Lombok maupun Sumbawa sangat terbuka bagi para pengusaha Selangor.

Dia menyontohkan kerja sama ekspor seperti beras dan jagung dan jika perlu investasi pembangunan pabrik-pabrik atau mesin olahan hasil komoditi pertanian unggulan NTB.

Sementara itu Datuk Abdul Rashid Asari, menyatakan dirinya dan para pengusaha merasa cukup terkesan dengan kesiapan KEK Mandalika saat diajak berkeliling sebelum penandatanganan MoU digelar.

Abdul Rashid juga menyatakan industri permesinan serta pabrik pengolahan hasil komoditas pertanian maupun perikanan juga menjadi sektor yang siap dijajaki.

Sejatinya dengan potensi bahan baku yang besar serta kesiapan lahan yang cukup luas impian NTB menjadi daerah industri agaknya bukan sekedar mimpi di siang bolong, tapi bisa diwujudkan.

Baca juga: Panglima TNI dan Kapolri kunjungi Kawasan Industri Morowali
Baca juga: Pacu pertumbuhan Indonesia timur, Kemenperin dorong perluasan Kawasan Industri Makassar

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Analis perkirakan rupiah menguat pasca-rilis risalah Bank Sentral AS

The Fed juga mensinyalkan akan mengakhiri penurunan aset dalam neracanya sebelum akhir 2019…

Jakarta (ANTARA News) – Nilai tukar (kurs) rupiah pada Kamis diprediksi menguat pasca rilis risalah pertemuan dewan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed) atau Federal Open Market Committee (FOMC) Minutes Meeting pada Rabu (20/2) semalam.
 
Minutes meeting pertemuan The Fed pada 29-30 Januari lalu mencatat The Fed tidak yakin akan ada kenaikan suku bunga kecuali terjadi inflasi di atas perkiraan,” kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, suku bunga saat ini antara 2,25-2,5 persen, bahkan dianggap sudah mencapai pada tingkat netral. 

“The Fed juga mensinyalkan akan mengakhiri penurunan aset dalam neracanya sebelum akhir 2019, yang artinya kebijakan moneter ketat akan berakhir,” ujar Lana.

The Fed menyatakan akan bersabar ketika menentukan penyesuaian di masa depan terhadap kisaran target suku bunga, mengingat perkembangan ekonomi dan keuangan global serta tekanan inflasi yang lemah.

“Peserta menunjuk berbagai pertimbangan yang mendukung pendekatan ‘sabar’ terhadap kebijakan moneter pada saat ini sebagai langkah yang tepat dalam mengelola berbagai risiko dan ketidakpastian dalam prospek,” tulis risalah tersebut.

The Fed menggambarkan “pendekatan yang sabar dan fleksibel” sebagai cara untuk mengelola risiko-risiko sambil menilai informasi yang masuk mengenai prospek ekonomi.

Lana memperkirakan pada hari ini rupiah kemungkinan menguat ke tingkat Rp14.000 per dolar AS hingga Rp.14.040 per dolar AS.

Hingga pukul 10.17 WIB, nilai tukar rupiah masih bergerak melemah 16 poin menjadi Rp14.060 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.044 per dolar AS.
  Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.057 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.055 per dolar AS.

Baca juga: Dolar AS melemah, investor optimis perdagangan global membaik

Baca juga: Harga emas naik, terpicu optimisme perundingan dagang AS-China

Baca juga: Analis: IHSG berpotensi menguat jelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia

Baca juga: Harga minyak naik ke tingkat tertinggi 2019

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menguat tipis, dolar AS diperdagangkan di paruh atas 110 yen

Tokyo (ANTARA News) – Kurs dolar AS berpindah tangan di zona paruh atas 110 yen dalam transaksi awal di Tokyo pada Kamis pagi, sebagian besar sejalan dengan angka di New York semalam (Rabu).

Ketika pasar dibuka, dolar dikutip pada 110,76-77 yen dibandingkan dengan 110,82-92 yen di New York dan 110,89-90 yen di Tokyo pada Rabu (20/2) pukul 17.00 waktu setempat.

Sementara euro diambil di 1,1345-1346 dolar dan 125,66-67 yen terhadap 1,1333-1343 dolar dan 125,67-77 yen di New York, serta 1,1343-1344 dolar dan 125,78-82 yen pada perdagangan Rabu (20/2) sore di Tokyo.

Baca juga: Bursa Tokyo merosot, Indeks Nikkei 225 dibuka turun 57,59 poin

Baca juga: Dolar AS melemah, investor optimis perdagangan global membaik

Baca juga: Harga emas naik, terpicu optimisme perundingan dagang AS-China

Baca juga: Harga minyak naik ke tingkat tertinggi 2019

Baca juga: Wall Street menguat, investor cerna risalah pertemuan Bank Sentral AS

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rupiah Kamis pagi melemah, dekati Rp14.100

Jakarta (ANTARA News) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak melemah 24 poin menjadi Rp14.068 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.044 per dolar AS.

Baca juga: Dolar AS melemah, investor optimis perdagangan global membaik

Baca juga: Menguat tipis, dolar AS diperdagangkan di paruh atas 110 yen

Baca juga: Harga emas naik, terpicu optimisme perundingan dagang AS-China

Baca juga: Harga minyak naik ke tingkat tertinggi 2019

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dolar AS melemah, investor optimis perdagangan global membaik

Peserta menunjuk berbagai pertimbangan yang mendukung pendekatan ‘sabar’ terhadap kebijakan moneter…

New York (ANTARA News) –  Kurs dolar AS terus melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor tetap optimis pada kemungkinan membaiknya lingkungan perdagangan global.

Dolar Australia, yang secara luas dipandang sebagai barometer sentimen risiko global, memperpanjang kenaikannya terhadap greenback untuk hari kedua berturut-turut.

Pasar terus mencerna berita bahwa China dan Amerika Serikat memiliki putaran baru konsultasi ekonomi dan perdagangan di Washington minggu ini.

Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed) memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga acuan federal fund di 2,25 hingga 2,50 persen, menurut risalah pertemuan kebijakan pada 29-30 Januari, yang dirilis pada Rabu (20/2).

Bank sentral berjanji akan bersabar ketika menentukan penyesuaian di masa depan terhadap kisaran target suku bunga, mengingat “perkembangan ekonomi dan keuangan global serta tekanan inflasi yang lemah.”

“Peserta menunjuk berbagai pertimbangan yang mendukung pendekatan ‘sabar’ terhadap kebijakan moneter pada saat ini sebagai langkah yang tepat dalam mengelola berbagai risiko dan ketidakpastian dalam prospek,” kata risalah.

The Fed menggambarkan “pendekatan yang sabar dan fleksibel” sebagai cara untuk “mengelola risiko-risiko sambil menilai informasi yang masuk mengenai prospek ekonomi.”

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1351 dolar AS dari 1,1340 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3061 dolar AS dari 1,3067 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7173 dolar AS dari 0,7169 dolar AS.

Dolar AS dibeli 110,82 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,65 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0002 franc Swiss dari 1,0007 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3154 dolar Kanada dari 1,3212 dolar Kanada. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga emas naik, terpicu optimisme perundingan dagang AS-China

Baca juga: Harga minyak naik ke tingkat tertinggi 2019

Baca juga: Wall Street menguat, investor cerna risalah pertemuan Bank Sentral AS

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga minyak naik ke tingkat tertinggi 2019

OPEC dan Rusia memberlakukan pemotongan dan kekhawatiran tentang pengurangan ekspor Venezuela telah membantu mendorong pasar naik

Houston (ANTARA News) –  Harga minyak naik lebih dari satu persen ke tingkat tertinggi tahun ini pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), didorong harapan bahwa pasar minyak akan seimbang tahun ini dan  dibantu oleh pengurangan produksi dari produsen-produsen utama serta sanksi-sanksi AS terhadap anggota OPEC Iran dan Venezuela.

Kekhawatiran pasar atas pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China telah membantu menekan harga minyak lebih rendah pada awal perdagangan, tetapi pasar berbalik setelah tanda-tanda kemajuan muncul pada Rabu (20/2) dan memperkuat pasar ekuitas.

Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan China berjalan baik dan menyatakan dia terbuka untuk memperpanjang tenggat waktu guna menyelesaikannya melampaui 1 Maret, ketika tarif impor China senilai 200 miliar dolar AS dijadwalkan naik menjadi 25 persen dari 10 persen.

“Kami di pasar sedang menunggu berita utama berikutnya untuk mendorong kami lebih tinggi atau lebih rendah,” kata Analis Price Futures Group Phil Flynn di Chicago seperti dikutip Reuters. Ia menambahkan pembicaraan perdagangan AS-China berada di antara masalah-masalah yang paling menjadi fokus para pelaku pasar.

Patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April naik 63 sen AS atau 0,95 persen, menjadi menetap di 67,08 dolar AS per barel.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret ditutup di 56,92 dolar AS per barel, naik 83 sen AS atau 1,48 persen, menjelang berakhirnya kontrak. Kontrak April yang lebih aktif diselesaikan pada 57,16 dolar AS per barel, naik 71 sen AS atau 1,38 persen.

“Pasar minggu ini telah didorong ke tertinggi tiga bulan di tengah ekspektasi pasokan yang ketat,” kata Wakil Presiden Riset Pasar Tradition Energy, Gene McGillian, di Stamford, Connecticut.

“OPEC dan Rusia memberlakukan pemotongan dan kekhawatiran tentang pengurangan ekspor Venezuela telah membantu mendorong pasar naik,” katanya.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya, termasuk Rusia – sebuah aliansi yang dikenal sebagai OPEC+ – sepakat untuk mengurangi pasokan minyak sebesar 1,2 juta barel per hari mulai 1 Januari tahun ini.

