Ini tiga pemenang kompetisi “Hackathon”

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Keuangan menetapkan tiga kelompok pemenang kompetisi “Hackathon” atau kolaborasi pengembangan proyek perangkat lunak berbasis aplikasi yang bertujuan untuk mendorong transparansi pemanfaatan anggaran.

Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi Kementerian Keuangan Sudarto dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Senin, menyatakan para pemenang berhasil membaca karakteristik generasi milenial yang kritis terhadap pembangunan.

Ia menambahkan desain aplikasi maupun pengalaman pengguna yang ditampilkan cocok dengan selera generasi anak-anak muda yang bersih dan efisien.

“Kami berharap perjalanan mereka tidak berhenti sampai di sini saja dalam menciptakan inovasi teknologi untuk edukasi kebijakan keuangan negara,” ujar Sudarto.

Juara pertama dalam kompetisi “Hackathon” bertemakan Generasi Peduli #UangKita adalah aplikasi bernama DUIT atau peDUli Uang kITa yang dirancang oleh grup dengan anggota project manager Lidwina Kristantia (22), designer David Hukom (28), dan programmer Eko Simanjuntak (22).

Para pemenang ini mampu mengemas informasi seputar APBN 2019 menjadi prototipe platform aplikasi yang informatif, edukatif, dan menarik.

Pengguna aplikasi dapat mengakses APBN, antara lain indikator perekonomian seperti tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan nilai tukar serta memberikan kesempatan kepada milenial untuk memberikan saran dan mengawasi kinerja pemerintah.

Selain itu, dalam aplikasi ini tersedia fitur personalisasi berupa pemantauan belanja per bulan dengan menggunakan geolocation di masing-masing provinsi pada setiap sektor pembangunan.

Juara kedua diraih oleh grup yang beranggotakan project manager Michael Kosastra (21), designer Setyono Dwi Utomo (23), dan programmer Nur Ratna Sari (24) yang menerapkan citizen journalism dengan menggabungkan fitur Artificial Intelligence dan kamera untuk mengawal pelaksanaan APBN.

Sementara itu, grup yang beranggotakan project manager Aqilah Khairunnisa (21), designer Alexander Pratama (25) dan programmer Ilham Firdausi Putra (19) yang menjadi juara ketiga menampilkan platform bertukar opini berbasis real time.

Terkait penjurian, terdapat empat aspek yang digunakan dalam menilai prototipe platform aplikasi ini yaitu pertama, wireframe (UX), seberapa mudah (user friendly) dan kepraktisan prototype aplikasi; kedua inovasi dan kreativitas, terkait dengan originalitas, inovasi, dan kreativitas ide.

Ketiga, desain (UI), seberapa menarik desain aplikasi; dan terakhir, fungsionalitas dan kelayakan (fleksibilitas), tingkat akurasi dan kelengkapan (komprehensif) prototipe dalam mengkomunikasikan tujuan kasus. ***1***

Baca juga: Menkeu buka kompetisi “Hackathon” untuk inovasi pelaksanaan anggaran
 

Pewarta:
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019