Dirut BTN ungkap keberuntungan terlibat dalam LinkAja

Ini juga bentuk kerja sama kami agar tidak kalah bersaing dengan fintech lain yang sudah bergelut di sistem pembayaran QR

Jakarta (ANTARA) – Direktur Utama (Dirut) Bank BTN Maryono mengatakan pihaknya merasa beruntung terlibat dalam pembentukan LinkAja, alat pembayaran digital, karena dapat memberikan kemudahan kepada nasabah.

“Ini juga bentuk kerja sama kami agar tidak kalah bersaing dengan fintech lain yang sudah bergelut di sistem pembayaran QR,” kata Maryono saat berbincang dengan redaktur media massa di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan komitmen Bank BTN dalam LinkAja diberikan dalam bentuk modal, baik dalam bentuk tunai maupun biaya pengembangan teknologi informasi (TI) yang sudah dikapitalisasi.

Dikatakannya, Bank BTN mendapatkan saham sebesar tujuh persen yang akan dieksekusi dengan dua pilihan.

Pertama, BTN membentuk Perusahaan Modal Ventura (PMV) yang akan dibentuk akhir tahun ini, dengan nilai pendirian yang sudah disiapkan dalam RBB 2019 sekitar Rp150 miliar. Pilihan kedua adalah lewat PMV lain. Kemudian, BTN membeli produk dana ventura khusus LinkAja.

Menurut Maryono, Bank BTN termasuk beruntung dengan adanya sinergi yang dilakukan Himbara dan BUMN lain karena sistem pembayaran nontunai yang dikembangkan oleh perusahaan patungan BUMN tersebut yaitu PT Fintek Karya Nusantara atau Finarya dapat memberikan kemudahan bagi nasabah.

Kepemilikan LinkAja saat ini masih dikuasai Telkom melalui Telkomsel. LinkAja merupakan penyatuan seluruh produk fintech BUMN yakni T-cash milik Telkomsel, Yap! BNI, e-Cash Bank Mandiri, dan T-bank dari Bank BRI.

LinkAja akan dimiliki delapan BUMN. Telkomsel disebut-sebut yang akan jadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 25 persen. Bank Mandiri, BNI dan BRI masing-masing 20 persen. Sisanya, Pertamina tujuh persen dan BTN tujuh persen, Jiwasraya dan Danareksa masing-masing 0,5 persen.

Maryono juga mengatakan selain mendukung pemerintah untuk memfasilitasi KPR bagi masyarakat luas, Bank BTN juga mendukung sinergi dari BUMN yang didorong oleh Kementerian BUMN.

Salah satu bentuk sinergi sudah dilakukan, katanya, adalah ATM Merah Putih pada 2017 dan persiapan induk perusahaan BUMN yang tinggal menunggu waktu untuk segera diimplementasikan.

Baca juga: Keluarga BUMN dan pelaku UKM lokal diajak transaksi pakai LinkAja

Pewarta: Ahmad Buchori
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019