Presiden ajak ngobrol petani Garut di pinggir sawah

Garut, 19/1 (ANTARA NEWS) – Presiden Joko Widodo mengajak ngobrol sejumlah petani di Desa Cisaat, Leuwigoong, Garut, di pinggir sawah mereka.

Presiden Joko Widodo tiba di Desa Cisaat, Leuwigoong, Garut, Sabtu pagi (19/1)  sekitar pukul untuk 08.00 WIB. Kehadirannya untuk meninjau Gerakan Mengawal Musim Tanam Oktober-Maret 2017/2019 dan Kewirausahaan Pertanian.

Di lokasi acara yang terletak di sebuah sekolah SD dan di tepi persawahan yang luas, Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo kemudian meninjau produk-produk petani yang telah dipasarkan melalui Bumdes Shop, BUMN Shop, dan Perta Shop.

Di lokasi yang sama sudah hadir masyarakat setempat yang berkerumun untuk menyaksikan kunjungan Presiden. Banyak dari mereka yang tetap bekerja menanam padi di lahan yang terletak di sisi lokasi acara.

Setelah meninjau pameran produk, Presiden kemudian menuju tepian sawah, berjongkok di pematang, lalu mengobrol dengan petani yang sedang bertanam padi.

Selama sekitar 10 menit, Presiden berinteraksi dengan para petani, ia kemudian menyampaikan pidato dan pesan-pesan agar petani bisa mengembangkan diri melalui kewirausahaan pertanian.

Presiden saat berpidato juga memanggil dua petani yakni satu orang petani yang telah mendapatkan KUR dan seorang lainnya adalah petani yang baru akan dan ingin mengakses KUR.

Asep, warga Kampung Muara Hilir berkesempatan untuk maju dan mengaku sudah mendapatkan KUR sebesar Rp3 juta.

Presiden menanyakan peruntukan dana tersebut, dan Asep menjawab seluruhnya digunakan untuk kepentingan produksi pertanian.

“Kalau dapat KUR, saya titip ya, jangan dipakai pinjaman KUR untuk beli baju, beli jaket, atau motor. Hati-hati, enggak bisa mengembalikan. Pinjam KUR itu gunakan seluruhnya untuk menutup biaya-biaya ongkos produksi. Seperti tadi yang disampaikan Pak Asep, bisa untuk ongkos tanam pekerja, bisa untuk beli pupuk, bisa untuk beli bibit,” katanya.

Asep mengaku saat musim panen yakin bisa mengembalikan pinjaman itu karena biasanya mendapat Rp10 juta dari hasil tanam padinya.
Sementara warga lain Eli Yulianti juga berkesempatan berdialog dengan Presiden.

Meski belum mendapatkan pinjaman, ia ingin mengakses KUR sebesar Rp5 juta untuk kepentingan mengolah sawah.
Presiden berpesan kepada para petani agar mengkalkulasi dengan matang saat akan meminjam uang ke bank.

“Saya titip seluruh petani, kalau mau pinjam ke bank tolong kita sudah punya itung-itungan. Saya titip, satu saja, kalau mau pinjam ke bank tolong dihitung dan penggunaannya jangan keluar dari ongkos-ongkos yang berkaitan dengan sawah dan padi yang mau kita tanam,” katanya.

Presiden Jokowi mengatakan di Kabupaten Garut masih banyak potensi dan kesempatan yang bisa digali.

“Bisa tanam padi, bisa tanam jagung, tadi saya lihat juga ada yang menanam jeruk dan berhasil. Saya kira bagus sekali. Tanaman itu tidak harus hanya padi saja,” katanya.

Pada kesempatan itu Presiden didampingi Menteri BUMN Rini Soewandi, Mensos Agus Gumiwang, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Baca juga: Presiden motivasi ibu-ibu penerima kredit mikro

Baca juga: Menteri Rini targetkan 5,5 juta nasabah Mekaar pada 2019

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga minyak melonjak, OPEC rinci rencana pemangkasan produksi

New York (ANTARA News) – Harga minyak mentah melonjak pada akhir penutupan Jumat (Sabtu pagi WIBO), terangkat setelah OPEC merinci secara spesifik kegiatan pemangkasan produksi untuk mengurangi pasokan dunia, dan sinyal kemajuan dalam menyelesaikan perang perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Kenaikan harga minyak juga ditopang penurunan jumlah rig AS, yang mengurangi beberapa kekhawatiran atas kelebihan pasokan global. Jumlah rig AS turun 25 rig dari minggu lalu menjadi 1.050 rig, menurut data yang dirilis oleh perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes pada Jumat (18/1).

Harga minyak naik sekitar 4,0 persen minggu ini, membukukan kenaikan minggu ketiga berturut-turut.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, menambahkan 1,73 dolar AS menjadi menetap pada 53,80 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret, naik 1,52 dolar AS menjadi ditutup pada 62,70 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada Jumat (18/1) mengeluarkan daftar pengurangan produksi minyak oleh para anggotanya dan produsen utama lainnya selama enam bulan mulai 1 Januari, untuk meningkatkan kepercayaan dalam perjanjian pengurangan pasokan minyaknya.