Sebuah komite pemantauan untuk OPEC dan sekutunya menemukan kepatuhan kelompok dengan perjanjiannya di 83 persen, empat delegasi mengatakan kepada Reuters pada Rabu (20/2).

Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih mengatakan dia berharap pasar minyak akan seimbang pada April, dan tidak akan ada kesenjangan dalam pasokan karena sanksi-sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela.

“Anda bisa menganggap itu sebagai sinyal bahwa Arab Saudi akan terus mengambil pendekatan proaktif,” kata Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, di Houston. Beberapa gangguan pasokan semakin memperketat persediaan.

Perusahaan minyak negara Saudi, Aramco, pekan lalu menutup sebagian ladang minyak lepas pantai Safaniyah setelah kabel listrik terputus secara tidak sengaja. Produksi di ladang El Sharara yang diperebutkan Libya telah dihentikan sejak Desember.

Sanksi-sanksi AS terhadap Iran dan Venezuela juga telah membantu mengurangi ketersediaan minyak mentah di pasar global.

Namun, kenaikan harga minyak dibatasi karena gangguan pasokan itu diimbangi oleh ekspektasi peningkatan persediaan di AS setelah terjadi penurunan tajam dalam pemanfaatan kapasitas kilang di Midwest AS.

Baca juga: Harga emas naik, terpicu optimisme perundingan dagang AS-China

Baca juga: Wall Street menguat, investor cerna risalah pertemuan Bank Sentral AS

Persediaan minyak mentah AS diperkirakan telah meningkat sebesar 3,1 juta barel pekan lalu, kenaikan mingguan kelima berturut-turut, sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan.

Persediaan di Cushing, Oklahoma, pusat penyimpanan minyak utama AS, akan meningkat sebagian besar karena data AS menunjukkan pemanfaatan kapasitas kilang di Midwest turun menjadi 84,2 persen dari 92,9 persen minggu sebelumnya, menyusul serangkaian penghentian operasi yang direncanakan dan tidak direncanakan, kata para analis.

“Itu akan meninggalkan banyak barel minyak,” kata Robert Yawger, direktur berjangka energi pada Mizuho di New York.

Data persediaan mingguan AS tertunda satu hari karena libur Hari Presiden pada Senin (18/2). American Petroleum Institute (API) akan merilis datanya pada pukul 16.30 waktu setempat (21.30 GMT), sedangkan laporan Badan Informasi Energi AS (EIA) akan dirilis pada Kamis pukul 11.00 waktu setempat.

EIA mengatakan pada Selasa (19/2) produksi serpih sendiri akan mencapai rekor 8,4 juta barel per hari bulan depan, menunjukkan sedikit peluang perlambatan jangka pendek dalam keseluruhan produksi minyak mentah AS.

BNP Paribas mengatakan melonjaknya produksi AS akan mendorong harga minyak lebih rendah menjelang akhir tahun, dengan Brent turun ke rata-rata 67 dolar AS pada kuartal keempat dan WTI ke rata-rata 61 dolar AS.

“Pertumbuhan produksi minyak AS, didorong oleh serpih, akan semakin meningkatkan ekspor dalam volume yang lebih besar ke pasar internasional, sementara ekonomi global diperkirakan akan menyaksikan sinkronisasi perlambatan dalam pertumbuhan,” kata bank.
 

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkeu: Januari 2019 defisit APBN Rp45 triliun, lebih tinggi dari sebelumnya

Pembiayaan anggaran sampai Januari ini kita telah merealisasi Rp122,5 triliun karena adanya front loading…

Jakarta (ANTARA News) – Realisasi defisit anggaran di APBN hingga akhir Januari 2019 mencapai Rp45,8 triliun atau 0,28 persen terhadap PDB, lebih tinggi dibanding defisit fiskal periode yang sama pada 2018 yang sebesar Rp37,7 triliun, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Defisit anggaran mencapai Rp45,8 triliun, lebih besar dari tahun lalu dalam periode yang sama Rp37 triliun,” kata Sri Mulyani dalam jumpa pers perkembangan APBN di Jakarta, Selasa.

Realisasi defisit anggaran ini berasal dari pendapatan negara sebesar Rp108,1 triliun atau lima persen dari target serta belanja negara Rp153,8 triliun atau 6,3 persen dari pagu.

Pendapatan negara tersebut mencakup penerimaan perpajakan Rp89,8 triliun atau lima persen dari target, dan penerimaan negara bukan pajak Rp18,3 triliun atau 4,8 persen dari target.

Penerimaan perpajakan tersebut berasal dari penerimaan pajak termasuk PPh migas sebesar Rp86 triliun atau 5,5 persen dari target dan penerimaan kepabeanan dan cukai Rp3,8 triliun atau 1,8 persen dari target.

Sedangkan, realisasi belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp76,1 triliun atau 4,7 persen dari pagu serta transfer ke daerah dan dana desa mencapai Rp77,7 triliun atau 9,4 persen dari pagu.

Belanja pemerintah pusat mencakup belanja Kementerian/Lembaga yang sudah mencapai Rp32 triliun atau 3,7 persen dari pagu serta belanja non-Kementerian/Lembaga sebesar Rp44,1 triliun atau 5,7 persen dari pagu.

Untuk menutup defisit anggaran tersebut, realisasi pembiayaan anggaran sudah mencapai Rp122,5 triliun atau lebih rendah dari tahun lalu Rp27,6 triliun.

“Pembiayaan anggaran sampai Januari ini kita telah merealisasi Rp122,5 triliun karena adanya front loading (pendanaan APBN melalui pasar modal di awal tahun) yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi kondisi pasar yang, dan kita lihat juga ada kesempatan yang cukup favorable (menguntungkan) pada bulan Januari ini,” ujar Sri.

Dalam kesempatan ini, pemerintah juga mencatat neraca keseimbangan primer mencapai defisit Rp22,8 triliun, dibandingkan pada periode sama di 2018 yang sebesar Rp14,2 triliun.

Baca juga: Kemenkeu: Belanja negara 2019 fokus pembangunan SDM yang kompetitif

Baca juga: Pemerintah hanya serap lelang sukuk Rp8,12 triliun

Baca juga: Rupiah ditutup menguat terpicu sikap Bank Sentral AS

Baca juga: IHSG ditutup menguat seiring positifnya bursa regional Asia
    

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenkeu catat rasio utang pemerintah Januari 2019 capai 30,1 persen PDB

Utang pemerintah akhir Januari 2019 terdiri atas pinjaman Rp795,79 triliun dan surat berharga negara (SBN) Rp3.702,77 triliun

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat jumlah utang pemerintah hingga akhir Januari 2019 mencapai Rp4.498,56 triliun atau setara 30,1 persen produk domestik bruto (PDB).

Berdasarkan dokumen APBN Kita yang dikeluarkan Kemenkeu di Jakarta, Rabu, jumlah utang pemerintah pusat bertambah Rp539,9 triliun jika dibandingkan posisi Januari 2018 yang Rp3.958,66 triliun.

Adapun jika dibandingkan dengan posisi Desember 2018, utang pemerintah naik Rp80,2 triliun dari Rp4.418,30 triliun.

Jika dirinci, utang pemerintah akhir Januari 2019 terdiri atas pinjaman sebesar Rp795,79 triliun dan surat berharga negara (SBN) Rp3.702,77 triliun.

Pinjaman Rp795,79 triliun itu terdiri atas pinjaman luar negeri sebesar Rp788,66 triliun dan pinjaman dalam negeri sebesar Rp7,13 triliun.

Pinjaman luar negeri pemerintah terdiri atas pinjaman bilateral Rp327,06 triliun, multilateral Rp419,89 triliun, dan komersial Rp41,71 triliun.

Sedangkan, utang pemerintah dari penerbitan SBN yang sebesar Rp3.702,77 triliun terdiri atas denominasi rupiah Rp2.675,04 triliun dengan rincian surat utang negara (SUN) sebesar Rp2.230,61 triliun dan surat berharga syariah negara (SBSN) Rp444,43 triliun.

Selanjutnya adalah SBN berdenominasi valas yang sebesar Rp1.027,72 triliun yang terdiri atas SUN Rp820,86 triliun dan SBSN sebesar Rp206,86 triliun.

Baca juga: Menkeu sebut realisasi belanja APBN 2019 pada Januari capai 6,3 persen
 

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Realisasi APBN 2019

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (20/2/2019). Menkeu melaporkan realisasi APBN 2019 hingga Januari 2019 tercatat defisit Rp 45,8 triliun atau 15,5 persen terhadap PDB. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.

Menkeu sebut realisasi belanja APBN 2019 pada Januari capai 6,3 persen

Realisasi belanja pemerintah pusat semakin membaik dengan adanya peningkatan kualitas eksekusi anggaran kementerian/lembaga (K/L)

Jakarta (ANTARA News) – Belanja negara sepanjang Januari 2019 tercatat Rp153,8 triliun atau 6,3 persen dari pagu APBN 2019 senilai Rp2461,1 triliun, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu.

Dari nilai tersebut, belanja pemerintah pusat terealisasi Rp76,1 triliun atau mencapai 4,7 persen dari total anggaran belanja Rp1634,3 triliun.

“Bila dibanding tahun sebelumnya, ini terjadi kenaikan. Realisasi belanja pemerintah pusat yang terealisasi sepanjang Januari 2018 senilai Rp64,6 trilun atau 4,4 persen dari yang dianggarkan,” kata Sri Mulyani.

Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, mengklaim realisasi belanja pemerintah pusat semakin membaik dengan adanya peningkatan kualitas eksekusi anggaran yang dilakukan kementerian/lembaga (K/L).

