Melemah, dolar diperdagangkan di paruh bawah 109 yen

Tokyo (ANTARA News) – Kurs dolar AS berpindah tangan di zona paruh bawah 109 yen dalam transaksi awal di Tokyo pada Kamis, sebagian besar sejalan dengan level semalan (Rabu) di New York.

Ketika pasar dibuka, dolar dikutip pada 109,04-05 yen dibandingkan dengan 109,04-14 yen di New York dan 108,61-62 yen di Tokyo pada Rabu (16/1) pukul 17.00 waktu setempat.

Baca juga: Cenderung stabil, dolar diperdagangkan di paruh atas 108 yen

Euro, sementara itu, diambil di 1,1398-1398 dolar dan 124,30-31 yen terhadap 1,1387-1397 dolar dan 124,24-34 yen di New York, serta 1,1393-1394 dolar dan 123,74-78 yen pada perdagangan Rabu (16/1) sore di Tokyo. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Dolar sedikit menguat, pasar khawatir pertumbuhan ekonomi Eropa

Baca juga: Harga minyak naik, OPEC kurangi pasokan

Baca juga: Wall Street menguat, saham perbankan melonjak tembus delapan persen

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga minyak naik, OPEC kurangi pasokan

New York (ANTARA News) – Harga minyak dunia sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), didukung oleh reli pasar ekuitas Amerika Serikat (AS) dan kesepakatan pengurangan pasokan oleh OPEC+, tetapi kenaikannya dibatasi oleh data yang menunjukkan peningkatan persediaan produk olahan AS dan rekor produksi minyak mentah.

Patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret naik 0,68 dolar AS menjadi ditutup pada 61,32 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik 0,20 dolar AS menjadi menetap pada 52,31 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Mengangkat harga minyak, indeks-indeks utama Wall Street yang mencapai tingkat tertinggi satu bulan. Minyak mentah berjangka kadang-kadang mengikuti pasar ekuitas.

Minyak mentah mendapat dukungan dari perjanjian pemangkasan pasokan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen utama non-OPEC, Rusia. Kelompok ini sepakat pada Desember untuk memangkas produksi minyak gabungan sebesar 1,2 juta barel per hari mulai Januari.

Wakil menteri energi Rusia mengatakan negaranya akan mencapai pengurangan target produksi minyak pada April.

“Pasar sedang berkonsolidasi. Untuk melihat apa pendorong kami selanjutnya, kami akan memantau untuk melihat apakah pemotongan (produksi) bekerja, jika anggota-anggota yang menyetujui, mematuhi mereka,” kata Direktur Riset Pasar di Tradition Energy, Gene McGillian, seperti dikutip Reuters.

Terlepas dari pengurangan produksi, peningkatan produksi minyak mentah AS dapat menekan harga. Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan produksi minyak mentah AS pekan lalu naik ke rekor 11,9 juta barel per hari, karena ekspor minyak mentah melonjak mendekati rekor tertinggi hampir tiga juta barel per hari.

Stok bahan bakar minyak AS naik lebih besar dari perkiraan dan naik untuk minggu keempat berturut-turut, data EIA menunjukkan.

Produksi minyak mentah AS diperkirakan akan tumbuh tahun ini ke rekor di atas 12 juta barel per hari, dengan negara tersebut berubah menjadi eksportir minyak mentah bersih pada akhir 2020, kata EIA pada Selasa (15/1).

Stok bensin AS naik 7,5 juta barel, jauh melebihi ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 2,8 juta barel. Pada 255,6 juta barel, stok bensin berada di tingkat mingguan tertinggi sejak Februari 2017.

Stok destilat, yang meliputi minyak diesel dan minyak pemanas, meningkat 3,0 juta barel, dibandingkan ekspektasi kenaikan 1,6 juta barel, data menunjukkan.

Persediaan minyak mentah turun 2,7 juta barel, lebih dari dua kali lipat perkiraan.

“Setiap sentimen bullish dari penarikan minyak mentah telah dikalahkan oleh peningkatan kuat produk-produk,” kata Direktur Riset Komoditas ClipperData Matthew Smith, .

Tanda-tanda pelambatan ekonomi di seluruh dunia juga dapat menjaga harga minyak tetap terkendali.

Perkiraan Gedung Putih menunjukkan pada Selasa (15/1) bahwa ekonomi AS mendapat pukulan lebih besar dari perkiraan dari penutupan sebagian pemerintah.

Prospek ekonomi global semakin gelap setelah parlemen Inggris pada Selasa (15/1) menolak kesepakatan Perdana Menteri Theresa May untuk meninggalkan Uni Eropa.