“Ini akan mengirim sinyal ke pasar bahwa mereka serius,” kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago seperti dikutip Reuters. “Saya pikir mereka juga ingin menunjukkan bahwa mereka mungkin akan sangat patuh dengan angka-angka ini, terutama dari Arab Saudi.”

Panel menteri OPEC dan non-OPEC juga meminta anggota dan sekutu organisasi, termasuk Rusia, untuk “melipatgandakan upaya mereka dalam implementasi penuh dan tepat waktu” dari langkah tersebut.

Kelompok produsen dan sekutunya sepakat pada Desember untuk kembali ke pengurangan produksi, sebesar 1,2 juta barel per hari, guna mendukung harga minyak dan memerangi kelebihan pasokan di tengah meningkatnya pasokan, terutama dari Amerika Serikat.

Pada Kamis (17/1), laporan bulanan OPEC menunjukkan bahwa mereka telah membuat awal yang kuat pada Desember sebelum pakta tersebut berlaku, menerapkan penurunan produksi bulan ke bulan terbesar dalam hampir dua tahun.

Pasar juga didukung oleh tanda-tanda bahwa Washington dan Beijing mungkin akan segera menyelesaikan sengketa perdagangan mereka.

Sebuah laporan Bloomberg pada Jumat (18/1) menunjukkan bahwa China menawarkan untuk melakukan pembelian besar-besaran atas barang-barang AS, yang dilihat para investor sebagai upaya untuk mendekatkan diri pada kesepakatan perdagangan dengan Washington.

Namun, beberapa tanda melemahnya permintaan dan melonjaknya produksi AS dapat membuat harga tetap terkendali.

Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pada Jumat (18/1) bahwa pertumbuhan produksi minyak AS dikombinasikan dengan ekonomi global yang melambat akan membuat harga minyak mentah di bawah tekanan.

“Pada pertengahan tahun ini, produksi minyak mentah AS mungkin akan lebih dari kapasitas Arab Saudi atau Rusia,” kata IEA, yang mempertahankan estimasi pertumbuhan permintaan minyak tidak berubah dan mendekati angka pada 2018 di 1,4 juta barel per hari.

Baca juga: Harga emas turun, dolar dan saham lanjutkan penguatan

Baca juga: Dolar menguat, investor optimis kemajuan negosiasi perdagangan AS-China

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dolar menguat, investor optimis kemajuan negosiasi perdagangan AS-China

New York (ANTARA News) – Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena optimisme tentang potensi kemajuan dalam negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China  mengangkat sentimen investor.

Namun kenaikan dolar AS lebih lanjut tertahan oleh data ekonomi utama yang tak sesuai harapan. Indeks sentimen konsumen AS turun menjadi 90,7 pada Januari dari 98,3 pada Desember di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi AS, kata laporan yang dirilis oleh University of Michigan pada Jumat (18/1).

Sementara itu, produksi industri AS naik 0,3 persen pada Desember setelah mencatat kenaikan 0,4 persen pada November, sejalan dengan perkiraan para analis, menurut data yang dirilis oleh Federal Reserve AS.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,28 persen menjadi 96,3371 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1369 dolar AS dari 1,1390 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2871 dolar AS dari 1,2987 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7167 dolar AS dari 0,7200 dolar AS.

Dolar AS dibeli 109,78 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,26 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik hingga 0,9952 franc Swiss dari 0,9937 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3269 dolar Kanada dari 1,3266 dolar Kanada. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua.

Baca juga: Harga emas turun, dolar dan saham lanjutkan penguatan

Baca juga: Bursa Spanyol menguat, Indeks IBEX 35 ditutup naik 160,50 poin

Baca juga: Bursa Inggris melonjak, Indeks FTSE 100 ditutup naik 133,41 poin

Baca juga: Indeks DAX 30 Jerman menguat 286,92 poin, saham BASF melonjak

Baca juga: Indeks CAC-40 Prancis menguat 81,56 poin, saham Michelin melonjak

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengamat katakan penurunan kemiskinan di level “single digit” lebih sulit

Jakarta (ANTARA News) – Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rusli Abdullah menilai penurunan persentase tingkat kemiskinan di level single digit atau di bawah 10 persen, memang relatif lebih sulit.

“Penurunan angka kemiskinan di level satu digit, lebih sulit daripada pengurangan angka kemiskinan di angka double digit. Misalnya, pengurangan angka kemiskinan dari 25-20 persen relatif lebih mudah dibandiingkan dengan pengurangan angka kemiskinan dari angka 10 persen ke 9 persen,” ujar Rusli kepada Antara di Jakarta, Jumat.

Menurut Rusli, hal tersebut disebabkan pada angka kemiskinan di level single digit terdapat orang yang memiliki keterbatasan fisik atau difabel dan orang yang sakit-sakitan sehingga tidak produktif, dan juga orang yang tidak memiliki kualitas pendidikan atau keterampilan.

“Sakit bisa disebabkan karena merokok misalnya. Sedangkan yang tidak memiliki kualifikasi pendidikan atau skill disebabkan orang tersebut tidak memiliki akses ke pendidikan baik formal maupun informal,” ujar Rusli.