Misalnya, belanja K/L per akhir Januari mencapai Rp32 triliun atau 3,7 persen dari pagu.

Realisasi belanja K/L itu meningkat 58,5 persen dibanding periode sama 2018 yang sebesar Rp20,2 triliun.

Selain itu, kualitas realisasi belanja juga tergambar dari alokasi belanja modal di berbagai K/L, yang sudah terikat kontrak sejak awal tahun.

Dari total alokasi belanja modal senilai Rp189,34 triliun, belanja modal senilai Rp32,13 triliun atau sebanyak 16,97 persen di antaranya sudah terikat kontrak.

“Itu angka realisasi belanja modal pada akhir Januari. Sampai 20 Februari, terus ada kenaikan yang sangat signifikan, dari 16 persen sekarang sudah 40 persen belanja modal yang sudah dilakukan kontrak,” ujar Ani.

Transfer daerah pada sepanjang periode yang sama tercatat senilai Rp77,4 triliun dari pagu anggaran Rp756,8 triliun.

Sedangkan realisasi belanja negara dari penyaluran dana desa baru mencapai Rp300 miliar dari total alokasi senilai Rp70 triliun di dalam APBN 2019.

Baca juga: Menkeu: Januari 2019 defisit APBN Rp45 triliun, lebih tinggi sebelumnya
Baca juga: Menkeu: Pemerintah terus godok kebijakan dukung pelaku ekonomi digital

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkeu: Januari 2019 defisit APBN Rp45 triliun, lebih tinggi sebelumnya

Pembiayaan anggaran sampai Januari ini kita telah merealisasi Rp122,5 triliun karena adanya front loading…

Jakarta (ANTARA News) – Realisasi defisit anggaran di APBN hingga akhir Januari 2019 mencapai Rp45,8 triliun atau 0,28 persen terhadap PDB, lebih tinggi dibanding defisit fiskal periode yang sama pada 2018 yang sebesar Rp37,7 triliun, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Defisit anggaran mencapai Rp45,8 triliun, lebih besar dari tahun lalu dalam periode yang sama Rp37 triliun,” kata Sri Mulyani dalam jumpa pers perkembangan APBN di Jakarta, Selasa.

Realisasi defisit anggaran ini berasal dari pendapatan negara sebesar Rp108,1 triliun atau lima persen dari target serta belanja negara Rp153,8 triliun atau 6,3 persen dari pagu.

Pendapatan negara tersebut mencakup penerimaan perpajakan Rp89,8 triliun atau lima persen dari target, dan penerimaan negara bukan pajak Rp18,3 triliun atau 4,8 persen dari target.

Penerimaan perpajakan tersebut berasal dari penerimaan pajak termasuk PPh migas sebesar Rp86 triliun atau 5,5 persen dari target dan penerimaan kepabeanan dan cukai Rp3,8 triliun atau 1,8 persen dari target.

Sedangkan, realisasi belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp76,1 triliun atau 4,7 persen dari pagu serta transfer ke daerah dan dana desa mencapai Rp77,7 triliun atau 9,4 persen dari pagu.

Belanja pemerintah pusat mencakup belanja Kementerian/Lembaga yang sudah mencapai Rp32 triliun atau 3,7 persen dari pagu serta belanja non-Kementerian/Lembaga sebesar Rp44,1 triliun atau 5,7 persen dari pagu.

Untuk menutup defisit anggaran tersebut, realisasi pembiayaan anggaran sudah mencapai Rp122,5 triliun atau lebih rendah dari tahun lalu Rp27,6 triliun.

“Pembiayaan anggaran sampai Januari ini kita telah merealisasi Rp122,5 triliun karena adanya front loading (pendanaan APBN melalui pasar modal di awal tahun) yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi kondisi pasar yang, dan kita lihat juga ada kesempatan yang cukup favorable (menguntungkan) pada bulan Januari ini,” ujar Sri.

Dalam kesempatan ini, pemerintah juga mencatat neraca keseimbangan primer mencapai defisit Rp22,8 triliun, dibandingkan pada periode sama di 2018 yang sebesar Rp14,2 triliun.

Baca juga: Kemenkeu: Belanja negara 2019 fokus pembangunan SDM yang kompetitif

Baca juga: Pemerintah hanya serap lelang sukuk Rp8,12 triliun

Baca juga: Rupiah ditutup menguat terpicu sikap Bank Sentral AS

Baca juga: IHSG ditutup menguat seiring positifnya bursa regional Asia
    

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rupiah ditutup menguat terpicu sikap Bank Sentral AS

Kemungkinan besar BI akan mempertahankan suku bunganya karena ekonomi kita stabil, pilpres juga biasa saja

Jakarta (ANTARA News) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu sore, menguat 59 poin menjadi Rp14.044 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.103 per dolar dipicu sikap dovish‘ Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed).

“The Fed kemungkinan akan membahas tentang menahan untuk kenaikan suku bunga. Bisa saja di 2019 ekonomi terus melambat sehingga The Fed tidak akan menaikkan suku bunganya,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim di Jakarta, Rabu.

Para pelaku pasar memang tengah menantikan risalah hasil pertemuan dewan rapat kebijakan bank sentral AS atau Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis malam ini.

Pada pertemuan 30 Januari 2019 lalu, The Fed mempertahankan suku bunga acuannya dan mengatakan akan bersabar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Dari eksternal lainnya, adanya harapan bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May akan membuat kemajuan dalam mencari perubahan dalam perjanjian Brexit dengan Uni Eropa, menekan dolar AS.

PM Inggris dan pejabat Uni Eropa kini sedang bekerja untuk merevisi naskah dari kesepakatan Brexit yang sebelumnya sudah ditolak mentah-mentah oleh parlemen Inggris. “Ada optimisme parlemen akan menerima sehingga Inggris bisa keluar dari zona Eropa,” ujar Ibrahim.
 
Selain itu, penurunan harga minyak dunia juga memberikan sentimen positif bagi rupiah,  di mana akan memengaruhi impor bahan bakar minyak (BBM) sehingga membantu neraca perdagangan Februari 2019.

Sementara itu, dari domestik, Bank Indonesia (BI) pada Kamis (21/2) besok diprediksi akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya atau BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 6 persen.

“Kemungkinan besar BI akan mempertahankan suku bunganya karena ekonomi kita stabil, pilpres juga biasa saja. Pasar masih optimistis,” kata Ibrahim.

Nilai tukar (kurs) rupiah sendiri pada pagi hari dibuka menguat Rp14.064 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.040 per dolar AS hingga Rp14.072 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.055 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.119 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah diprediksi menguat dipicu keyakinan kesepakatan perdagangan AS-China

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkeu: Januari 2018 defisit APBN Rp45 triliun, lebih tinggi sebelumnya

Pembiayaan anggaran sampai Januari ini kita telah merealisasi Rp122,5 triliun karena adanya front loading…

Jakarta (ANTARA News) – Realisasi defisit anggaran di APBN hingga akhir Januari 2019 mencapai Rp45,8 triliun atau 0,28 persen terhadap PDB, lebih tinggi dibanding defisit fiskal periode yang sama pada 2018 yang sebesar Rp37,7 triliun, kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

“Defisit anggaran mencapai Rp45,8 triliun, lebih besar dari tahun lalu dalam periode yang sama Rp37 triliun,” kata Sri Mulyani dalam jumpa pers perkembangan APBN di Jakarta, Selasa.

Realisasi defisit anggaran ini berasal dari pendapatan negara sebesar Rp108,1 triliun atau lima persen dari target serta belanja negara Rp153,8 triliun atau 6,3 persen dari pagu.

Pendapatan negara tersebut mencakup penerimaan perpajakan Rp89,8 triliun atau lima persen dari target, dan penerimaan negara bukan pajak Rp18,3 triliun atau 4,8 persen dari target.

Penerimaan perpajakan tersebut berasal dari penerimaan pajak termasuk PPh migas sebesar Rp86 triliun atau 5,5 persen dari target dan penerimaan kepabeanan dan cukai Rp3,8 triliun atau 1,8 persen dari target.

Sedangkan, realisasi belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp76,1 triliun atau 4,7 persen dari pagu serta transfer ke daerah dan dana desa mencapai Rp77,7 triliun atau 9,4 persen dari pagu.

Belanja pemerintah pusat mencakup belanja Kementerian/Lembaga yang sudah mencapai Rp32 triliun atau 3,7 persen dari pagu serta belanja non-Kementerian/Lembaga sebesar Rp44,1 triliun atau 5,7 persen dari pagu.

Untuk menutup defisit anggaran tersebut, realisasi pembiayaan anggaran sudah mencapai Rp122,5 triliun atau lebih rendah dari tahun lalu Rp27,6 triliun.

“Pembiayaan anggaran sampai Januari ini kita telah merealisasi Rp122,5 triliun karena adanya front loading (pendanaan APBN melalui pasar modal di awal tahun) yang dilakukan dalam rangka mengantisipasi kondisi pasar yang, dan kita lihat juga ada kesempatan yang cukup favorable (menguntungkan) pada bulan Januari ini,” ujar Sri.

Dalam kesempatan ini, pemerintah juga mencatat neraca keseimbangan primer mencapai defisit Rp22,8 triliun, dibandingkan pada periode sama di 2018 yang sebesar Rp14,2 triliun.

Baca juga: Kemenkeu: Belanja negara 2019 fokus pembangunan SDM yang kompetitif

Baca juga: Pemerintah hanya serap lelang sukuk Rp8,12 triliun

Baca juga: Rupiah ditutup menguat terpicu sikap Bank Sentral AS

Baca juga: IHSG ditutup menguat seiring positifnya bursa regional Asia
    

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rupiah ditutup menguat terpicu sikap “dovish” The Fed

Kemungkinan besar BI akan mempertahankan suku bunganya karena ekonomi kita stabil, pilpres juga biasa saja

Jakarta (ANTARA News) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu sore, menguat 59 poin menjadi Rp14.044 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.103 per dolar dipicu sikap dovish‘ Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed).

