Malaysia tahan suku bunga acuan tidak berubah pada 3,25 persen

Dalam jangka pendek, inflasi diperkirakan akan tetap rendah terutama karena langkah-langkah kebijakan

Kuala Lumpur (ANTARA) – Bank sentral Malaysia, Bank Negara Malaysia, pada Selasa mengumumkan keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan Overnight Policy Rate (OPR) tidak berubah pada 3,25 persen.

Bank sentral mengatakan dalam sebuah pernyataannya bahwa tingkat OPR saat ini, tingkat akomodasi moneter yang konsisten dengan sikap kebijakan dimaksud.

Namun, mengakui risiko-risiko penurunan dalam lingkungan ekonomi dan keuangan, bank sentral mengatakan akan terus memantau dan menilai keseimbangan risiko-risiko di sekitar prospek pertumbuhan domestik dan inflasi.

Meskipun inflasi umum atau headline inflation (inflasi IHK) negara itu pada Januari berada di minus 0,7 persen, inflasi inti tetap stabil di 1,5 persen, mencerminkan kondisi permintaan yang berkelanjutan.

“Dalam jangka pendek, inflasi diperkirakan akan tetap rendah terutama karena langkah-langkah kebijakan,” katanya, seraya menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut termasuk pagu harga yang lebih rendah pada harga bahan bakar minyak eceran domestik sampai pertengahan 2019 dan dampak perubahan kebijakan pajak konsumsi pada inflasi umum.

Untuk 2019, bank sentral memperkirakan inflasi umum rata-rata akan stabil secara luas dibandingkan dengan 2018.

Underlying inflation diperkirakan akan berkelanjutan, didukung oleh ekspansi yang stabil dalam kegiatan ekonomi dan tanpa adanya tekanan permintaan yang kuat,” katanya.

Bank sentral juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Malaysia akan berkelanjutan tahun ini, didukung oleh pengeluaran sektor swasta.

Baca juga: Gubernur bank sentral Malaysia mengundurkan diri

Pewarta:
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019