Oleh karena itu, lanjut Rusli, pemerintah saat ini memiliki dua pekerjaan sekaligus. Yang pertama ialah menjaga angka kemiskinan agar tetap satu digit dengan mengarahkan program-program bantuan kepada 69 juta penduduk rentan miskin.

“Sebanyak 69 juta penduduk hampir miskin ini sangat rentan terhadap goncangan ekonomi baik inflasi atau nilai tukar rupiah,” katanya. Pekerjaan kedua pemerintah yaitu menyasar penduduk miskin yang masuk di angka satu digit tersebut yaitu penduduk difabel dan tidak memiliki kualifikasi pendidikan atau keterampilan tadi. 

Bagi penduduk miskin di area satu digit, uang saja (transfer tunai/cash transfer) tidak cukup, namun mereka lebih butuh kepada program peningkatan kapasitas dan itu butuh waktu yang panjang karena memutus lingkaran kemiskinan.

“Satu, program PKH sudah bagus. Dua, akses ke pendidikan wajib diberikan seperti sekolah gratis untuk penduduk miskin dan sekolah vokasi. Ketiga, akses ke kesehatan gratis. Namun dalam mencapai itu,  ada rintangan berat yaitu defisit BPJS yang bisa memberikan akses kesehatan gratis,” ujar Rusli. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin pada September 2018 terus turun menjadi 9,66 persen dibandingkan Maret 2018 yang mencapai 9,82 persen. Persentase kemiskinan turun sebesar 0,16 persen poin di September 2018 dari Maret 2018 dan 0,46 persen poin dibandingkan September 2017,” kata Kepala BPS Suhariyanto saat jumpa pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa.

 Secara jumlah, penduduk miskin pada September 2018 mencapai 25,67 juta orang, menurun 0,28 juta orang terhadap Maret 2018 dan menurun 0,91 juta orang terhadap September 2017. 

Baca juga: Mensos: Kebijakan yang tepat jadi kunci penurunan tingkat kemiskinan

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI: Modal asing masuk Rp14,7 triliun topang penguatan rupiah

Jakarta (ANTARA News) – Bank Indonesia (BI) mengatakan aliran modal asing masuk (inflow) sebesar Rp14,75 triliun ke pasar keuangan domestik telah menambah suplai valuta asing dan menopang penguatan nilai tukar rupiah pada awal 2019.

Berdasarkan kurs tengah BI, nilai tukar rupiah pada Kamis (17/1/2019) sebesar Rp14.182 per dolar AS atau menguat dua persen dibanding posisi 2 Januari 2019 yang Rp14.481 per dolar AS.

“Masuknya aliran modal asing menambah suplai di valas (valuta asing),” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat.

Aliran modal asing masuk Rp14,75 triliun itu pada periode 2-17 Januari 2019.

Mayoritas modal asing masuk ke surat berharga negara (SBN) sebanyak Rp11,48 triliun, sedangkan ke pasar saham Rp3,21 triliun.

Sejauh ini, kata Perry, nilai rupiah di pasar spot masih didominasi pembentukan harga dari mekanisme pasar secara alamiah.

Selain itu, menurut dia, pergerakan nilai tukar rupiah juga ditopang keyakinan pelaku pasar global terhadap perbaikan dan kebijakan yang diterapkan BI dan Pemerintah Indonesia.

“Kepercayaan diri investor global terhadap Indonesia itu cukup kuat,” ujar dia.

Parameter kepercayaan investor global yang membaik juga terlihat dari indikator premi risiko credit default swap (CDS).

CDS merupakan petunjuk yang digunakan investor global untuk mengetahui selisih suku bunga obligasi global yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia dengan suku bunga Pemerintah AS bertenor 10 tahun atau US Treasury Bill.

Selisih CDS pada pertengahan Januari 2019 itu menurun menjadi 124,1 dari 126,3.

“Jadi, kepercayaan itu terlihat juga dengan perbaikan indikator premi risiko yang salah satu indikatornya CDS,” tukas Perry.

Baca juga: Rupiah Jumat pagi bergerak menguat ke posisi Rp14.175
Baca juga: BI pertahankan bunga acuan enam persen
 

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Habis debat Jokowi Jumat pagi langsung berkereta ke Garut

Bandung (ANTARA News) – Setelah mengikuti depat capres-cawapres Kamis (17/1) malam, Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Jumat pagi langsung berkereta menuju Garut, Provinsi Jawa Barat, salah satunya untuk meninjau reaktivasi jalur kereta api.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan lepas landas dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 07.30 WIB.

Tiba di Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Kota Bandung, pada pukul 08.05 WIB, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana disambut oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

Dari pangkalan udara, Presiden kemudian menuju Stasiun Bandung untuk melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta api menuju Stasiun Cibatu, Kabupaten Garut. 

Di sini, Presiden diagendakan meninjau panel reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut.

Selepas salat Jumat di Masjid Besar Cibatu, Presiden dijadwalkan untuk menyerahkan sertifikat wakaf. 
Agenda kerja Presiden kemudian akan dilanjutkan dengan peninjauan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) di Alun-Alun Cibatu.