“The Fed kemungkinan akan membahas tentang menahan untuk kenaikan suku bunga. Bisa saja di 2019 ekonomi terus melambat sehingga The Fed tidak akan menaikkan suku bunganya,” kata Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim di Jakarta, Rabu.

Para pelaku pasar memang tengah menantikan risalah hasil pertemuan dewan rapat kebijakan bank sentral AS atau Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis malam ini.

Pada pertemuan 30 Januari 2019 lalu, The Fed mempertahankan suku bunga acuannya dan mengatakan akan bersabar terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Dari eksternal lainnya, adanya harapan bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May akan membuat kemajuan dalam mencari perubahan dalam perjanjian Brexit dengan Uni Eropa, menekan dolar AS.

PM Inggris dan pejabat Uni Eropa kini sedang bekerja untuk merevisi naskah dari kesepakatan Brexit yang sebelumnya sudah ditolak mentah-mentah oleh parlemen Inggris. “Ada optimisme parlemen akan menerima sehingga Inggris bisa keluar dari zona Eropa,” ujar Ibrahim.
 
Selain itu, penurunan harga minyak dunia juga memberikan sentimen positif bagi rupiah,  di mana akan memengaruhi impor bahan bakar minyak (BBM) sehingga membantu neraca perdagangan Februari 2019.

Sementara itu, dari domestik, Bank Indonesia (BI) pada Kamis (21/2) besok diprediksi akan tetap mempertahankan suku bunga acuannya atau BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 6 persen.

“Kemungkinan besar BI akan mempertahankan suku bunganya karena ekonomi kita stabil, pilpres juga biasa saja. Pasar masih optimistis,” kata Ibrahim.

Nilai tukar (kurs) rupiah sendiri pada pagi hari dibuka menguat Rp14.064 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.040 per dolar AS hingga Rp14.072 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.055 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.119 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah diprediksi menguat dipicu keyakinan kesepakatan perdagangan AS-China

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Misbakhun optimistis pemerintah dapat jaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional

Hal ini juga didukung kebijakan fiskal dan moneter yang dilakukan dengan sangat hati-hati dan ditunjang reformasi struktural berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan sentimen dan kepercayaan investasi.

Jakarta (ANTARA News) – Anggota Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun menyatakan optimistis pemerintahan Presiden Joko Widodo dapat terus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional.
 
“Optimisme itu didasarkan pada perekonomian nasional tahun 2018 yang tetap tumbuh 5,3 persen pada saat kondisi perekonomian global dan domestik mengalami kesulitan,” kata Mukhammad Misbakhun melalui pernyataan tertulisnya, di Jakarta, Rabu.

Menurut  Misbakhun, banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional antara lain, perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok, kondisi politik di Eropa, hingga harga minyak dunia yang tidak stabil.  “Namun, saya yakin Indonesia masih tetap bisa tumbuh dan berkembang,” ujar Misbakhun.

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan pertimbangannya menyatakan optimistis pada perekonomian nasional, karena ada berbagai faktor yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut dia, faktor-faktor tersebut, pertama, adalah “domestic consumer spending” atau pengeluaran konsumsi domestik. Pemerintahan Presiden Joko Widodo, kata dia, melakukan percepatan  pembangunan infrastruktur perhubungan berupa jalan tol, bandara, maupun pelabuhan. 

Pemerintahan Presiden Joko Widodo, menurut dia, juga sangat peduli terhadap pembangunan infrastruktur desa. Melalui program dana desa, telah dibangun jalan-jalan desa, panjangnya samai ratusan ribu kilometer. Pembangunan pasar desa di  6.900 lokasi, hingga infrastruktur dasar di bidang perdagangan dan kesehatan seperti Posyandu  di 9.000 lokasi,

Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan itu menambahkan, keberhasilan program infrastruktur sangat berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya beli masyarakat.

“Ada faktor investasi swasta. Hal ini juga didukung kebijakan fiskal dan moneter yang dilakukan dengan sangat hati-hati dan ditunjang reformasi struktural berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan sentimen dan kepercayaan investasi,” katanya.

Kedua, adalah faktor investasi swasta yang juga didukung kebijakan fiskal dan moneter yang dilakukan dengan sangat hati-hati dan ditunjang reformasi struktural berkelanjutan.  “Ini yang akan mampu meningkatkan sentimen dan kepercayaan investasi,” katanya. 

Ketiga, adalah keberpihakan pemerintahan Presiden Jokowi pada peningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Influencer Tim Kampanye Joko Widodo-Ma’ruf Amin itu menegaskan, pertumbuhan ekonomi nasional akan dipengaruhi oleh revolusi industri gelombang keempat yang berbasis pada integrasi dunia online atau teknologi informasi dan produksi industri.

“Pemerintah sangat menyadari revolusi industri 4.0. Selama ini pemerintah berupaya menyiapkan SDM yang berkualitas yang didukung dengan kemampuan anak-anak muda memanfaatkan teknologi digital,” paparnya.

Pewarta: Riza Harahap
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah hanya serap lelang sukuk Rp8,12 triliun

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah menyerap dana Rp8,12 triliun dari lelang lima seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp21,32 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang diterima di Jakarta, Rabu, menyebutkan jumlah dana diserap memenuhi target indikatif sebesar Rp8 triliun.

Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS01082019 mencapai Rp1,3 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,48269 persen dan imbalan secara diskonto.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 1 Agustus 2019 sebesar Rp7,4 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 6,4375 persen dan tertinggi 7,25 persen.

Jumlah dimenangkan untuk seri PBS014 sebesar Rp2,8 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,68996 persen dan tingkat imbalan 6,5 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Mei 2021 ini mencapai Rp6,54 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,5 persen dan tertinggi 7,90625 persen.

Untuk seri PBS019, jumlah dimenangkan mencapai Rp1,62 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,89674 persen dan tingkat imbalan 8,25 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 September 2023 ini mencapai Rp1,9 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 7,78125 persen dan tertinggi 8,25 persen.

Untuk seri PBS021, jumlah dimenangkan mencapai Rp2,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,10316 persen dan tingkat imbalan 8,5 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 November 2026 ini mencapai Rp2,5 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 8,03125 persen dan tertinggi 8,40625 persen.

Pemerintah tidak memenangkan penawaran untuk seri PBS002, karena lelang sudah mencapai target indikatif, meski penawaran mencapai Rp2,81 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 8,53125 persen dan tertinggi 8,84375 persen.

Baca juga: Moody’s katakan penerbitan sukuk negara global diperkirakan pulih pada tahun ini

Pewarta: Satyagraha
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden ingatkan pemerintah desa, jaga perputaran uang dari dana desa

Jangan setelah bangun sesuatu, tapi tidak ada kegiatannya,

Jakarta (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pemerintah desa menjaga perputaran uang dari dana desa tetap di wilayah perdesaan.

“Tapi pasti saya lihat hasilnya dari Rp257 triliun itu apa. Ini juga saya tanyakan. Jangan terima anggarannya saja enak, tapi jadi apa? Ini penting,” kata Presiden dalam sambutannya pada acara Pengarahan kepada Peserta Rapat Koordinasi Nasional Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2019 di Ecovention Ocean Ecopark, Ancol, Jakarta, Rabu.

Sejumlah dana telah digelontorkan pemerintah pusat kepada pemerintah desa untuk pembangunan hingga 2018.

Menurut Presiden, pemerintah desa harus menjaga perputaran uang dana desa dengan membeli produk-produk bahan bangunan di wilayah desa hingga kecamatan untuk membangun infrastruktur.

Selain itu, mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta pemerintah desa untuk mempekerjakan tenaga kerja pembangunan infrastruktur desa dari daerah masing-masing. Dengan perputaran uang itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian desa.

Kepala Negara mengingatkan pemerintah desa harus memastikan ada kegiatan yang memanfaatkan fasilitas yang dibangun dari dana desa.

“Jangan setelah bangun sesuatu, tapi tidak ada kegiatannya,” kata Jokowi saat berdiskusi dengan seorang perwakilan pemerintah desa dari Provinsi Bengkulu.

Dana desa hingga akhir 2018 telah dimanfaatkan untuk membangun 191 ribu kilometer jalan desa, 58 ribu unit irigasi, dan 6.900 pasar di sejumlah desa.

Presiden menjelaskan dana desa dapat digunakan untuk membangun potensi wisata alam yang ada di desa. Selain itu, pemerintah desa diharapkan Presiden dapat menyuntikkan modal bagi pengembangan produk-produk unggulan daerahnya.

Rakornas itu diselenggarakan oleh Ditjen Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri. Sejumlah peserta yang hadir terdiri atas gubernur, bupati, dan kepala desa dari daerah-daerah di Indonesia.

Baca juga: Kemenkeu: Belanja negara 2019 fokus pembangunan SDM yang kompetitif

Baca juga: ASN milenial andalan songsong industri digital
 

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenkeu: Belanja negara 2019 fokus pembangunan SDM yang kompetitif

Hal ini untuk mencapai tujuan pertumbuhan dan kesejahteraan yang inklusif dan berkeadilan

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengharapkan belanja negara pada tahun ini dapat lebih berkualitas yaitu lebih diarahkan pada pembangunan fondasi sumber daya manusia Indonesia yang kompetitif.
 
