Dolar menguat dipicu data tenaga kerja AS yang “bullish”

New York (ANTARA) – Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah laporan ketenagakerjaan di negara itu untuk Maret menunjukkan pertumbuhan lapangan pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan, menandakan pasar tenaga kerja AS yang kuat yang mengurangi kekhawatiran atas potensi perlambatan ekonomi AS.

Total penggajian (payroll) pekerjaan non-pertanian AS meningkat 196.000 pada Maret, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Jumat (5/4/2019). Padahal para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan sebesar 175.000.

Penambahan lapangan pekerjaan yang menonjol terjadi dalam bidang perawatan kesehatan serta jasa-jasa profesional dan teknis, menurut departemen. Sementara itu, tingkat pengangguran tidak berubah pada 3,8 persen.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,09 persen menjadi 97,3938 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1218 dolar AS dari 1,1220 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3029 dolar AS dari 1,3064 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7102 dolar AS dari 0,7120 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,70 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,59 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS tidak berubah mendekati 0,9999 franc Swiss dari sesi sebelumnya di 0,9999 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3388 dolar Kanada dari 1,3355 dolar Kanada.  Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Akhir pekan harga emas naik didorong pembelian teknis

Baca juga: Jelang pencoblosan pilpres, investor saham cenderung lebih hati-hati

Baca juga: Bursa Spanyol merosot, Indeks IBEX 35 ditutup turun 23,80 poin

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019