Masih di Kecamatan Cibatu, selanjutnya Presiden akan menuju Dusun I Kampung Pasar Kolot untuk meninjau penyambungan listrik PLN ke rumah warga. 

Selepas santap siang, Presiden diagendakan untuk meninjau rumah susun Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah. 

Selesai acara, Presiden dan rombongan akan menuju hotel untuk beristirahat dan melanjutkan agenda kerja keesokan harinya.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Jawa Barat antara lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Agraria dan Tata 
Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

Baca juga: Presiden sudah sambangi 400 kabupaten/kota di Indonesia
Baca juga: Presiden Jokowi kunjungan kerja Ke Sumatera Utara

Pewarta:
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI yakin pertumbuhan kredit 2019 lampaui target

Jakarta, 18/1 (ANTARA Newsw) – Bank Indonesia memandang pertumbuhan kredit perbankan pada tahun ini bisa menyentuh 13 persen (tahunan/yoy), atau melampaui target Bank Sentral di kisaran 10-12 persen, yang ditopang terjaganya likuiditas untuk mendanai ekspansi intermediasi perbankan.

Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat, mengatakan hal tersebut sembari menjanjikan bahwa Bank Sentral akan “sekuat tenaga” pada tahun ini untuk menjaga kecukupan likuditas dan mencegah kekurangan likuiditas, dengan menyiapkan berbagai instrumen pendalaman pasar keuangan.

“Kalau dilihat Rencana Bisnis Bank itu 13 persen, 13 persen lebih sedikit, itu bisa dicapai,” kata Perry.

Pernyataan Perry tersebut muncul, setelah sebelumnya pimpinan perbankan besar di Tanah Air, saat bertandang ke Komisi XI DPR, mengungkapkan kekhawatirannya terkait potensi pengetatan likuiditas pada 2019.

Baca juga: Berlomba naikkan bunga, perbankan negara usulkan aturan bunga deposito

“Perbankan bisa saja mencapai 12-13 persen tahun ini, didukung ekonomi yang membaik dan investasi yang terus tumbuh,” tegas Perry.

Pertumbuhan ekonomi di tahun ini juga, lanjut Perry, berpeluang besar lebih baik dibandingkan pada 2018 karena ketidakpastian dari tekanan ekonomi eksternal yang mereda. Berkurangnya tekanan ekonomi global diharapkan akan meningkatkan permintaan ekspor dan mendorong ekspansi dunia usaha. Maka itu permintaan kredit diyakini akan menggeliat.

“Optimisme tumbuh, itu akan naikkan suplai dan permintaan kredit perbankan,” ujar dia.

Bank Sentral dan OJK, kata Perry, akan memantau industri dan masing-masing entitas perbankan untuk mengantisipasi tekanan yang muncul, seperti pengetatan likuiditas.

Perry juga menjanjikan pihaknya dan OJK akan membuat regulasi yang mendukung industri perbankan untuk menggenjot fungsi intermediasinya.

“BI dan OJK akan koordinatif untuk mencermati suplai dan permintaan kredit, ditambah saat ini optimisme itu sudah tumbuh,” ujarnya.

BI dalam Rapat Dewan Gubernur 16-17 Januari 2019 kemarin masih memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan berkisar di 10-12 persen (yoy). Sementara OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan di 12-14 persen. Pada 2018, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 12,9 persen (yoy).

Baca juga: BI pastikan likuiditas memadai untuk mencapai pertumbuhan kredit 12 persen

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI prediksi Januari 2019 inflasi 0,5 persen

Jakarta (ANTARA News) – Indeks harga konsumen selama Januari 2019 diperkirakan inflasi 0,5 persen secara bulanan dipicu kenaikan harga beberapa komoditas pangan, ditambah peningkatan harga perhiasan, kata Gubernur BI Perry Warjiyo berdasarkan Survei Pemantauan Harga hingga pekan ketiga Januari 2019.

Jika perkiraan inflasi di Januari 2019 itu benar, maka inflasi tahunan di bulan pertama tahun ini adalah 3,0 persen (yoy).

Perry merinci penyumbang inflasi adalah kenaikan harga bawang merah, daging ayam ras, dan tomat sayur serta emas dan perhiasan. Namun, selain komoditas tersebut, pergerakan beberapa harga koomoditas pangan lainnya masih stabil dan dalam kategori rendah.

Di awal tahun ini, Bank Sentral masih melihat kondisi pasokan pangan terjaga sehingga bisa mengurangi potensi kenaikan harga pangan.

“Kita tidak melihat adanya suatu kenaikan harga, memang ada beberapa kenaikan harga seperti biasanya lah komoditas bawang merah, daging ayam ras, tomat sayur maupun juga perhiasan,” ujar dia.

Bila dibandingkan dengan perkembangan harga sepanjang Desember 2018, inflasi Januari 2019 masih lebih rendah. Pada Desember 2018, inflasi tercatat sebesar 0,62 persen.