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Rabu, mengatakan, pembangunan fondasi SDM Indonesia yang kompetitif harus dimulai dari penguatan layanan dasar pada tiga sektor utama, yaitu infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

“Semakin besarnya komitmen pemerintah menginvestasikan APBN pada tiga sektor utama tersebut harus didukung oleh komitmen seluruh kementerian/lembaga (K/L) serta partisipasi publik dalam mengawal pelaksanaannya. Hal ini untuk mencapai tujuan pertumbuhan dan kesejahteraan yang inklusif dan berkeadilan,” ujar Frans, panggilan akrabnya.

Pada 2019 pemerintah telah mengalokasikan anggaran belanja untuk infrastruktur sebesar Rp415 triliun. Target utama tertuju pada pembangunan dan revitalisasi 1.834 kilometer jalan, 37.177 meter jembatan, penyediaan 6.873 unit rumah susun, penyelesaian pembangunan 48 unit bendungan, empat bandara baru, dan 394,8 kilometer jalur kereta api serta pembangunan dan rehabilitasi irigasi bagi 170,4 ribu hektar lahan. 
 
Di bidang kesehatan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp123,1 triliun dengan fokus utama untuk menyediakan Jaminan Kesehatan Nasional bagi 96,8 juta penerima. 

Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sejumlah Rp492,5 triliun di bidang pendidikan untuk perluasan akses Program Indonesia Pintar bagi 20,1 juta siswa, penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mendukung kegiatan belajar 55,8 juta siswa, penyaluran beasiswa Bidikmisi bagi 471,8 ribu mahasiswa, dan penyaluran Tunjangan Profesi Guru bagi 1,4 juta guru.

Selain itu, Kemenkeu melalui Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) juga melakukan proses monitoring dan evaluasi atas kinerja anggaran yang dikelola oleh seluruh kementerian/lembaga. Hal itu merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas belanja secara utuh dan berkesinambungan.

DJPb dan DJA secara bersama-sama telah melaksanakan evaluasi atas kinerja pengelolaan keuangan negara, yang meliputi kinerja penganggaran dan pelaksanaan anggaran. 

“Hasil evaluasi menunjukkan bahwa serapan belanja K/L tahun 2018 yang optimal tidak lepas dari pola eksekusi anggaran oleh satuan kerja K/L secara keseluruhan yang semakin baik,” ujar Frans.

Baca juga: Menkeu sebut realisasi belanja negara 2018 capai 99,2 persen
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

MRT di mata Wapres: beri keuntungan ekonomi jangka panjang

ANTARA – Wapres Jusuf Kalla mengingatkan pola subsidi lazim diterapkan untuk angkutan massal di seluruh dunia. Menuruitnya, angkutan massal yang terkelola secara baik akan memberikan keuntungan ekonomi jangka panjang. Wapres akan meninjau kesiapan Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT).

Rupiah menguat didorong keyakinan tercapainya kesepakatan AS-China

Sentimen positif datang dari Presiden AS Donald Trump yang mengatakan pembicaraan perdagangan dengan China berlangsung baik…

Jakarta (ANTARA News) – Nilai tukar rupiah pada Rabu menguat didorong keyakinan pelaku pasar akan tercapainya kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.
   
Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Rabu, mengatakan, dolar melemah terhadap hampir semua mata uang kuat utama dunia. Hal tersebut didorong oleh ekspektasi investor bahwa akan tercapai kesepakatan perdagangan antara AS-China dalam perundingan perjanjian perdagangan berikutnya.
   
“Permintaan dolar sebagai aset safe haven melemah dan mendorong penguatan yuan China yang meningkat tadi malam. Rupiah kemungkinan besar menguat seiring penguatan yuan terhadap dolar tersebut,” ujar Ahmad. 
   
Para pelaku pasar masih mengamati perundingan dagang antara AS dan China yang merupakan dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Pembicaraan sebelumnya di Beijing berakhir dengan kesepakatan, oleh sebab itu para pelaku pasar masih mengikuti pembicaraan lanjutan di Washington ini.
     
Sentimen positif datang dari Presiden AS Donald Trump yang mengatakan pembicaraan perdagangan dengan China berlangsung baik dan menambahkan bahwa tenggat waktu Maret kemungkinan akan diundur. 
   
Selain itu, para pelaku pasar juga menantikan risalah hasil pertemuan dewan rapat kebijakan bank sentral AS atau Federal Open Market Committee (FOMC).
   
Ahmad memperkirakan, pada hari ini rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.000 per dolar AS hingga Rp.14.050 per dolar AS.
   
Hingga pukul 9.51 WIB, nilai tukar rupiah masih bergerak menguat 50 poin menjadi Rp14.053 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.103 per dolar AS.

Baca juga: BI: Lambannya perundingan dagang AS-China turut sebabkan pelemahan rupiah

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yuan China menguat jadi 6,7558 terhadap Dolar AS

Beijing (ANTARA News) – Kurs tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan menguat 84 basis poin menjadi 6,7558 terhadap dolar AS pada Rabu, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja.

Baca juga: Yuan menguat tipis 17 basis poin terhadap dolar AS 

Pewarta:
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rupiah Rabu pagi menguat 60 poin

   Jakarta (Antara News) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi bergerak menguat 60 poin menjadi Rp14.043 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.103 per dolar AS. 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dolar AS melemah di tengah optimisme perdagangan global

Para investor mencerna berita bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May akan bertemu Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker di Brussels pada Rabu waktu setempat untuk memperjuangkan konsensus Brexit

New York (ANTARA News) – Kurs dolar AS terus melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena sentimen pengambilan risiko tetap bersama investor dengan harapan bahwa ketegangan perdagangan global mungkin akan berkurang.

Dolar Australia, secara luas dilihat sebagai barometer “mood” risiko global, memperpanjang kenaikannya terhadap dolar AS, karena China dan Amerika Serikat akan melakukan putaran baru konsultasi ekonomi dan perdagangan di Washington minggu ini.

Pound Inggris juga terus beringsut lebih tinggi terhadap dolar AS pada Selasa (19/2).

Para investor mencerna berita bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa May akan bertemu Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker di Brussels pada Rabu waktu setempat untuk memperjuangkan konsensus Brexit.

May akan memberikan proposal hukum baru kepada Uni Eropa untuk menyelesaikan masalah “backstop” Irlandia, sebuah rintangan utama bagi Brexit yang lancar, menurut Guardian.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1340 dolar AS dari 1,1312 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3067 dolar AS dari 1,2927 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7169 dolar AS dari 0,7130 dolar AS.

Dolar AS dibeli 110,65 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,58 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1.0007 franc Swiss dari 1,0041 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3212 dolar Kanada dari 1,3237 dolar Kanada.

Baca juga: Dolar melemah tertekan penurunan ekonomi AS

Pewarta:
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kementerian ESDM gandeng BNN berantas penyalahgunaan narkotika

Pencegahan narkoba ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab sebagai kepala keluarga, kepala lembaga, tetapi tanggung jawab atas nama kemanusiaan

Jakarta (ANTARA News) – Kementerian ESDM menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mencegah, memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan kementerian tersebut.

Komitmen kedua lembaga itu tertuang dalam kerja sama tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) di lingkungan Kementerian ESDM yang ditandatangani oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Kepala BNN Heru Winarko di Jakarta, Selasa.

“Pencegahan narkoba ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tanggung jawab sebagai kepala keluarga, kepala lembaga, tetapi tanggung jawab atas nama kemanusiaan,” kata Jonan.

Ia berpesan agar kerja sama tersebut berjalan dengan baik dibutuhkan komitmen dalam pelaksanaannya.

“Sektor ESDM ini sangat luas, Kementerian ESDM sendiri memiliki sekitar 7.000-an pegawai, serta ribuan Badan Usaha sektor ESDM, maka kegiatan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika atau P4GN harus jadi perhatian dan tentunya ditingkatkan,” ungkap Jonan.

Ada pun bagi badan usaha, manajemen diminta untuk mendukung pelaksanaan P4GN dengan mewajibkan seluruh pegawai di lingkungan masing-masing untuk melakukan sosialisasi bahaya narkoba dan tes urine narkoba.

Pelaksanaan P4GN dilakukan untuk melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Tahun 2018-2019. 

Kementerian ESDM sendiri telah melaksanakan P4GN sejak tahun 2016, meliputi sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika, pelaksanaan tes urine narkoba dan pembentukan Penggiat Anti-Narkoba di lingkungan Kementerian ESDM.

Khusus pelaksanaan tes urine, Kementerian ESDM telah secara rutin melaksanakannya sejak 2016 dan melibatkan seluruh aparatur sipil negara Kementerian ESDM yang berlokasi di Jakarta. 

Sementara untuk Penggiat Anti-Narkoba di lingkungan Kementerian ESDM mencapai sejumlah 33 orang yang secara aktif berperan dalam gerakan pencegahan dan pemberantasan narkotika.

Kepala BNN Heru Winarko berharap kerja sama itu dapat berperan dalam melaksanakan kegiatan P4GN, baik secara internal maupun melibatkan badan usaha sektor ESDM, termasuk dalam hal sosialisasi pencegahan narkoba. 

“Saat ini pengguna narkoba di Indonesia sudah mencapai sekitar 4 juta orang, sehingga kerja sama dengan Kementerian ESDM diharapkan mampu mencegah meningkatnya jumlah pengguna narkoba,” katanya.

Ruang lingkup kerja sama yang ditandatangani kedua lembaga meliputi penyebarluasan informasi; peningkatan peran serta sebagai Relawan dan Penggiat Anti-Narkoba serta Agen Pemulihan; deteksi dini atas penyalahgunaan narkotika di lingkungan Kementerian ESDM; dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Kerja sama juga meliputi pemanfaatan sarana dan prasarana; pertukaran data dan/atau informasi; serta kegiatan lain yang disepakati.
 

