Jokowi bangun “prototype” Kampung Nelayan di Bengkulu

Bengkulu (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo telah membangun dan menata sebuah Kampung Nelayan yang terletak di Sumber Jaya Kota Bengkulu yang diharapkan bisa menjadi “prototype” bagi kampung-kampung nelayan yang lain.

“Paling enggak kita ada ‘prototype’ dari penataan kampung nelayan, kalau sudah benar dikoreksi betul baru seluruh kampung nelayan digarap seperti ini,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah meninjau Kampung Nelayan Sumber Jaya, Kota Bengkulu, Jumat.

Jokowi melihat kampung tersebut belum sepenuhnya rampung dibangun atau baru di bawah 20 persen rampung.

Dari mulai sertifikat, fasilitas, hingga bangunan rumah belum terbangun sempurna namun sudah mulai tampak tertata rapi.

“Kurang lebih hasilnya akan seperti ini (lebih tertata rapi),” katanya.

Kampung-kampung serupa kata dia, akan dikembangkan di wilayah lain seperti di Tegal, Jawa Tengah dan Pontianak, Kalimantan Barat.

Kampung Sumber Jaya, Kota Bengkulu, dibangun di lahan seluas 12 hektare menampung 800 kepala keluarga (KK). Anggaran digelontorkan melalui Kementerian PUPR senilai Rp50,7 miliar dengan kontraktor PT Tirta Restu Ayunda.

Pekerjaan fisik terbagi menjadi tiga zona yakni Zona A, Zona B, dan Zona C. 

Di zona-zona tersebut dikembangkan di antaranya ruang terbuka tepi air (dermaga/plaza), jalan penghubung, jalan lingkungan, drainase lingkungan, penerangan jalan lingkungan, taman komunal tepi air, serta pengendali dan pengaman sungai.

Pengerjaan kampung itu sudah dimulai pada 2016 untuk pengerjaan fisik tahap I di Zona A.

Pada 2017 hingga 2019 pengerjaan fisik diperluas untuk Zona B dan Zona C.

Penataan kawasan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dengan prinsip peningkatan kualitas kawasan permukiman dengan tidak mengubah pola permukiman yang ada untuk membatasi/mengendalikan perkembangan kawasan tersebut. Selain itu prioritas penyediaan sarana prasarana infrastruktur bersifat fleksibel terhadap peruntukan fungsi lahan dengan tidak menyentuh bangunan hunian.

Reorientasi kampung menghadap sungai dalam rangka menjaga kawasan dengan penataan pola aksesilibitas kawasan.

Peningkatan kualitas infrastruktur permukiman dengan penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai wadah aktivitas sosial dan penunjang ekonomi warga.

Saat meninjau kampung itu, Presiden Jokowi didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Baca juga: Presiden Jokowi bagikan sertifikat tanah wakaf di Bengkulu

Baca juga: Jokowi janjikan penataan semua kampung nelayan di Indonesia

Baca juga: Presiden ingin Bandara Fatmawati Bengkulu naik status jadi bandara internasional

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019