Dengan perkembangan inflasi hingga Januari 2019, Perry meyakini pada tahun ini, inflasi berada pada titik tengah sasaran kisaran 3,5 plus minus satu persen.

“Dengan berkoordinasi dengan pusat dan daerah, inflasi bisa di bawah 3,5 persen,” kata Perry.

Baca juga: BI yakin pasar tidak “wait and see” jelang pemilu

Baca juga: BI: Inflasi pekan pertama Januari 0,5 persen

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri Rini targetkan 5,5 juta nasabah Mekaar pada 2019

Garut, Jawa Barat (ANTARA News) – Menteri BUMN Rini Soemarno menargetkan nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi 5,5 juta nasabah pada 2019 dari saat ini 4,1 juta nasabah. 

“Target lima juta sampai 5,5 juta nasabah,” katanya usai penyerahan kredit usaha rakyat (KUR) kepada nasabah Mekaar yang “naik kelas” di Alun-Alun Cibatu, Kabupaten Garut, Jumat. 

Berdasarkan data PNM, jumlah nasabah Mekaar di Cibatu mencapai 2.885, Kabupaten Garut 86.220 nasabah, Jawa Barat 1,1 juta nasabah, dan secara nasional sudah mencapai 4,1 juta nasabah. 

Dia mengatakan saat ini sudah banyak nasabah Mekaar yang “naik kelas”, yaitu nasabah yang sudah maju usahanya di bawah mikro dengan pinjaman Mekaar dari PNM, kemudian dipercaya mendapatkan KUR dari perbankan agar usahanya lebih maju.

Rini menyebutkan di Jakarta sudah 5.000 nasabah yang naik kelas, dan Kabupaten Garut diharapkan mencapai 2.000 nasabah. 

“Sekarang, kita buat program kalau kita lihat mereka bagus, usaha berkembang, kita tawarkan naik kelas, jadi mikro. Seperti KUR itu kan sebenarnya kredit mikro. Diberikan kepada usaha yang sudah mengerti,” katanya. 

Lebih lanjut dia menjelaskan, nasabah yang sudah mengerti tersebut artinya sudah melakukan pembukuan keuangan dengan baik. 

Karena itu, menurut dia, program Mekaar bukan sekadar memberikan pinjaman, tapi melatih nasabah untuk disiplin

“Pogramnya bukan hanya kita memberi pinjaman, tapi juga mengajarkan disiplin, bisa menghitung. Jadi, mereka bisa mencicil juga, harus dicatat sebagaimana kata Pak Presiden bahwa bahan bakunya berapa, apa saja, sehingga nanti harga jualnya tahu, itu nyicil. Kalau udah ada siklus pembiayaan selesai bisa dapat pembiayaan lagi,”katanya. 

Namun, Rini mengatakan ketika mendapatkan KUR dari perbankan, nasabah tidak serta-merta dilepas agar kedisiplinan tetap terjaga. 

“Kita masih kerja sama dengan perbankan itu untuk membiasakan kedisiplinan tetap dijaga. Dari itu nanti ke depan mereka sudah bisa besar sendiri bisa dilepas,” katanya.

Baca juga: Menteri Rini serahkan KUR kepada nasabah Mekaar “naik kelas”
Baca juga: Jokowi senang lebih dari sejuta ibu Jabar akses Mekaar

 

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pengamat pajak uji rasionalitas kenaikan ‘tax ratio’ Prabowo-Sandi

Jakarta (ANTARA News) – Pengamat perpajakan dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menguji rasionalitas kenaikan rasio perpajakan (tax ratio) yang disampaikan Calon Presiden No 02 Prabowo Subianto dalam debat Capres-Cawapres Kamis (17/1) malam.

Dalam keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Jumat, Yustinus mencermati istilah ‘tax ratio’ muncul sekurangnya dua kali dari Prabowo dan diajukan sebagai solusi untuk menaikkan gaji PNS dan aparat penegak hukum agar tidak korupsi lagi.

Yustinus menjelaskan, kenaikan tax ratio menjadi tanggung jawab pemerintah karena untuk dapat mencapai tujuan pembangunan yang optimal, setidaknya dibutuhkan level tax ratio 16 persen. Ia menuturkan, angka tersebut memang benar. Kalau dicek di Visi Misi Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta tahun 2014, mereka juga mengusulkan angka ini. Jadi saat ini baik pasangan Jokowi-Makruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga Uno sudah selayaknya memberi perhatian pada perbaikan sistem perpajakan agar kita mampu mencapai level optimal untuk pembangunan.

“Yang patut dicermati adalah menjadikan kenaikan tax ratio sebagai solusi jangka pendek karena akan digunakan untuk mengatasi akar permasalahan korupsi, yakni gaji PNS dan aparat penegak hukum yang dianggap masih rendah. Logika sederhana, pemerintah ingin menarik pajak lebih besar dari rakyat, untuk membiayai para aparatur negara yang tugasnya melayani kepentingan rakyat,” ujar Yustinus.