Pewarta:
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkeu: Pemerintah terus godok kebijakan dukung pelaku ekonomi digital

Kita juga bisa membuat berbagai pendekatan agar kegiatan mereka itu bisa tumbuh terus meningkat

Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah terus menggodok formula kebijakan, khususnya fiskal, yang tepat, untuk mendukung pelaku usaha ekonomi digital dapat semakin berkembang.
   
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, sebagaimana paket kebijakan ekonomi sebelumnya, ekonomi digital termasuk salah satu sektor yang mendapatkan dukungan dari pemerintah, misalkan dalam pemberian insentif perpajakan.
   
“Namun, bagi kita untuk bisa mempelajari dan memahami, kita sekarang sebetulnya sedang di dalam komunikasi dengan para pelaku untuk mengetahui ekosistemnya mereka. Sehingga, kita juga bisa membuat berbagai pendekatan agar kegiatan mereka itu bisa tumbuh terus meningkat,” ujarnya usai dialog ekonomi dan kebijakan fiskal dengan para pengusaha di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa.
   
Hingga kini, pemerintah memperlakukan para pelaku ekonomi digital sebagai suatu industri yang tengah berkembang dan memahami model bisnis mereka. 
   
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, dukungan pemerintah bisa saja nantinya dalam bentuk insentif untuk penelitian dan pengembangan atau insentif dengan mekanisme lainnya.
   
“Jadi support yang sifatnya langsung seperti itu untuk para start up baru yang kadang-kadang menghadapi permodalan dan bagaimana mereka menghadapi risiko terutama pada risiko kegagalan awal. Itu sedang terus digodok untuk terus bisa mendapatkan treatment dan support yang memang sesuai dengan mereka,” kata Ani, panggilan akrabnya.
   
Sebelumnya Sri Mulyani mengatakan, potensi demografi penduduk Indonesia yang didominasi dengan generasi melek teknologi diyakini menjadi potensi pasar ekonomi digital yang besar.
   
Menurutnya, tren bisnis mulai berubah. Banyak perusahaan konvensional yang pindah atau mengembangkan aspek digital, sehingga pemerintah pun terus berkomunikasi dengan perusahaan-perusahaan atau marketplace digital untuk mendapatkan masukan mengenai bisnis model mereka dan apa yang perlu disesuaikan dari sisi perpajakan.
 
Indonesia saat ini memiliki empat perusahaan rintisan (start up) skala unicorn atau mempunyai valuasi di atas satu miliar dolar AS atau Rp14 triliun yakni Go-Jek Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia. 
   
Menurutnya, Indonesia mampu membuat perusahaan sekaliber global. Hal ini menjadi daya tarik bagi para pemain digital dunia untuk datang ke Indonesia.

“Oleh karena itu, pemerintah akan memperbaiki dari sisi kebijakan, yakni memberikan insentif dan berkomunikasi dengan mereka agar terus memberikan nilai tambah,” kata Sri Mulyani.

Baca juga: JK: Perusahaan rintisan unicorn datangkan investasi
Baca juga: Menkeu dukung peningkatan SDM untuk penguatan Unicorn

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkeu: Insentif “super deductible tax” semoga selesai Maret

Ini tidak ada hubungannya dengan pemilu ya. Tapi, pokoknya itu sudah ‘on pipeline’

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan insentif fiskal super deductible tax atau pemotongan pajak kepada industri yang melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi serta membangun pusat penelitian dan pengembangan di Indonesia, ditargetkan rampung pada Maret 2019.

“Ini tidak ada hubungannya dengan pemilu ya. Tapi, pokoknya itu sudah on pipeline, sudah ada semenjak awal tahun atau bahkan akhir tahun lalu. Jadi, memang semoga bisa selesai Maret ini ya,” ujar Sri Mulyani saat jumpa pers di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa.
 
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menuturkan, saat ini formulasi untuk super deductible tax sudah selesai dan tinggal tahap finalisasi.
   
“Antara pajak super deduction untuk vokasi dan juga super deduction untuk riset dan development itu, semua formulasinya sudah,” kata Ani, panggilan akrabnya.
   
Menurutnya, Kementerian Keuangan tengah melakukan harmonisasi dengan kementerian dan lembaga terkait, dan apabila proses harmonisasi tersebut berjalan dengan cepat, maka dalam waktu dekat insentif tersebut akan diluncurkan.
   
“Kalau harmonisasi antarkementerian lembaga cepat, maka biasanya kita akan bisa lakukan cepat. Jadi, umpamanya inisiator dari kementerian seperti Menteri Perindustriannya juga cepat, kemarin seperti mobil listrik, juga kita lakukan secara cepat,” ujar Ani.
   
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah akan melakukan revisi peraturan pemerintah (PP) untuk dapat mengimplementasikan kebijakan super deductible tax.
 
“Kita melakukan revisi PP-nya. PP yang membuka ruang, PP yang juga dipakai sebagai dasar tax holiday, karena ini kan juga sama prinsipnya yaitu memberikan tambahan pembebasan,” ujarnya.

Baca juga: Menkeu yakin dana repatriasi “tax amnesty” tetap bertahan
Baca juga: Pengajuan “tax holiday” sektor industri meningkat

 

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dipicu pelemahan dolar, rupiah ditutup menguat

Pada pekan ini, rupiah berpeluang menguat di bawah Rp14.000 apabila sentimen eksternal dan domestik sesuai ekspektasi

Jakarta (ANTARA News) – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore menguat 4 poin menjadi Rp14.103 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.107 per dolar AS dipicu pelemahan dolar AS.
   
“Rupiah hari ini sebenarnya flat. Tapi bisa dibilang sedikit menguat karena dolar AS sedang melemah karena pelaku pasar masih optimis akan negosiasi AS-China,” kata analis pasar uang Monex Investindo Futures Faisyal di Jakarta, Selasa.
   
Selain itu, lanjutnya, pelaku pasar masih menunggu hasil pertemuan dewan rapat kebijakan bank sentral AS atau Federal Open Market Committee (FOMC). 
   
“Itu juga membuat rupiah masih sedikit menguat namun terbatas mengingat pasar juga masih melihat perkembangan lainnya seperti Brexit dan lainnya,” kata Faisyal.
   
Penguatan rupiah juga didukung oleh turunnya harga minyak. Sementara itu, dari sisi domestik relatif masih minim sentimen positif.
   
Pada pekan ini, rupiah berpeluang menguat di bawah Rp14.000 apabila sentimen eksternal dan domestik sesuai ekspektasi.
   
“Sepekan ini sebenarnya masih menunggu beberapa agenda penting. Selain pertemuan AS-China, Kamis juga ada Rapat Dewan Gubernur BI. Jika mereka optimis akan ekonomi Indonesia, dolar tertekan dibalik hasil pertemuan AS-China, hasil pertemuan FOMC juga dovish, tidak tertutup kemungkinan rupiah menguat di bawah Rp14.000,” ujar Faisyal.
   
Nilai tukar (kurs) rupiah sendiri pada pagi hari dibuka melemah Rp14.113 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.101 per dolar AS hingga Rp14.130 per dolar AS.
 
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.119 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.106 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah diprediksi menguat dipicu keyakinan kesepakatan perdagangan AS-China
Baca juga: Putaran baru perundingan dagang AS-China bakal dimulai di Washington

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menkeu dengarkan masukan pengusaha terkait RAPBN 2020

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Keuangan Sri Mulyani mendengarkan masukan dan saran dari para pengusaha di tengah penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.
 
 “Kami ingin mendengarkan lagi ke pelaku usaha bagaimana kami mendesain fiskal di 2020. Kalau saya bicara fiscal policy, itu ada dari sisi pajak, cukai, PNBP, ada sisi belanja negara, belanja pusat melalui bendahara umum negara, kementerian lembaga sampai desa,” ujar Sri Mulyani di depan pengusaha saat dialog ekonomi dan kebijakan fiskal di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa.
   
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengklaim, saat ini APBN Indonesia relatif sehat dan stabil, hal tersebut tak lepas dari kerja sama yang baik antara pemerintah dan juga dunia usaha.
 
Dengan kondisi tersebut, ia menilai perlu dipikirkan upaya-upaya bersama antara pemerintah dan pengusaha, untuk membuat perekonomian makin tumbuh sehat, kuat, stabil, dan berkelanjutan serta berkeadilan.

“Di semua negara di dunia APBN sehat adalah aset yang penting. Nah mumpung ekonomi positif dan APBN sehat, saya mau menawarkan mari bersama-sama 2020 akan seperti apa. Saya ingin jadi tradisi yang kita bangun sehingga presiden menyampaikan ke DPR pada Agustus, RUU APBN, saya tahu nih,” kata Ani, panggilan akrabnya.

Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen untuk terus berinteraksi dan berdialog dengan pengusaha untuk bersama-sama menjaga perekonomian Indonesia menjadi kondusif.

“Bapak ibu, kita sekarang fokus apa yang kita jaga dan kita kerjakan. Kita tetap ingin menjaga Indonesia tetap baik, ekonomi tetap baik, melihat bisnis bapak ibu tetap jalan sehingga kita bisa mendapatkan dengan baik.  Ekonomi kemudian bisa tumbuh, masyarakat punya confidence, policy jalan, investasi tumbuh, dan ekspor bisa tumbuh maksimal,” ujarnya.

Baca juga: Menkeu paparkan arah pembiayaan investasi 2019 di raker DPR
Baca juga: Menkeu sambut baik asumsi dasar RAPBN 2019

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tersaingi tekfin, OJK minta BPR konsolidasi perkuat modal

Kalau mereka (BPR) gabung, mereka modalnya bertambah, sumber daya manusia juga mumpuni

Jakarta (ANTARA News) – Otoritas Jasa Keuangan meminta bank perkreditan rakyat (BPR) yang tidak bisa memenuhi syarat modal inti minimum pada 2019, segera berkonsolidasi untuk memperkuat modal, ketimbang tumbuh stagnan dan berisiko dikalahkan perusahaan sejenis berbasis teknologi finansial (tekfin).

