CSIS harapkan pemenang pemilu harus dorong ekonomi jadi lebih baik

Peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan berpose dengan latar belakang Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (8/4/2019). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)

Siapa pun yang menang dalam Pemilu harus menjaga kerangka ekonomi makro lebih baik, saat ini sudah sangat kokoh salah satunya terlihat dari terjaganya inflasi serta pertumbuhan ekonomi

Jakarta (ANTARA) – Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia Fajar B. Hirawan mengharapkan agar pemenang Pemilihan Umum 2019 harus mampu mendorong ekonomi nasional menjadi lebih baik.

“Siapa pun yang menang dalam Pemilu harus menjaga kerangka ekonomi makro lebih baik, saat ini sudah sangat kokoh salah satunya terlihat dari terjaganya inflasi serta pertumbuhan ekonomi,” ujar Fajar B Hirawan ketika ditemui Antara di Jakarta, Senin.

Ia mengemukakan inflasi Indonesia pada 2019 diproyeksikan terjaga di kisaran 3,27 persen hingga 3,5 persen, sementara pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,1 persen hingga 5,3 persen.

“Itu prestasi dan perlu diapresasi. Diharapkan, pertumbuhan ekonomi itu juga inklusif, yang bisa menurunkan ketimpangan, kemiskinan dan pengangguran. Itu poin utamanya,” katanya.

Menurut Fajar B Hirawan, dalam menjaga kerangka ekonomi makro nasional agar lebih baik ke depannya maka pembangunan infrastruktur, baik fisik maupun non-fisik harus terus digenjot.

“Bukan hanya infrastruktur fisik saja, tetapi juga yang soft yaitu sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung ekonomi digital yang saat ini sedang berkembang di dalam negeri,” katanya.

Menurut dia, penting bagi Indonesia untuk berinvestasi dalam meningkatkan kompetensi SDM yang mampu bersaing kuat di bidang ekonomi digital.

Ia mengemukakan, berdasarkan riset Google dan Temasek, pasar ekonomi digital di Indonesia mencapai 27 miliar dolar AS dan berpotensi meningkat menjadi 100 miliar dolar AS pada 2025.

“Ekonomi digital kita cukup luar biasa dibandingkan negara tetangga dibandingkan Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa terdapat berbagai manfaat yang muncul dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Pertama, pertumbuhan berbagai platform bisnis, yang terlihat dari nilai kapitalisasi 10 perusahaan platform teratas, yang lebih tinggi dari perusahaan konvensional, dan mampu dicapai dalam waktu singkat.

Kedua, membuka peluang usaha karena perkembangan digital telah mengubah berbagai bisnis model, salah satunya, bisnis ekonomi bersama yang dapat meningkatkan nilai dan pemanfaatan aset.

Ketiga, mampu meningkatkan kesejahteraan karena aplikasi berbasis jasa seperti Go-jek, berkontribusi dalam mendorong kemakmuran masyarakat seperti supir, UKM, dan petani serta menciptakan inklusivitas keuangan.

Baca juga: Capres diminta paparkan kebijakan energi untuk dorong ekonomi
Baca juga: IMF tegaskan Indonesia punya kapasitas dorong pertumbuhan ekonomi

 

Pewarta:
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2019