Tax ratio adalah perbandingan antara penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto. Nisbah ini yang sering dipakai untuk mengukur kinerja pemungutan pajak. Meski demikian, lanjut Yustinus, tax ratio bukanlah satu-satunya alat ukur bagi kinerja institusi pemungut pajak lantaran ada beberapa faktor dan kondisi yang perlu diperiksa dan dibandingkan. Misalnya, besaran insentif pajak, besarnya sektor informal (underground economy), insentif untuk menghindari pajak, kehandalan sistem, tingkat kepatuhan pajak, dan lain-lain.

Tax ratio Indonesia 2017 sebesar 8,47 persen (dalam arti sempit, penerimaan pajak yang dikelola Ditjen Pajak saja) dan  dalam arti luas 10,58 persen (termasuk bea cukai dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sumber daya alam). Dalam arti luas, tax ratio kita berturut-turut 14,6 persen (2012), 14,3 persen (2013), 13,7 persen (2014), 11,6 persen (2015), dan 10,8 persen (2016), 10,7 persen (2017), dan 11,5 persen (2018).

Pendapatan negara (pajak, bea cukai dan PNBP) pada 2014 sebesar Rp1.386 triliun, lalu Rp1.341 triliun (2015), Rp1.349 triliun (2016), Rp1.439 triliun (2017), dan Rp1.664 triliun (2018). Pendapatan negara 2018 terhadap 2014 naik Rp278 triliun atau 20 persen.
 
“Itu sudah kemampuan optimal kita selama empat tahun, di tengah stagnasi pertumbuhan ekonomi, pemberian amnesti pajak, moderasi strategi pemungutan, dan pemberian insentif. Padahal Pemerintah telah memberikan tax expenditure atau belanja pajak sebagai insentif sebesar Rp154 triliun di 201. Pada level ini saja masih timbul problem di lapangan karena pelaku usaha kadang mengeluh tentang beban pajak,” ujar Yustinus.

Lalu, jika tax ratio menjadi 16 persen, ia mempertanyakan berapa kenaikan pendapatan pajak yang harus dicapai. PDB 2018 kurang lebih Rp14.745 triliun, sehingga kenaikan tax ratio ke 16 persen (naik 4,5 persen dari tax ratio 2018 sebesar 11,5 persen) adalah Rp663 triliun atau 48 persen dari pendapatan negara di 2014.

“Mungkinkah dalam jangka pendek menarik pajak yang nilainya dua kali lipat kenaikan 2015-2018 yang sebesar 20 persenn, tanpa menimbulkan kegaduhan dan menggencet pelaku usaha,” kata Yustinus.

Ia mengatakan, yang dilakukan Kementerian Keuangan saat ini sudah tepat, yaitu mengarahkan target Nawacita 16 persen ke rasionalitas sesuai konteks dan tantangan di lapangan. Targetnya  rasio pajak 15 persen pada 2020. Caranya dengan melakukan tax reform berupa perbaikan regulasi, proses bisnis, sistem administrasi, tata organisasi, dan SDM, dengan target tax ratio menaik secara gradual-proporsional.
 
Pertimbangannya, membangun sistem pajak pertama-tama harus membangun ekosistem dan environment yang kondusif, agar racikan antara peningkatan kepatuhan wajib pajak, perbaikan kualitas regulasi, penyempurnaan administrasi, peningkatan mutu sumber daya, dan perbaikan iklim berusaha, berjalan beriringan.

Menurutnya, hal di atas akan semakin kontradiktif dan inkonsisten, karena di lain pihak Prabowo-Sandi juga mengusulkan penurunan tarif PPh, baik PPh Badan maupun orang pribadi, termasuk penghapusan PBB rumah pertama, penghapusan pajak sepeda motor, dan pembebasan pajak UMKM pelaku bisnis digital untuk dua tahun pertama.
 
“Hasrat menggenjot tax ratio dalam jangka pendek jelas hanya bisa bertumpu pada kenaikan tarif pajak, bukan sebaliknya. Penurunan tarif pajak dalam jangka pendek akan menurunkan penerimaan, apalagi tingkat kepatuhan kita masih rendah dan basis pajak kita belum bertambah signifikan,” ujar Yustinus.

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Presiden berkereta ke Garut tinjau reaktivasi jalur kereta api

Bandung (ANTARA News) – Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak menuju Garut Provinsi Jawa Barat salah satunya untuk meninjau reaktivasi jalur kereta api.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan rombongan lepas landas dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 07.30 WIB.

Tiba di Pangkalan TNI AU Husein Sastranegara, Kota Bandung, pada pukul 08.05 WIB, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana disambut oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

Dari pangkalan udara, Presiden kemudian menuju Stasiun Bandung untuk melanjutkan perjalanan dengan menggunakan kereta api menuju Stasiun Cibatu, Kabupaten Garut. 

Di sini, Presiden diagendakan meninjau panel reaktivasi jalur kereta api Cibatu-Garut.

Selepas salat Jumat di Masjid Besar Cibatu, Presiden dijadwalkan untuk menyerahkan sertifikat wakaf. 
Agenda kerja Presiden kemudian akan dilanjutkan dengan peninjauan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) binaan PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) di Alun-Alun Cibatu.