“Daripada kecil-kecil modalnya di bawah Rp3 miliar dan di bawah Rp6 miliar, mereka tidak bisa bersaing dengan peer to peer lending (tekfin), bahkan rentenir. Nah, kalau mereka (BPR) gabung, mereka modalnya bertambah, sumber daya manusia juga mumpuni,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana di Gedung BI, Jakarta, Selasa.

Saat ini, menurut dia, terdapat sekitar 1.700 BPR di Indonesia, yang di antara kepemilikannya juga banyak berasal dari badan usaha milik daerah. 

Sesuai Peraturan OJK No 5/POJK.03/2015 tentang Kewajiban Modal Minimum BPR disebutkan bahwa pada akhir 2019, bank harus memenuhi ketentuan modal minimal Rp3 miliar. Sedangkan pada 2024, modal minimal BPR mesti sebesar Rp6 miliar.

Heru mengatakan dirinya sudah memanggil para pimpinan BPR tersebut.

“Para pemilik sudah saya kumpulkan. Saya tanya ‘Anda mampu tidak mengumpulkan modal minimum Rp6 miliar?’ Kalau itu terasa berat, silahkan cari partner (mitra) saja. Kan banyak sekali BPR ada 1.700,” ujarnya

Heru masih mengkaji skema yang tepat untuk konsolidasi BPR itu karena terkait skema konsolidasi yang berdasarkan wilayah atau jenis kepemilikan.

“Ada kan, beberapa BPR dimiliki satu pemilik yang dia punya banyak BPR. Kenapa tidak digabung saja biar kuat,” ujar dia.

Inisiatif konsolidasi BPR itu juga berangkat dari masih minimnya kontribusi BPR bagi perekonomian daerah.

Banyak BPR di daerah yang belum optimal menjalankan fungsi intermediasi ekonomi perbankan, bahkan belum mampu menyumbang ke pendapatan asli daerah karena minimnya kepemilikan modal.

Sebelumnya, pada Senin (18/2) malam, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta bank perkreditan rakyat (BPR) lebih mandiri dan mampu mendukung kemajuan perekonomian masyarakat daerah.

Ia mengimbau BPR dalam naungan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Milik Pemerintah Daerah (Perbamida) se-Indonesia lebih intensif berdiskusi dengan BI dan OJK untuk memunculkan inisiatif kebijakan yang mendukung perkembangan BPR.

“BPR harus mampu mandiri, berinovasi dan terus memberikan berbagai dukungan bagi kemajuan daerah. Hal kecil misalnya ATM, itu masih menjadi permasalahan yang belum tuntas dan harus segera dituntaskan demi kenyamanan pengguna jasa perbankan,” kata dia.

Baca juga: Mendagri: BPR harus terus bantu kemajuan daerah
Baca juga: Lindungi investor, OJK akan bentuk dana ganti rugi
 

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Di Perdagangan Asia, minyak Brent turun dari tertinggi 2019

Mengatasi ketegangan perdagangan global adalah kunci untuk meningkatkan prospek ekonomi

Singapura (ANTARA News) – Harga minyak mentah Brent turun dari tertinggi 2019 di perdagangan Asia pada Selasa pagi, di tengah kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi dapat mengurangi permintaan bahan bakar tahun ini, meskipun pemotongan pasokan yang dipimpin oleh kartel produsen OPEC masih berarti pasar relatif ketat.

Minyak mentah berjangka internasional Brent berada di 66,08 dolar AS per barel pada pukul 02.20 GMT (09.20 WIB), turun 42 sen AS atau 0,6 persen dari penutupan terakhir mereka, tetapi masih tidak jauh dari tertinggi 2019 di 66,83 dolar AS per barel di sesi sebelumnya.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI), berada di 55,71 dolar AS per barel, sementara naik 12 sen AS dari penyelesaian terakhir mereka, namun masih di bawah tertinggi 2019 di 56,33 dolar AS pada hari sebelumnya.

Para pedagang mengatakan koreksi sedikit turun didorong oleh kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi global tahun ini.

Bank of America Merrill Lynch mengatakan dalam sebuah catatan bahwa sengketa perdagangan AS dan China  telah merusak pertumbuhan ekonomi secara global.

“Mengatasi ketegangan perdagangan global adalah kunci untuk meningkatkan prospek ekonomi,” katanya dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.

Wakil perdana menteri dan kepala perunding perdagangan China, Liu He, dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer memimpin putaran pembicaraan perdagangan minggu ini di Washington.

Baca juga: Putaran baru perundingan dagang AS-China bakal dimulai di Washington

Mempertimbangkan prospek ekonomi serta keseimbangan penawaran dan permintaan, bank mengatakan pihaknya memperkirakan harga Brent rata-rata antara 50 dolar AS hingga 70 dolar AS per barel, “berlabuh di sekitar 60 dolar AS.”

Meskipun ada beberapa kehati-hatian di seputar perdagangan, pasar minyak global tetap relatif ketat karena pemangkasan pasokan dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang didominasi Timur Tengah, dengan eksportir minyak mentah terbesar Arab Saudi memotong paling banyak.

Ekspor minyak mentah lintas laut Saudi turun pada paruh pertama Februari, dengan keberangkatan berdiri di 6,204 juta barel per hari (bph), turun 1,341 juta bph pada bulan sebelumnya dan turun 0,91 juta bph pada tahun tersebut, kata perusahaan data intelijen Kpler.

Dukungan lebih lanjut bagi pasar minyak adalah sanksi-sanksi AS terhadap eksportir minyak Iran dan Venezuela.

Venezuela adalah pemasok minyak mentah utama ke kilang-kilang AS, sementara Iran adalah eksportir utama ke pusat-pusat permintaan utama di Asia, terutama China dan India.

Baca juga: Harga minyak naik, investor kian optimis kesepakatan produksi OPEC

Baca juga: Indian Oil tandatangani kesepakatan tahunan pertama pembelian minyak AS

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yuan menguat tipis 17 basis poin terhadap dolar AS

Beijing (ANTARA News) – Kurs tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan menguat 17 basis poin menjadi 6,7642 terhadap dolar AS pada Selasa, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Rupiah melemah 11 poin, di atas Rp14.100

Baca juga: IHSG dibuka menguat, tembus kembali 6.500

Baca juga: Bursa China menguat, Indeks Komposit Shanghai dibuka naik 0,19 persen

Baca juga: Harga minyak naik, investor kian optimis kesepakatan produksi OPEC

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rupiah diprediksi menguat dipicu keyakinan kesepakatan perdagangan AS-China

Rupiah kemungkinan terkena imbas positif dari kenaikan dolar Australia dan yen terhadap dolar AS tersebut

Jakarta (ANTARA News) – Nilai tukar (kurs) rupiah pada Selasa ini diprediksi akan menguat diipicu keyakinan tercapainya kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Ekonom dari Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Selasa, mengatakan, dolar melemah terhadap hampir semua mata uang kuat utama dunia terutama euro dan dolar Australia.

Hal tersebut didorong oleh pernyataan keyakinan investor bahwa perjanjian perdagangan akan tercapai antara AS-China. 
 
“Rupiah kemungkinan terkena imbas positif dari kenaikan dolar Australia dan yen terhadap dolar AS tersebut,” ujar Ahmad. 

Perbincangan kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China memang masih akan berlanjut dengan pertemuan di Washington pada pekan ini. 

Baca juga: Putaran baru perundingan dagang AS-China bakal dimulai di Washington

Optimisme kembali bangkit dengan pernyataan kedua belah pihak yang mengutarakan hal serupa mengenai konsensus dan produktifitas. 

Ahmad memperkirakan, pada hari ini rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.080 per dolar AS hingga Rp.14.115 per dolar AS.

Hingga pukul 10.13 WIB, nilai tukar rupiah masih bergerak melemah 13 poin menjadi Rp14.120 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.107 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.119 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.106 per dolar AS.

Baca juga: Analis: IHSG rawan terkoreksi, meski “menghijau” seiring bursa Asia

Baca juga: Harga minyak naik, investor kian optimis kesepakatan produksi OPEC
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Putaran baru perundingan dagang AS-China bakal dimulai di Washington

Washington (ANTARA News) – Putaran baru perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan China untuk menyelesaikan perang dagang mereka akan berlangsung di Washington pada Selasa waktu setempat, dengan sesi-sesi tindak lanjut pada tingkat yang lebih tinggi di akhir pekan ini, Gedung Putih mengatakan pada Senin (18/2).

Pembicaraan itu mengikuti putaran perundingan yang berakhir pekan lalu di Beijing, China,  tanpa kesepakatan, tetapi menurut para pejabat telah menghasilkan kemajuan pada isu-isu kontroversial antara kedua mitra dagang.

Pembicaraan tersebut bertujuan untuk “mencapai perubahan struktural yang diperlukan di China yang memengaruhi perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Kedua belah pihak juga akan membahas janji China untuk membeli sejumlah besar barang dan jasa dari Amerika Serikat, Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.

Baca juga: Rupiah melemah 11 poin, di atas Rp14.100

Baca juga: IHSG dibuka menguat, tembus kembali 6.500

Baca juga: Harga minyak naik, investor kian optimis kesepakatan produksi OPEC

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rupiah melemah 11 poin, di atas Rp14.100

Jakarta (ANTARA News) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi, bergerak melemah 11 poin menjadi Rp14.118 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.107 per dolar AS.

