Wabup Sleman kukuhkan Kader Pancasila

Sleman (ANTARA News) – Wakil Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Muslimatun mengukuhkan sebanyak 50 Kader Pancasila untuk menghidupkan serta menghayati kembali nilai-nilai Pancasila, Rabu.

Pengukuhan Kader Pancasila Kabupaten Sleman ini diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun berharap para Kader Pancasila yang telah dikukuhkan tersebut dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, kader-kader Pancasila dapat menularkan perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila kepada masyarakat di sekitarnya. Sehingga rasa aman dan tentram dapat terwujud di tengah-tengah masyarakat di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Menurut dia, nilai-nilai Pancasila harus benar-benar terinternalisasi di kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh masyarakat.

“Karena munculnya persoalan-persoalan baik itu terkait politik, hukum, sosial dan lain-lain itu bukan tidak mungkin karena kurangnya pemahaman dan mengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat,” ucapnya.

Ia mengatakan, pengukuhan para Kader Pancasila tersebut merupakan usaha Pemerintah Kabupaten Sleman dalam merevitalisasi nilai-nilai Pancasila sebagai konsensus identitas nasional.

“Diharapkan melalui upaya tersebut masyarakat di Kabupaten Sleman nantinya memiliki kesiapan mental dan spiritual untuk menghadapi keberagaman di tengah masyarakat. Kami juga harapkan Pancasila menjadi rujukan dan inspirasi dalam melaksanakan pembangunan daerah,” katanya.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman Heri?Dwi Kuryanto mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebagai upaya pendampingan dan penguatan bagi perintisan Desa Berkarakter Pancasila di Kabupaten Sleman.

“Saat ini di Kabupaten Sleman telah memiliki??Desa Berkarakter Pancasila yang bertempat di Desa Margodadi Kecamatan Seyegan. Diharapkan pembentukan Desa Berkarakter Pancasila di tahap awal tersebut bisa diimplementasikan di desa-desa lainnya di Kabupaten Sleman,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan “workshop” yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 November 2018 di di Prima SR Hotel & Convention. “Workshop” tersebut mengangkat tema “Revitalisasi dan Reaktualisasi Nilai-nilai Pancasila Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara”.

Peserta yang juga sekaligus Kader Pancasila terdiri dari unsur perangkat desa, karang taruna serta tokoh masyarakat dari 16 Desa di 16 Kecamatan se-Kabupaten Sleman.

Baca juga: Ma’ruf tegaskan komitmen jaga Pancasila pada TKN
Baca juga: Mendagri ingatkan ada ormas ingin ganti ideologi Pancasila
Baca juga: PDI Perjuangan siap jaga Pancasila bersama NU dan Muhammadiyah

 

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018