Masih di Kecamatan Cibatu, selanjutnya Presiden akan menuju Dusun I Kampung Pasar Kolot untuk meninjau penyambungan listrik PLN ke rumah warga. 

Selepas santap siang, Presiden diagendakan untuk meninjau rumah susun Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah. 

Selesai acara, Presiden dan rombongan akan menuju hotel untuk beristirahat dan melanjutkan agenda kerja keesokan harinya.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Jawa Barat antara lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Agraria dan Tata 
Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

Baca juga: Presiden sudah sambangi 400 kabupaten/kota di Indonesia
Baca juga: Presiden Jokowi kunjungan kerja Ke Sumatera Utara

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dolar sedikit menguat, AS pertimbangkan longgarkan tarif impor dari China

New York (ANTARA News) – Kurs dolar AS sedikit menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi), di tengah data ekonomi yang kuat dan harapan pemulihan sengketa perdagangan Amerika Serikat (AS) dan China.

Dalam pekan yang berakhir 12 Januari, angka pendahuluan untuk klaim pengangguran awal Amerika Serikat, ukuran kasar untuk pemutusan hubungan kerja (PHK), mencapai 213.000, turun 3.000 dari tingkat tidak direvisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Kamis (17/1). Angka itu lebih rendah dari konsensus pasar.

Sementara itu, rata-rata pergerakan empat minggu lebih stabil sebesar 220.750, penurunan 1.000 dari rata-rata yang tidak direvisi minggu sebelumnya sebesar 221.750.

Dolar AS juga relatif stabil menyusul sebuah laporan bahwa Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin telah mempertimbangkan pelonggaran tarif yang dikenakan pada produk-produk impor dari China.

Mnuchin membahas tentang pengangkatan sebagian atau semua tarif barang-barang China dan menyarankan untuk menawarkan pengembalian tarif selama perundingan perdagangan yang dijadwalkan 30 Januari, Wall Street Journal melaporkan pada Kamis (17/1), mengutip orang-orang yang akrab dengan pertimbangan internal.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik tipis 0,01 persen menjadi 96,0658 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1390 dolar AS dari 1,1398 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2987 dolar AS dari 1,2870 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7200 dolar AS dari 0,7176 dolar AS.

Dolar AS dibeli 109,26 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,92 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9937 franc Swiss dari 0,9906 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3266 dolar Kanada dari 1,3249 dolar Kanada.

Baca juga: Analis: Rupiah bakal melemah terbatas dipengaruhi sentimen Brexit dan China

Baca juga: Pialang berjangka: Beli emas dan poundsterling sekarang
 

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Harga minyak kembali turun, khawatir produksi AS dan permintaan global

New York (ANTARA News) – Harga minyak turun lagi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang pelemahan baru-baru ini di tengah kekhawatiran melonjaknya produksi minyak AS dan permintaan global yang menurun, terutama mengingat sengketa perdagangan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, turun 0,24 dolar AS menjadi menetap pada 52,07 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret, turun 0,14 dolar AS menjadi ditutup pada 61,18 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam laporan pasar bulanannya, memangkas proyeksi rata-rata permintaan minyak mentah pada 2019 menjadi 30,83 juta barel per hari, turun 910.000 barel per hari dari rata-rata 2018.

OPEC mengatakan produksinya turun 751.000 barel per hari pada Desember, menunjukkan sedang dalam perjalanan untuk memenuhi persyaratan kesepakatan pemotongan produksi di antara negara-negara anggota OPEC dan produsen lain, termasuk Rusia.

Meskipun eksportir OPEC dan sekutunya memangkas produksi, produksi AS telah melonjak mendekati 12 juta barel per hari pada minggu terakhir, serta beberapa pedagang dan investor khawatir bahwa pertumbuhan pasokan global tahun ini akan melebihi permintaan.

“Itu akan membebani pasar, setidaknya sampai kita mendapatkan beberapa informasi baru, termasuk dari OPEC,” kata Wakil Presiden Senior INTL Hencorp Futures di Miami, Thomas Saal, seperti dikutip Reuters.

Namun, kata Saal, investor sudah memperkirakan peningkatan produksi AS dan memperhitungkannya ke dalam pasar, “Jadi itu sebabnya harga turun sedikit dan tidak turun banyak.”

Produksi AS telah naik sebesar 2,4 juta barel per hari sejak Januari 2018 serta stok minyak mentah dan produk-produk olahan meningkat tajam, data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan.

Menanggapi penurunan harga di paruh kedua tahun lalu, OPEC dan non-anggota berencana untuk memangkas produksi secara bersama sebesar 1,2 juta barel per hari tahun ini.

Harga minyak masih sekitar 20 persen di atas posisi terendah yang dicapai pada akhir Desember, tetapi analis mengatakan Brent telah diperdagangkan di harga serendah 60 dolar AS dan minyak mentah AS di serendah 50 dolar AS karena kegelisahan yang berkelanjutan tentang hubungan antara Washington dan Beijing dan prospek ekonomi China.

“Brent harus bergerak melewati 62 dolar AS sebelum kita dapat berbicara tentang 65 dolar AS,” kata Kepala Komoditas BNP Paribas Harry Tchilingurian mengatakan kepada Reuters Global Oil Forum.