China minggu ini melaporkan data perdagangan Desember yang buruk. Bank sentral China pada Rabu (16/1) melakukan injeksi tunai bersih harian terbesar melalui operasi reverse repo, upaya-upaya yang pasar minyak awasi dengan cermat.

Baca juga: Dolar sedikit menguat, pasar khawatir pertumbuhan ekonomi Eropa

Baca juga: Wall Street menguat, saham perbankan melonjak tembus delapan persen
 

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dolar sedikit menguat, pasar khawatir pertumbuhan ekonomi Eropa

New York (ANTARA News) –  Kurs dolar AS sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, terutama terhadap euro, pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena pasar semakin khawatir tentang pertumbuhan ekonomi zona euro.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi mengatakan di hadapan Parlemen Eropa pada Selasa (15/1) bahwa perkembangan ekonomi baru-baru ini lebih lemah dari yang diperkirakan dan diperlukan stimulus moneter lebih lanjut.

Sementara itu, pertumbuhan Jerman yang merupakan perekonomian terbesar di Eropa juga melambat. Menurut data Biro Statistik Federal (Statistisches Bundesamt) yang dirilis Selasa (15/1), pertumbuhan ekonomi pada 2018 hanya mencapai 1,5 persen, angka terendah sejak lima tahun terakhir. Tahun 2017, pertumbuhan ekonomi masih mencapai 2,2 persen.

Kekhawatiran atas perlambatan di Jerman, ditambah dengan komentar dovish oleh Presiden ECB Mario Draghi memberikan beberapa tekanan ke bawah pada mata uang bersama euro.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,02 persen menjadi 96,0590 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1398 dolar AS dari 1,1400 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2870 dolar AS dari 1,2836 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7176 dolar AS dari 0,7193 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,92 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,58 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9906 franc Swiss dari 0,9881 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3249 dolar Kanada dari 1,3282 dolar Kanada.

Baca juga: Analis: Pergerakan kurs rupiah dibayangi kesepakatan Brexit

Baca juga: Analis: Arus modal investor asing terus masuk, dongkrak IHSG

Baca juga: Ketidakpastian Brexit dorong harga emas berjangka lebih tinggi

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah evaluasi pelaksanaan kebijakan tekan defisit perdagangan

Jakarta 16/1 (ANTARA News) – Pemerintah akan melakukan evaluasi pelaksanaan kebijakan yang sudah diterbitkan agar pelebaran defisit neraca perdagangan tidak terjadi lagi di masa depan.

“Setiap saat kita evaluasi efektivitas kebijakan ekspor dan upaya mengendalikan impor,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Rabu. 

Sri Mulyani mengatakan berbagai upaya untuk mendorong ekspor nonmigas dan mengurangi impor migas sudah dilakukan pemerintah.

Kebijakan yang dilakukan antara lain dengan memperbaiki iklim investasi untuk mendorong masuknya modal kepada industri berbasis ekspor dan substitusi impor.

Selain itu, mewajibkan pemanfaatan biodiesel (B20) untuk mengurangi impor solar serta menaikkan tarif PPh impor untuk barang-barang mewah. 

Sri Mulyani memastikan kebijakan tersebut sudah mulai memperlihatkan hasil karena pelaku industri sudah mulai memakai bahan bakar biodiesel.

“Berdasarkan statistik, sejak penggunaan B20, hampir semua impor minyak terutama diesel menurun,” katanya.

Kenaikan tarif PPh impor ikut menurunkan impor barang jadi sebesar 12,9 persen diikuti barang mewah 15,4 persen, meski barang konsumsi masih naik sebesar 0,5 persen.

Meski demikian, ia mengakui impor migas masih cukup tinggi sehingga menjadi salah satu penyebab utama defisit neraca perdagangan sepanjang 2018 mencapai 8,57 miliar dolar AS.

“Kita lihat beberapa langkah yang sudah dilakukan memberikan dampak, tapi impor masih cukup besar, seperti minyak,” ujar Sri Mulyani. 

Untuk itu, evaluasi ini dilakukan termasuk kemungkinan adanya penggunaan instrumen fiskal agar ekspor produk manufaktur meningkat dan negara tujuan dagang makin bertambah.

