Amerika Serikat dan China dekati kesepakatan untuk turunkan tarif

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dapat mengesahkan kesepakatan perdagangan formal pada pertemuan puncak sekitar 27 Maret

Washington (ANTARA) – Amerika Serikat dan China tampak mendekati kesepakatan yang akan menurunkan tarif AS atas setidaknya 200 miliar dolar AS barang-barang China, karena Beijing membuat janji tentang perubahan ekonomi struktural dan menghapus tarif pembalasan atas barang-barang AS, sebuah sumber yang mengetahui tentang negosiasi mengatakan pada Minggu (3/3/2019).

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dapat mengesahkan kesepakatan perdagangan formal pada pertemuan puncak sekitar 27 Maret mengingat kemajuan dalam perundingan antara kedua negara, Wall Street Journal melaporkan pada Minggu (3/3/2019).

Dalam perang dagang selama delapan bulan, Amerika Serikat telah mengenakan tarif hukuman atas impor senilai 250 miliar dolar AS dari China, sementara Beijing membalas dengan tarif atas barang-barang AS senilai 110 miliar dolar AS, termasuk kedelai dan komoditas lainnya.

Tindakan itu telah mengguncang pasar keuangan, mengganggu rantai pasokan manufaktur, dan mengurangi ekspor pertanian AS.

Dikutip dari Reuters, pejabat pemerintahan Trump mengatakan mereka mengharapkan kedua presiden untuk “menutup” kesepakatan pada pertemuan puncak dalam beberapa pekan mendatang di kawasan Mar-a-Lago di Florida.

Sumber yang menjelaskan tentang pembicaraan mengatakan bahwa belum ada tanggal untuk KTT yang telah ditentukan, tetapi Beijing telah memesan rentang waktu sekitar 10 hari dari 20 Maret untuk kemungkinan KTT.

Banyak rincian yang masih perlu dipecahkan, termasuk ketentuan mekanisme penegakan hukum guna memastikan bahwa Beijing menindaklanjuti janji untuk membuat perubahan lebih baik pada kebijakan-kebijakannya untuk melindungi kekayaan intelektual AS, mengakhiri transfer teknologi paksa dan mengekang subsidi industri.

Sumber lain yang akrab dengan pembicaraan mengatakan bahwa Washington dan Beijing hampir mencapai kesepakatan tentang masalah-masalah non-penegakan, termasuk janji China untuk meningkatkan pembelian produk-produk pertanian, energi dan manufaktur, serta enam perjanjian tentang perubahan kebijakan struktural.

Wall Street Journal mengatakan bahwa dalam perjanjian yang ditunda, China akan menurunkan tarif atas barang-barang buatan AS termasuk produk pertanian, bahan kimia dan mobil dengan imbalan keringanan sanksi-sanksi dari Washington, mengutip orang-orang yang diberi pengarahan tentang masalah tersebut di kedua pihak.

Sumber surat kabar memperingatkan bahwa rintangan tetap ada, dan masing-masing pihak menghadapi kemungkinan perlawanan di dalam negeri bahwa persyaratannya terlalu menguntungkan bagi pihak lain.

Sebagai bagian dari kesepakatan akan ada pembelian gas alam senilai 18 miliar dolar AS dari Cheniere Energy Inc yang berbasis di Houston, kata laporan itu.

Cheniere menolak berkomentar tentang potensi kesepakatan pasokan LNG baru dengan China, kata seorang juru bicara. Perusahaan itu tahun lalu menandatangani kesepakatan 20 tahun untuk memasok gas alam ke perusahaan milik negara China (CNPC) dari terminal ekspor Louisiana hingga 2043.

Amerika Serikat sedang bekerja untuk menuntaskan perjanjian perdagangan terperinci dengan China yang akan mencakup komitmen struktural tertentu, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan kepada CNBC pada Kamis (28/2).

Pekan lalu, Trump mengatakan AS bisa menjauh dari kesepakatan perdagangan dengan China jika itu tidak cukup baik, bahkan ketika penasihat ekonominya memuji kemajuan “fantastis” menuju kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan dengan Beijing.

Trump seminggu yang lalu menunda kenaikan tarif masuk atas barang-barang China senilai 200 miliar dolar AS yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (2/3), mengutip kemajuan dalam pembicaraan.

Baca juga: Dolar AS menguat didorong optimisme perdagangan AS-China
Baca juga: Dolar AS menguat, harga emas turun jadi 1.287,5 dolar per ounce

Baca juga: AS-China bakal capai kesepakatan perdagangan sekitar 27 maret
 

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019