“Dari sana, pintu akan terbuka untuk menargetkan 70 dolar AS, (jika) kita tidak memiliki berita negatif yang muncul di sekitar pembicaraan perdagangan AS-China yang menyebabkan tingkat kecemasan dan de-risiko yang tinggi pada Desember lalu.”

Baca juga: Dolar sedikit menguat, AS pertimbangkan longgarkan tarif impor dari China

Baca juga: Harga emas turun tipis, tertahan ketidakpastian Brexit

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komisi X DPR serap aspirasi masyarakat di Serdang Bedagai

Seirampah, Sumut (ANTARA News) – Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Serdang Bedagai dalam upaya menggali dan menyerap aspirasi serta kepentingan pemerintah daerah dan masyarakat terutama terkait infrastruktur dan sarana pendukung pengembangan pariwisata.

Dr Sofyan Tan selaku pimpinan rombongan Tim Komisi X DPR RI di Seirampah, Kamis, mengatakan, total ada 12 orang anggota DPR RI Komisi X yang hadir pada kunjungan kerja spesifik bidang pariwisata pada masa persidangan III Tahun 2018-2019.

“Kami datang kemari untuk menyerap aspirasi serta kepentingan pemerintah daerah dalam upaya pendukung pengembangan pariwisata,” katanya.

Ia mengatakan pada tahun 2019 Kementerian Pariwisata telah menetapkan target peningkatan devisa negara dari sektor pariwisata dan untuk Sumatera Utara sendiri terdapat satu juta kunjungan wisatawan sebagai targetnya.

“Pariwisata merupakan bidang strategis yang menjadi salah satu kunci peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya.

Saat ini Indonesia menempati posisi terbaik di Asia Tenggara dalam hal pengembangan pariwisata, dan 10 besar di Asia.

Trend positif kunjungan wisatawan mancanegara meningkat 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan data per Januari-Agustus 2018 telah terdapat 10 juta lebih wisatawan mengunjungi Indonesia.

“Kondisi itu sangat menggembirakan sekaligus tantangan pemerintah melalui Kemenpar khususnya di Kabupaten Serdang Bedagai karena memiliki destinasi wisata yang sangat potensial seperti potensi wisata bahari, wisata alam dan wisata budaya untuk dikelola dengan profesional dan maksimal,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Serdang Bedagai Soekirman dalam kesempatan itu memaparkan tentang potensi dan sumber daya yang dimiliki daerah itu termasuk jumlah penduduk dan luas daerah, adat budaya, pertumbuhan ekonomi, IPM, PDRB yang mengandalkan pertanian tanaman pangan, serta penghargaan-penghargaan yang diraih.

“Kami sangat berterima kasih atas pembangunan dari pemerintah pusat berupa akses jalan tol yang terdiri dari empat gerbang tol yang berada di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai, sementara di daerah lain tidak sebanyak itu. Dengan keistimewaan itu hendaknya akan dapat dimanfaatkan guna pengembangan perekonomian masyarakat,” katanya.

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Darmin: kondisi lebih tenang buat BI tahan suku bunga

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kondisi perekonomian global yang lebih tenang telah membuat Bank Indonesia menahan suku bunga acuan tetap berada pada enam persen.

“‘Capital inflow’ masih jalan dan paling tidak kurs tidak melemah arahnya, sehingga situasinya sudah jauh lebih tenang,” kata Darmin saat ditemui di Jakarta, Kamis.

Darmin mengatakan keputusan bank sentral untuk tidak menyesuaikan suku bunga acuan ini dapat menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan guna memperbaiki defisit neraca transaksi berjalan. “Kita sudah mulai bisa menyusun kebijakan yang perlu dilakukan untuk ekspor,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro mengatakan kebijakan bank sentral untuk menahan suku bunga acuan merupakan keputusan tepat karena saat ini terjadi penguatan rupiah dan momentum masuknya arus modal.

Meski demikian, ia memproyeksikan adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin di 2019 sebagai antisipasi dari pemulihan neraca transaksi berjalan yang lambat dan peningkatan laju inflasi karena kemungkinan adanya kenaikan tarif listrik pada triwulan II-2019.

“Ekonomi Indonesia yang dipengaruhi oleh defisit neraca transaksi berjalan, masih bergantung dengan suku bunga yang lebih tinggi, karena dapat bermanfaat sebagai antisipasi terhadap keluarnya arus modal,” ujar Satria.

Sebelumnya, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen pada rapat dewan gubernur periode 16-17 Januari 2019 di tengah terjaganya stabilitas perekonomian terutama kondisi nilai tukar.

Keputusan ini juga dilakukan, karena otoritas moneter ingin menjaga daya tarik instrumen keuangan di pasar domestik.

Meski kembali menahan kenaikan suku bunga acuan, bank sentral masih mempertahankan posisi kebijakan yang antisipatif terutama terkait dinamika perekonomian global. ***1***

Baca juga: Ekonom perkirakan tekanan BI naikkan suku bunga berkurang

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019