Baca juga: BPS: Neraca perdagangan 2018 alami defisit terbesar
Baca juga: BI: defisit neraca perdagangan trennya menurun
Baca juga: BPN Prabowo-Sandi kritisi defisit neraca perdagangan

Pewarta: Satyagraha
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Raker pembahasan perekonomian tahun 2019

Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) didampingi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kanan) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/1/2019). Rapat kerja tersebut beragendakan membahas perekonomian tahun 2019. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

Wapres : Pasokan BBM 21 hari tidak mengkhawatirkan

Siem Reap (ANTARA News) – Wakil Presiden Jusuf Kalla membenarkan pernyataan capres Prabowo Subianto, terkait cadangan bahan bakar minyak Indonesia hanya kuat untuk tiga pekan, namun kondisi tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

“Memang kapasitas timbun kita 21 hari, itu tiga minggu. Sementara ini, kenapa tiga minggu? Karena kilang yang besar itu ada di sekitar Singapura, jadi kadang-kadang juga kita menyimpan minyak itu kapal tanker juga dipakai untuk kilang,” jelas Wapres Jusuf Kalla di sela-sela kunjungan kerjanya di Siem Reap, Kamboja, Rabu.

Keterbatasan kapasitas penyimpanan BBM tersebut sudah terjadi sejak lama. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan kondisi tersebut bahkan sudah ada sejak masa orde baru.

“Dan sudah sejak lama sih, sudah sejak lama (kapasitas kilang) tiga minggu. Dari jaman orde baru juga tiga minggu kapasitas stoknya,” tambah Jonan yang mendampingi Wapres JK di Kamboja.

Keterbatasan kapasitas stok tersebut berkaitan pula dengan semakin tingginya permintaan kebutuhan BBM, sehingga Pemerintah berupaya untuk menambah kapasitas stok tersebut, kata JK.

“Pertumbuhan, permintaan kan naik terus. Jumlah orang naik, jumlah mobil naik, dan sebagainya. Maka harus ada fasilitas itu; bisa saja supaya tetap (kapasitas stok) tiga minggu tapi jumlahnya lebih besar,” tambahnya.

Dengan adanya kenaikan permintaan pasar terhadap bahan bakar minyak, maka Pemerintah akan membangun kilang minyak baru di empat lokasi untuk menampung pasokan BBM lebih banyak.

“Mulai tahun ini, secara bersamaan akan dibikin kilang di Cilacap, di Balikpapan, di Bontang dan di Tuban; empat sekaligus. Semua sudah ada MoU-nya. Jadi segera akan bertambah itu kita punya kapasitas,” ujar Wapres.

Sebelumnya, capres Prabowo Subianto mengatakan dalam pidato kebangsaannya bahwa cadangan bahan bakar minyak dan beras di Tanah Air terbatas; sehingga dia mempertanyakan apakah bangsa Indonesia bisa bertahan apabila terjadi perang.

“Apakah negara yang cadangan BBM nasionalnya hanya kuat untuk 20 hari, yang cadangan berasnya kurang dari tiga juta ton, dapat bertahan jika ada serangan atau krisis keamanan?” kata Prabowo.

Baca juga: Penurunan harga momentum tingkatkan cadangan BBM

Baca juga: Pertamina Siapkan Mobil Tangki BBM Cadangan

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

IHSG menguat tipis menanti kebijakan BI soal suku bunga

Jakarta (ANTARA News)  – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu ditutup menguat tipis menanti kebijakan Bank Indonesia terhadap suku bunga.

IHSG BEI ditutup menguat sebesar 4,57 poin atau 0,07 persen menjadi 6.413,36. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,29 poin atau 0,23 persen menjadi 1.021,59.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya di Jakarta, Rabu mengatakan pergerakan IHSG cenderung mendatar seiring antisipasi investor terhadap kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Repo Rate).

“Ekspektasi pasar, BI akan mempertahankan BI 7-Day Repo Rate di level 6 persen,” katanya.

Kebijakan Bank indonesia diharapkan sesuai dengan ekspektasi, dengan demikian maka menunjukkan kondisi perekonomian nasional masih berada dalam keadaan stabil yang akhirnya dapat mendorong IHSG lebih tinggi.

Ia menambahkan aliran dana asing yang masih mengalir masuk ke pasar saham turut menjadi penopang IHSG. Sementara itu berdasarkan data BEI, investor asing membukukan aksi beli atau “foreign net buy” di pasar reguler sebesar Rp1,43 triliun pada hari ini (Rabu, 16/1).

Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham pada hari ini (16/1) sebanyak 516.125 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 13,59 miliar lembar saham senilai Rp10,07 triliun. Sebanyak 214 saham naik, 182 saham menurun, dan 148 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei melemah 112,53 poin (0,55 persen) ke 20.442,75, indeks Hang Seng menguat 71,81 poin (0,27 persen) ke 26.902,10, dan indeks Strait Times menguat 16,81 poin (0,52 persen) ke posisi 3.229,11 poin.
 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kerajinan kesenian tradisional topeng barongan

Kerajinan kesenian tradisional topeng barongan

Pengrajin mengecat kerajinan tradisional Topeng Barongan di Tegal Gunung, Blora, Jawa Tengah, Rabu (16/1/2019). Kerajinan kesenian tradisional tersebut berharga Rp150.000-Rp2 juta per unit dan dipasarkan ke sejumlah daerah di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Malaysia, dan Thailand. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Analis: Pergerakan kurs rupiah dibayangi kesepakatan Brexit

Jakarta (ANTARA News) – Para analis menilai pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah sangat terbatas dan dibayangi sentimen penolakan kesepakatan Brexit dan situasi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang memicu rupiah melemah sebesar 40 poin menjadi Rp14.070 per dolar AS, Rabu pagi.

Analis Senior CSA Research Institue Reza Priyambada di Jakarta, Rabu, mengatakan pergerakan rupiah cenderung tertahan di tengah sentimen dari eksternal mengenai penolakan parlemen Inggris terhadap kesepakatan Brexit pada Selasa (15/1) waktu setempat.

“Situasi itu memicu pelaku pasar berhati-hati dalam menentukan arah investasinya di pasar negara berkembang, seperti Indonesia,” katanya.

Ia mengharapkan dengan fundamental ekonomi nasional yang kondusif dapat mengeliminasi kekhawatiran pasar terhadap Indonesia.

“Fundamental perekonomian dalam negeri cukup kondusif, itu dapat memberikan kepercayaan pasar sehingga peluang rupiah menguat cukup terbuka,” katanya.

Pengamat pasar uang dari Bank Woori Saudara Indonesia Rully Nova menambahkan apresiasi dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah relatif terbatas dikarenakan faktor penutupan pemerintah.

“Penutupan pemerintah di AS masih berlangsung, itu akan menghambat perekonomian yang dapat memicu aset denominasi dolar AS menjadi kurang menarik,” katanya.

Baca juga: Dolar menguat setelah Parlemen Inggris tolak kesepakatan Brexit

Baca juga: Harga emas turun, dolar dan saham menguat

Baca juga: Analis: Arus modal investor asing terus masuk, dongkrak IHSG

Baca juga: Wall Street berakhir menguat, Saham Netflix melonjak

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Yuan mulai melemah tipis 73 basis poin

Beijing (ANTARA News) – Kurs tengah nilai tukar mata uang China renminbi atau yuan melemah 73 basis poin menjadi 6,7615 terhadap dolar AS pada Rabu, menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing China.

Di pasar spot valuta asing China, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antarbank pada setiap hari kerja. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Rupiah melemah dekati angka Rp14.100

Baca juga: Cenderung stabil, dolar diperdagangkan di paruh atas 108 yen

Baca juga: Dolar menguat setelah Parlemen Inggris tolak kesepakatan Brexit

Baca juga: Harga emas turun, dolar dan saham menguat

Baca juga: Wall Street berakhir menguat, Saham Netflix melonjak

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dolar menguat setelah Parlemen Inggris tolak kesepakatan Brexit

New York (ANTARA News) –  Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya, termasuk terhadap pound sterling Inggris pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah pemungutan suara Parlemen Inggris memilih menolak kesepakatan Brexit.

Pound telah jatuh lebih dari satu persen terhadap dolar AS segera setelah penolakan besar-besaran parlemen Inggris terhadap kesepakatan Brexit pada Selasa (15/1). Pound mengurangi beberapa kerugian kemudian, karena para investor melihat kemungkinan pengurangan Brexit keras.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,45 persen menjadi 96,0388 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1400 dolar AS dari 1,1465 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2836 dolar AS dari 1,2865 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7193 dolar AS dari 0,7198 dolar AS.

Dolar AS dibeli 108,58 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,20 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9881 franc Swiss dari 0,9813 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3282 dolar Kanada dari 1,3267 dolar Kanada. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Parlemen Inggris tolak kesepakatan Brexit

Baca juga: Harga emas turun, dolar dan saham menguat

Baca juga: Harga minyak naik sekitar tiga persen, China bakal perkenalkan kebijakan ekonomi

Baca juga: Wall Street berakhir menguat, Saham Netflix melonjak

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rupiah melemah dekati angka Rp14.100

Jakarta (ANTARA News) –  Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi ini melemah sebesar 40 poin menjadi Rp14.070 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.030 per dolar AS.

Baca juga: Dolar menguat setelah Parlemen Inggris tolak kesepakatan Brexit

Baca juga: Harga emas turun, dolar dan saham menguat

Baca juga: IHSG dibuka naik tipis 8,34 poin

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019