Baca juga: Harga minyak naik, investor kian optimis kesepakatan produksi OPEC

Baca juga: Bursa Tokyo melemah, Indeks Nikkei 225 dibuka turun 52,23 poin

Baca juga: Saham sektor teknologi bantu angkat Bursa Australia

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga minyak naik, investor kian optimis kesepakatan produksi OPEC

Kami melihat kenaikan harga saat ini sebagai berlebihan dan melihat potensi koreksi meningkat

London (ANTARA News) – Harga minyak dunia naik untuk hari kelima pada perdagangan Senin (Selasa dini hari WIB), berada di jalur untuk kuartal pertama terkuat dalam delapan tahun terakhir, berkat keyakinan yang tumbuh di kalangan investor bahwa pengurangan pasokan OPEC akan mencegah penumpukan bahan bakar yang tidak digunakan, meskipun kekhawatiran terhadap ekonomi China menahan kenaikan.

Minyak mentah berjangka Brent terakhir naik 16 sen AS menjadi diperdagangkan di 66,41 dolar AS per barel pada pukul 18.50 GMT (01.50 WIB), setelah menyentuh tertinggi 2019 di 66,83 dolar AS pada hari sebelumnya, sementara minyak berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) naik 47 sen AS menjadi 56,04 dolar AS per barel.

Minyak telah naik hampir 25 persen sepanjang tahun ini dan berada di jalur untuk kinerja kuartal pertama terkuat sejak 2011, sebagian besar berkat komitmen oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya untuk memangkas produksi.

“Angka-angka kami … memberi tahu kami bahwa kami sedang melihat keseimbangan minyak mentah H1 (paruh pertama) terketat dalam beberapa tahun dan, dengan demikian, tingkat dukungan harga tertentu memang masuk akal untuk saat ini,” kata Konsultan JBC Energy dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.

Penyuling-penyuling di seluruh dunia juga harus membayar lebih untuk mengamankan pasokan-pasokan minyak mentah medium, atau heavy (berat), sour (minyak mentah dengan kadar belerang tinggi) yang diproduksi oleh Iran dan Venezuela, yang keduanya berada di bawah sanksi-sanksi AS.

Pasar-pasar keuangan yang lebih luas sedikit menurun setelah data menunjukkan penurunan penjualan mobil China pada Januari menimbulkan kekhawatiran tentang ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Beberapa pelemahan ini menular di pasar minyak, tetapi para analis mengatakan tren keseluruhan harga minyak mentah tetap meyakinkan untuk saat ini.

“Ada banyak ‘jika’ dan ‘tetapi’ yang dapat memiliki dampak mendalam pada harga minyak, bukan saja Donald Trump, Brexit, perundingan dagang yang tidak terduga dan kemungkinan yang akan terjadi di Libya dan atau produksi Venezuela,” kata Analis Associate PVM Oil Tamas Varga.

“Namun, data terbaru yang tersedia menunjukkan arah pengetatan pasar. Tidak disarankan untuk berenang melawan arus dan saat ini sungai ‘minyak’ sedang mengalir ke utara.”

Beberapa analis mengatakan berlanjutnya peningkatan dalam produksi minyak AS dapat bertindak sebagai hambatan pada reli saat ini.

Perusahaan-perusahaan energi AS minggu lalu meningkatkan jumlah rig minyak yang mencari pasokan baru sebanyak tiga menjadi 857 rig, kata perusahaan jasa energi Baker Hughes dalam sebuah laporan Jumat lalu (15/2).

“Kami melihat kenaikan harga saat ini sebagai berlebihan dan melihat potensi koreksi meningkat,” kata Commerzbank dalam sebuah catatan. “Fakta bahwa produksi minyak di AS saat ini meningkat secara signifikan lebih tajam dari yang diperkirakan sebelumnya sepenuhnya diabaikan saat ini.”

Baca juga: Bursa Prancis menguat 15,35 poin, saham Renault jatuh

Baca juga: Bursa Spanyol menguat, Indeks IBEX 35 ditutup naik 32,20 poin

Baca juga: Bursa Jerman turun tipis 0,60 poin, saham Lufthansa merosot

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

DJBC terbitkan layanan KITE berbasis elektronik

Jakarta (ANTARA News) – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menerbitkan layanan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) berbasis elektronik atau “e-KITE” untuk memberikan kemudahan dalam pemanfaatan fasilitas kepabeanan ini.

“Peluncuran aplikasi ini dapat memberikan kemudahan dalam pemanfaatan fasilitas KITE,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi, di Jakarta, Senin.

Ia menyatakan terdapat tiga alasan dari pembaruan layanan ini yaitu penyederhanaan aturan untuk rantai pasok bahan sebagai subtitusi barang impor, memperluas saluran ekspor hasil produksi dan mengakomodasi proses bisnis.

Berbagai kemudahan bagi perusahaan yang menggunakan layanan elektronik adalah pertanggungjawaban dan pengajuan pengembalian bea masuk, pengajuan konversi maupun perbaikan konversi dan pengawasan terkait Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

Dalam kesempatan ini, institusi bea dan cukai juga menerapkan kebijakan baru bagi eksportir dengan memperbarui peraturan mengenai KITE pembebasan dan KITE pengembalian sebagai inovasi layanan untuk meningkatkan kinerja ekspor nasional.

Heru menjelaskan program baru untuk memberikan layanan kepada para pelaku usaha ini tercantum melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor160/PMK.04/2018 dan Nomor 161/PMK.04/2018 yang berlaku mulai 18 Februari 2019.

“Peraturan baru ini merupakan deregulasi dan penyederhanaan dari peraturan sebelumnya,” kata Heru.

Melalui penerbitan peraturan baru, maka terdapat layanan baru seperti perizinan operasional dan transaksional KITE secara elektronik, percepatan janji layanan pengembalian Bea Masuk dan membuka peluang pemasukan serta pengeluaran melalui Pusat Logistik Berikat (PLB).

Selain itu, memberikan kemudahan bagi perusahaan dengan menghapuskan Laporan Pemeriksaan Ekspor (LPE) dan menyiapkan LHPRE yang tersedia otomatis secara sistem serta melakukan relaksasi atas ketentuan pengenaan sanksi bagi perusahaan KITE pembebasan.

Kemudian, memberikan fasilitas pembebasan atas impor barang contoh, reekspor untuk bahan baku sisa serta tidak sesuai spesifikasi dan membuka kesempatan perusahaan untuk mengajukan penyelesaian dan pelunasan tagihan lebih awal tanpa menunggu jatuh tempo. 

Heru memastikan peraturan baru ini merupakan komitmen pemerintah untuk membantu industri dalam rangka mendorong pertumbuhan ekspor dan mampu dimanfaatkan sebagai optimal oleh para eksportir yang selama ini menjadi mitra bea cukai. 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mari Pangestu sebut tiga perubahan kerangka berpikir ekonomi

Jakarta (ANTARA News) – Mantan Menteri Perdagangan Mari E Pangestu mengatakan pada pembangunan Indonesia ada tantangan yang harus dihadapi dan membutuhkan tiga perubahan kerangka berpikir (mindset change) dan itu harus terlihat pada debat capres berikutnya.

Pertama, menurut Mari, pembangunan berkelanjutan di semua sektor yang tidak terbatas kepada isu lingkungan hidup dan perubahan iklim, namun kepada semua target pembangunan berkelanjutan, termasuk target sosial ekonomi. Kedua, pemerataan kesempatan kerja (job creation), dan ketiga “role of state heet” atau peran dan kehadiran negara baik dari sisi regulasi dan penentuan kepentingan rakyat banyak serta peran BUMN.

“Ketiga isu atau ‘mindset change’ ini perlu muncul dalam debat capres mendatang,” kata Pembina Yayasan CSIS itu pada rangkuman diskusi “Menakar Komitmen Capres/Cawapres dalam Pengembangan Pangan, Energi dan Infrastruktur” di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan isu pembangunan berkelanjutan dalam kerangka perubahan iklim tidak hanya semata-mata untuk memenuhi komitmen pemerintah terhadap kesepakatan Paris, tapi yang sangat penting untuk kebutuhan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Jika Indonesia lalai menerapkan isu tersebut, lanjut dia, perekonomian Indonesia akan terbebani oleh biaya yang muncul dari dampak kerusakan akibat “climate change” dan ini akan mengerus potensi perekonomian.

Mari menilai tanpa memperhatikan isu pembangunan berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di zona merah atau di bawah lima persen per tahun, dan sebaliknya jika isu ini mendapat perhatian lebih serius, ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh lebih tinggi.

“Jadi ‘climate change’ dan pembangunan berkelanjutan serta tindakan yang dilakukan, harus dilihat sebagai investasi sekarang untuk kebutuhan dan pembangungan ekonomi ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu mengemukakan pola kebijakan ke depan juga harus memperhatikan pemerataan kesempatan kerja (job creation) yang berimbang dan harus menjadi kinerja semua program yang dicanangkan pemerintah.

Selain itu “role of state heet” atau keterlibatan negara, kata dia, harus lah berbasis “akal sehat”, dalam prinsip yang sejalan dengan Pasal 33 UUD 45, agar peran negara dan pengunaan dana negara, menjadi efektif dan dengan kinerja yang terukur dari segi dampaknya kepada rakyat dan pembangunan.

‘Peran negara yang dimaksud mulai dari pengelolaan sisi regulasi seperti penyuluhan petani, HPP beras, dan harga listrik, sampai dengan penentuan kepentingan rakyat banyak sesuai Pasal 33 UUD 45, terkait peran BUMN,” katanya.

Baca juga: Mari Pangestu: Perlu revolusi mental masuki revolusi industri

Pewarta:
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2019